Peran GURU


PETUAH GURU & ISTIQOMAH


Memang harus diakui belajar ilmu spiritual membutuhkan kesabaran dan keuletan. Salah satu kunci suksesnya adalah Peran Guru dan Istiqomah.

PERAN SEORANG GURU

Seorang guru memiliki peran yang sangat penting. Kita tahu bahwa ilmu spiritual bukan seperti ilmu nalar seperti dibangku sekolah yang cukup dipahami dan dimengerti.

Namun ilmu spiritual suatu ilmu yang berbeda, ilmu spiritual tidak cukup hanya dimengerti dan dipahami oleh akal pikiran (olah pikir). Tetapi juga harus bisa merasakan (olah rasa). Disinilah peran seorang guru bisa memberikan petunjuk agar kita mampu memahami dan merasakan segala efek khasiatnya.

Mempelajari Ilmu spiritual berhubungan dengan dunia batin dan ghaib. Segala sesuatunya masih samar bagi kita, jadi perlu pembimbing yang bisa menuntun agar tidak tersesat. Tidak merusak akidah kepada Tuhan YME. Orang bijak mengingatkan: “barang siapa yang belajar ilmu hikmah (spiritual) tanpa guru, berarti ia telah menunjuk setan menjadi Gurunya”. Sebab yang ingin diraih dari belajar ilmu spiritual bukan sekedar sakti atau kebal, tapi bisa mengenal Diri yang Sejati. Pondasi penting untuk menelusuri Sangkan Paraning Dumadi.

Belajar ilmu spiritual tanpa guru adalah bentuk Kesombongan dan Keangkuhan. Nafsu tersembunyi. Harus diwaspadai. Tengoklah para guru, alim ulama, para syekh, mursyid, para Nabi dan Rasul. Semua dibimbing oleh seorang guru.

Nabi Muhammad SAW dituntun Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Nabi Musa as dibimbing oleh Nabi Khidir as. Para sahabat dibimbing oleh Nabi SAW. Para WaliAllah dibimbing oleh Guru-guru spiritual pendahulunya, contohnya (walisonggo) Sunan Kalijaga dibimbing oleh Sunan Bonang. Sunan Bonang pun dibimbing oleh Guru sebelumnya. Syech Ibn Qoyyim Al Jauziyah berguru kepada Syaikhul Islam Ibn Taimiyah selama 16 tahun. Masih banyak contoh yang lain. Mereka semua bisa mencapai derajat spiritual yang tinggi seperti itu, tak pernah lepas dari bimbingan seorang Guru.

Jadi diri kita yang masih awam ini, mau membuka hijab keghaiban diri dan mencapai derajat spiritual yang tinggi tanpa seorang Guru?? Naif sekali, jawabnya.

Dengan didampingi seorang Guru, ilmu menjadi lebih cepat dikuasai. Segala kendala yang terjadi selama belajar ilmu bisa dicarikan solusinya. Maka carilah guru yang benar-benar telah menguasai ilmu yang diijazahkannya.

Istilah “gila karena belajar ilmu ghaib” itu sebenarnya disebabkan karena selalu gagal belajar ilmu spiritual. Lalu otak tidak bisa lagi membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Merasa sering diberi wangsit (bisikan ghaib) padahal kenyataannya sedang menuruti bisikan hawa nafsu sendiri. Lama-lama jadi terganggu syaraf pikirannya (stress/gila).

Oleh karena itu jika ingin belajar ilmu spiritual carilah seorang guru yang bisa memberi petunjuk dan membimbing jalan spiritual kita. Perkembangan jaman dan teknologi telah memberi berbagai kemudahan. Bisa belajar secara online, tanpa bertatap muka. Yang penting tetap dibimbing dengan baik dan benar. Semoga jalan spiritual anda lebih terbuka lebar.

