ASMA’ SUNGE RAJEH


ASMA’ SUNGE RAJEH

Artikel ini terbit tahun 2010, dan telah direvisi ulang oleh Ki Umar Jogja Februari 2016

Dikalangan ahli ilmu hikmah Asma’ Sunge Raja dipercayai sebagai mustika dari ilmu kesaktian. Hal ini dikarenakan, bila ilmu ini diamalkan dapat terjadi hal-hal ajaib, khoriqu lil `adat, supranatural, peristiwa yang luar biasa diluar kebiasaan. Fadhilah / khasiat ilmu hikmah ini multifungsi untuk keperluan apa saja tergantung dari niat sang pembacanya. Konon dengan mengamalkan Asma’ Sunge Rajeh sama saja telah memiliki puluhan ilmu hikmah dengan khasiat berbeda-beda.

Disamping daya gaib khasiatnya, ilmu ini banyak diminati oleh para jawara dan spiritualis dikarenakan kemudahan dalam mempelajarinya, tanpa syarat tirakat yang berat. Yaitu Asma’ Sunge Raja bersifat siap pakai artinya bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk jimat atau benda pusaka atau semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan rapal dari Asma’ Sunge Rajeh yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup. Bahkan bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun nonmuslim.

Sejarah Asma Sunge Rajeh

Konon asma ini merupakan warisan dari Nabiyullah Khidir alaihissalam yang diturunkan secara langsung oleh beliau kepada dua orang pilihan yaitu :

  1. Pangeran Cakra Buana di Cirebon.
  2. Kyai Su’udy (Wali Bujuk Tumpeng) di Madura yang kemudian diturunkan kepada kedua anaknya :
  • Syekh Abu Syamsudin
  • Syekh Daman Huri

Namun saya pribadi tidak dapat melacak kebenaran riwayat ilmu ini karena saya belum pernah bertemu dengan Nabi Khidir a.s baik secara zahir maupun batin. Menurut riwayat Ilmu batin ini dibisikan oleh Nabi Khidir as disuatu tempat diatas air yang besar (bisa berarti sungai atau lautan). Oleh sebab itu ilmu Batin ini disebut Asma’ Sunge Rajeh. Artinya Sunge Rajeh (Bahasa Madura) dalam bahasa Indonesia adalah Sungai yang Besar.

Meski Asma’ Sunge Rajeh (ASR) diturunkan di Jawa dan Madura namun rapal dari ilmu ini tidak sedikitpun memakai bahasa Jawa. Bahasa dari rapalan Asma’ Sunge Rajeh diyakini merupakan bahasa kuno. 

Versi Asma’ Sunge Rajeh

Pada awalnya, ASR ini diajarkan secara turun-temurun kepada generasi penerus dan para murid. Mungkin karena pamor kehebatannya, ASR ini menjadi sangat terkenal maka banyak pendekar di pulau Jawa maupun Madura yang juga ikut mempelajarinya. Sehingga kini ASR menyebar di pelosok pulau Jawa dan Madura bahkan hingga saat ini menyebar berbagai wilayah lain se-Asia. Kemudian muncullah berbagai macam versi Asma’ Sunge Rajeh. Paling tidak menurut sebagian besar para sesepuh, Asma’ Sunge Rajeh terbagi menjadi 5 versi.

  1. Versi Cirebon
  2. Versi Madura
  3. Versi Grobogan
  4. Versi Blora
  5. Versi Solo

Rapal dari setiap versi tersebut hampir sama, tidak sama persis. Dan sebagian versi memiliki tingkatan-tingkatan untuk membedakan rapal Asma’ Sunge Rajeh satu dengan yang lainnya. Contohnya pada Asma’ Sunge Rajeh versi Cirebon, terdapat 4 tingkatan. Dari keempat tingkatan tersebut rapalannya juga berbeda-beda. Untuk mengetahui keaslian Asma’ Sunge Rajeh cukup sulit. Setiap pemilik Asma’ Sunge Rajeh akan mengklaim bahwa ilmunya adalah asli. 

Fadhilah Asma’ Sunge Rajeh

Manfaat dari Asma’ Sunge Rajeh ini tidak perlu dipertanyakan lagi, karena setiap pengamal ilmu ini pasti pernah merasakannya. Bahkan saking wingit-nya ilmu ini, ada beberapa Guru yang melarang mengamalkannya di dalam ruangan karena energi spiritualnya dapat membuat rapuh dinding tembok, alat elektronik dan mesin kendaraan.

Banyak para pengamal ASR yang telah menerangkan berbagai khasiatnya. Dari khasiat keselamatan, kewibawaan, kanuragan, kekebalan hingga untuk tujuan memindah hujan. Kesimpulannya Asma’ Sunge Rajeh berkhasiat multifungsi sesuai niat baik pengamalnya.

Tatacara mempelajari Asma’ Sunge Rajeh

profil-ki-umarTatacara terbaik mempelajari Asma’ Sunge Rajeh (ASR) adalah berguru langsung kepada Guru yang mengamalkannya. Jangan belajar sendiri, tanpa guru pembimbing. Bagi yang berminat serius belajar silahkan datang langsung ke Sanggar MAYA RASASEJATI.

Adapun prosesnya :

  1. Calon pewaris dibersihkan dahulu badan dan jiwanya, melalui Ruwat yang dipandu langsung oleh Guru : Ki Umar.
  2. Selanjutnya proses IJAZAH ILMU. Ki Umar akan membisikan lafal Asma Sunge Rajeh ke telinga Pewaris. Ini tahap yang terpenting, dimana hati harus yakin, ikhlas dan ridho.
  3. Setelah itu proses Transfer energi spiritual (Shaktipat) dari Guru ke Murid. Melalui sarana Air Putih yang sudah ditransfer energi spritual Asma Sunge Rajeh oleh Ki Umar Jogja.