AMALKAN ILMU DENGAN ISTIQOMAH

Setelah mendapatkan guru, kemudian amalkanlah tuntunan ilmunya dengan istiqomah. Milyaran ilmu dihamparkan Tuhan YME di alam ini. Tengoklah saja di internet, betapa banyak ilmu spiritual yang sudah dijabarkan para Guru. Apakah harus mempelajari semua? Tentu saja tidak. Amalkan satu atau dua ilmu saja yang paling tepat untuk diamalkan. Kemudian dawam-kan amalan tersebut dengan istiqomah.

Mengamalkan satu ilmu dengan istiqomah adalah lebih baik daripada punya banyak ilmu tapi tidak istiqomah, atau bahkan tidak pernah diamalkan sama sekali. Jangan takut dengan orang yang seakan-akan memiliki banyak ilmu, tahu ilmu ini – ilmu itu. Tapi waspadalah kepada orang yang telah menguasai 1 ilmu dengan sempurna.

Ada sebuah pengalaman, ketika remaja saya pernah belajar kepada seorang sesepuh, beliau hanyalah orang desa, tidak punya pendidikan formal, tidak bisa baca tulis Arab Quran, apalagi menghafal hizib, ratib dan Asma. Bekalnya dalam membantu orang yang kesusahan dan menaklukan alam hanya dengan 1 japa-mantra Jawa (doa dalam bahasa Jawa) yang ia sering hafalkan sejak remaja. Bahkan isinya adalah semacam doa keselamatan ketika perang menghadapi para penjajah. Tapi bila ada pasien dengan keluhan apa saja, mulai dari kesehatan sampai susah rejeki, yang ia baca cuma itu saja. Kenyataannya tetap terbukti mustajab (berhasil).

Tidak ada ilmu spiritual yang lebih hebat dari ilmu spiritual yang lainnya, bila tidak diamalkan dengan tekun / istiqomah.

Terkadang kita lebih sering diperbudak nafsu, terus mengejar dan mencari semua ilmu, setiap hari surfing di internet, tekan copy-paste & refresh (F5) berharap ada posting ilmu-ilmu yang baru. Tetapi malah terlena, lupa untuk mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Hari berganti hari, usia semakin bertambah, raga sudah semakin tua tidak kuat lagi untuk diajak puasa dan tirakat, nikmat sehat berganti sakit. Akhirnya tidak ada satupun ilmu yang dikuasai sampai menjelang akhir perjalanan hidup.

Maka selagi kita masih diberikan nikmat sehat dan kelapangan, segeralah amalkan ilmu. Jika ada kendala, konsultasilah kepada sang pengijazah. Semoga ilmu yang anda amalkan dengan istiqomah bermanfaat saat dibutuhkan hingga akhir hayat kelak.

Nuwun,


Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

54 komentar di “Peran GURU

  • pendekar mengatakan:

    Ki terima kasih Pencerahannya…sungguh mnyentuh hati terdalam saya…kini saya faham kenapa guru saya brkata “ilmu mah jangan banyak” sedikit yang penting berkah” + wlwpun hnya mmbaca BISMILLAH tapi jika di amalkan dgan istokomah dan sungguh” maka lihatlah hasilnya….
    gara” saya mngamalkan banyak ilmu, sholat jadi terburu”,ngaji AL-QUr’AN juga malas,krena wktu habis hnya untuk merapal mantra” dan wirid…
    apalagi saya sllu mencari brbagai macam asma,yg 1 belum slesai muncul lagi asma yg lbih hebat…wach saya jdi pusing gara” nuruti hawa nafsu…hehehe
    baiklah ki terima kasih pencerahannya kini saya tau dan faham…
    moga ki umar tetap dalam lindungannya AMIINN…
    dan mohon sekiranya ki umar mau membimbing saya….

    nuwun…

  • sarihunhasan mengatakan:

    Ass.
    Ki.. saya ini kok selalu ditolak ketika mengutarakan niat untuk belajar . Pernah ke Guru teman saya, saya pun di tolak dengan alasan katanya beliau tidak menerima wisik tentang saya.
    Tapi beliau tidak marah ketika saya belajar pada teman saya yang menjadi murid beliau. Beliaupun tetap menyuruh saya datang ke kediaman beliau sesuka saya, walau kadang ketika saya di kediaman beliau, saya hanya disuruh-suruh menyiapkan keperluan berlatih murid beliau, pernah disuruh ambil air di tempat wingit. mencari bunga (tidak boleh beli), menyiapkan minum dsb. Menurut Aki .. ada apa dengan diri saya ini ya ?? kok tidak ada yang mau menerima saya jadi murid .

    salam ta’dzim.

  • Ki UmarJogja mengatakan:

    Salam rahayu

    @pendekar: Semoga bermanfaat.
    @sarihunhasan : berapa umur anda?

    Nuwun,

  • sarihunhasan mengatakan:

    Ass.
    Umur saya 30 th.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Jika dilihat dari umur, anda sudah diperbolehkan mempelajari ilmu hikmah keghaiban. Namun selain dipandang dari umur, biasanya juga dilihat dari kedewasaan (pola pikirnya), pengendalian emosi dan yang pasti tabiat / karakter anda. Biasanya Guru enggan menerima calon murid yang mudah emosi, cepat membantah & menyanggah (suka berdebat), atau memiliki tabiat yang kurang baik.
      Ada juga Guru yang menerima berdasarkan ilham yang terbesit di hatinya. Sebab pandangan batinnya tidak lagi terhijab (mukasyafah) bisa tahu baik dan buruknya keadaan calon murid dimasa mendatang. Bila bersilaturahim dengan guru ini, maka kita bersabar saja.
      Terakhir, mohon maaf, ada juga guru yang tidak menerima murid yang cacat fisik atau mental.

      Nuwun,

  • Abdillah mengatakan:

    Assalamualaikum wr wb Ki,

    Apa pendapat aki orang yang berguru melalui internet tanpa pernah bertentang mata dengan guru nya?

    nuwun

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Bisa saja, yang penting dibimbing dengan baik dan benar. Sering berkonsultasi dan tanya-jawab bila tidak mengerti. Sebaiknya murid tidak menyimpulkan sendiri, segala kejadian yang dialami selama masih mengamalkan keilmuan.

      Tetapi saya pun mengakui, bahwa belajar ilmu hikmah yang sempurna adalah dibimbing langsung / bertatap muka dengan Guru. Banyak kelebihan yang didapat, meminimalkan kesalahan saat menjalankan tuntunan ilmu.

      Dari pengalaman, saya pernah memberikan bimbingan jarak jauh, tahun 2004, dan berhasil, mereka kini telah menjadi paranormal didaerahnya, membantu orang kesusahan dengan bekal ilmu hikmah Rasa Sejati ini.

      Nuwun,

  • Nubuwuah mengatakan:

    Salam guru Ki Umar..

    Agak cantik penjelasan Ki… saya agak insaf…dan menyedari akan kebenaran keterangan Ki…

    memang benar kata Ki,.. dulu saya terlalu cepat meminta ilmu.. belum mahir satu ilmu dah meminta ilmu yg lain..sehingga guru tersebut menjauhi diri dari saya dan rakan2… akhirnya semua ilmu tidak diamalkan kerana terasa berat disebabkan terlalu banyak…akhirnya bosan mengisi dihati…

    kini.. saya masih gilakan ilmu tetapi agak waspada.. tidak terjadi seperti dulu… saya takut terjadi kesalahan lagi…mungkin kematangan puncanya…

    semoga saya istiqamah…doakan aja Ki…

  • neo mengatakan:

    salam ki..sy dapat rasa keiklasan ki mengajar ilmu dalam blog ki..sy rasa sungguh terharu atas kaiklasan ki…sy juga mohon banyak kemaafan jika ada silap sy pada ki secara sengaja atau tidak….assalammualaikum

  • rizky mengatakan:

    assalamualaikum ki umar…….
    kmrn keluarga saya kena kiriman brg gaib d perutnya kakak saya,pas d ambil orang ngerti itu ki…..
    berupa kain yang d pocong dan d buka itu isinya paku panjangnya 5cm dan ada abu dupa dan kainya ada tulisanya gini
    “salah satu keturunanmu akan mati pada tanggal 7 12 2010 satu persatu kuhabisi dan bersiap-siaplah jadi tumbal persyaratan yang kami lakukan
    sesudah keluargamu mati potong kambing lorek dan bancaan 101 wadah”
    dan saya tanyaakan d sini ki itu buat persyaratan apa ya?
    kok tega-teganya keluarga saya mau d bantai kayak gitu,,,,,,,,
    dan pelakunya siapa ya?
    mohon bantuanya ki umar
    terima kasih.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Hehehe…Jangan khawatir, saya meragukan kebenaran ancaman tersebut. Silahkan amalkan wirid ilmu anti sihir (Laqod jaakum..dst) bila anda merasa takut.