Semua prosesi ini aman dan halal, tidak ada barang haram / tidak syirik. Dan perlu diketahui : 

  • Ilmu Asma Sunge Rajeh ini bisa dimiliki oleh siapa saja. Pria / Wanita. Baik muslim maupun nonmuslim.
  • Tidak ada pantangan tertentu, selain tidak boleh sembarangan dirapal disembarang tempat karena bisa berpengaruh pada alam sekitar beserta penghuninya (alam, hewan, manusia dan Jin).
  • Pewarisan ilmu secara lisan dan ada yang tertulis (tergantung versi dan sesuai dengan amanat sang pengijasah).

Demikian sekilas tentang Asma’ Sunge Rajeh yang tersohor itu. Semoga ilmu ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari.

TESTIMONI

Pengalaman Nyata dari para Pewaris :

Assalamu’alaikum Ki Umar yang dirahmati Allah dan saya hormati. Alhamdulillah saya telah selesai mengamalkan ritual Asma Sunge Rajeh. Saya ingin memberikan testimonial, ini pengalaman nyata saya. Banyak manfaat yang saya dapatkan setelah saya mengamalkan ASR yang 3 hari itu, sakit kepala yang sudah saya rasakan sejak dari SMA dulu mendadak hilang dan tidak pernah kambuh lagi, badan juga terasa lebih sehat.
Kemarin waktu saya sedang berpergian ke Bogor saya kehujanan dan saya menepi sebentar lalu saya membaca ASR kemudian saya tiupkan ke langit dengan niat agar hujan itu berhenti. Dan tak lama kemudian hujan pun reda dan akhinya berhenti dalam hitungan menit. Waktu perjalanan pulang pun hujan kembali turun, pada waktu hujan berhenti saya pun membaca ASR lagi dengan niat agar hujan tidak turun hingga saya tiba di Jakarta dan Subhanallah hanya rintik-rintik kecil padahal langit saat itu gelap dan sesekali diiringi petir dan rintik hujan itupun berhenti. Insya Allah akan saya jaga Ilmu ini untuk kebaikan juga meningkatkan kualitas spiritual saya seperti yang Ki Umar bilang. Terima Kasih ya Ki. Wassalamu’alaikum.
Yth. Rahmat, Indonesia (by email)

Saya ingin cerita tentang khasiat ASR yang pernah saya rasakan. Saya mewiridkan ASR ini dipinggir pantai, tepatnya di dekat dermaga. Saat wirid saya merasakan angin yang berhembus dari pantai terasa hangat seperti uap air panas yang sedang mendidih, padahal waktu itu Kota Bengkulu baru saja selesai diguyur hujan lebat.
Pengalaman yang lain, kerena tidak percaya kalau ASR bisa merusak komponen mesin motor maka iseng-iseng saya baca ASR 3x, keesokan harinya motor langsung ditarik dibawa ke dealer resmi, gara-gara pengapiannya rusak. Dua hari motor saya nginap didealer, hehe…
Yang terakhir, karena niat mau menghentikan hujan lalu saya baca lagi ASR, tidak berhenti tapi hujannya agak reda, namun sekali lagi motor saya kena imbasnya. Kali ini yang rusak klep bagian dalam mesin, dan nginap lagi motor saya didelaer.(26 Maret 2011)
Malam ini saya agak extream untuk mencoba ASR ini. Biar tambah yakin kalau ilmunya sudah merasuk ke tubuh, maka saya tes untuk kekebalan. Saya pakai pisau dapur yang biasa saya gunakan buat potong sayur sehari2, hehe.. Awalnya agak takut, tapi sudah niat maka saya coba juga, cara saya kencangkan otot lengan sebelah kiri lalu dituip dengan ASR 3x, lalu syat!!! Karena takut saya penjamkan mata. Terus saja sayatkan ke lengan! Makin keras makin saya pejamkan mata. Saya buka mata, Alhamdulillah..selamat!! Cuma kulit gores terkelupas tapi sama sekali tidak berdarah.
Yth.Deri, Indonesia, 11 Mei 2011 (by blog)

 

—oOo—

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

942 komentar di “ASMA’ SUNGE RAJEH

  • kasran mengatakan:

    Assalamualaikum wr wb ki umar.
    Stelah pengiriman donasi kitab langkah pendaftarannya masuk dikolom mana ki,untuk mengirim alamat rumah kita? Saya udah punya nip ki.120811491.

  • heru mengatakan:

    assalamu akaium wr wb ,ki saya bisakah minta bantuan sama ki umar untuk mengajari saya ilmu hak yang sesuai syar’i,kerna saya sdh belajar tapi belum berhasil,bahkan saya sudah coba dengan tanfer ilmu ghaib dengan bayaran mahal tapi belum berhasil padahal saya sangat membutuhkan kerna di rantau,bertemu banyak suku yang berbeda karakter,bahkan serinng terjadi persinggungan walau itu persoalan spele,bahkan saya merasa was2 dengan seringnya terjadi keributan antar suku,yang tidak dipublikasikan ke umum, untuk menjaga supaya keributan tidak melebar .maka dengan ini saya menunggu saran dari ki umar.wassalam

  • rajscorpion mengatakan:

    Terima kasih atas jawabannya Ki. Semoga Saya akan lebih bijak memandang sesuatu, tidak hanya dari satu sisi.