      Nuwun,

      • rizky mengatakan:

        di liat yang bener ki……..
        kami skeluarga takut ki…..
        coz ada yang bilang itu ancaman bukan isapan jempol belaka???
        gimana solusinya ki……..

  • Ki UmarJogja mengatakan:

    Salam,

    @Rizky : Lah..anda itu lucu. Apakah saya harus menjawab “iya” agar anda terima dan puas.

    Jika anda tidak percaya dengan saya, ya silahkan, itu hak anda. Jika anda percaya kata dengan “orang pinter” (paranormal) tersebut, ya itu juga hak anda. Anda percaya dengan dukun atau ustad A, B, C, diberi solusi mencari sarana ini-itu sebagai sesaji dan tangkal, itu juga terserah anda.

    Yang pasti, semakin anda takut dengan ancaman santet seperti itu, maka langkah hidup anda akan selalu dibayang-bayangi prasangka. Jika terjadi kejadian kecelakaan / sakit / bangkrut atau hal tidak mengenakan lainnya, lalu dihubung-hubungkan dengan santet tadi. Pikiran sudah didungukan oleh siak wangka. Akhirnya menuduh si A, si anu, si fulan sebagai pelakunya. Padahal semua itu bisa jadi disebabkan kelengahan dan keteledoran semata. Akibat tidak pernah intropeksi dan mawas diri.

    Bukankah lebih baik jika anda menjadi pribadi yang kuat, yang senantiasa berpikir positif, penuh optimis dan berdoa mengharap perlindungan Tuhan YME? Daripada menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk meladeni ancaman konyol semacam itu.

    Nuwun,

  • d2g mengatakan:

    asalamualaikum ki,
    mw tanya, ki jika kita belajar ilmu-ilmu gaib/kebatinan dari buku2 primbon tanpa adanya bimbingan guru, ada efek nigatifnya atau menyebabkan gila ki. tolong kasih pencerahannya ki..terimakasih

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Efek secara ilmu tidak ada. Tetapi efek akibat anda salah menyimpulkan segala yang terjadi selama dalam mempelajari ilmu, sangat besar kemungkinannya. Itu yang berakibat “gila”.

      Lebih baik anda belajar langsung dengan seorang Guru. Buku atau kitab hanya bersifat dogmatis, tidak bisa diajak berkonsultasi (kecuali ada alamat pengarangnya yang bisa dihubungi untuk berkonsultasi). Buku tidak bisa memberi solusi bila terjadi kendala selama anda mempelajari ilmu ghaib tersebut. Buku tidak bisa menilai seberapa besar peningkatan spiritual yang telah anda capai.

      Lain halnya bagi yang sudah senior dalam ilmu ghaib. Ia bisa langsung mengamalkan ilmu dari kitab, dengan bekal pengalamannya selama ini, bisa dijadikan standart belajar. Kitab boleh dipelajari pribadi bila kitab hanya bersifat sebatas pengetahuan, bukan amalan. Selain kitab itu lebih baik mencari pembimbing atau Guru. Semoga jalan spiritual anda lebih terbuka lebar.

      Nuwun,

  • Bocah@Ireng mengatakan:

    Salam tadzim kagem ki umar,

    1. kalau saya mau belajar sama ki umar
    Bagaimana cara yah ki?
    2. Pendapat njenengan ttg banyaknya yg posting keilmuan itu bagaimana ki?

    Ki… Klu bisa mohon diterawang dulu badanku cocok kah dg ilmu dari njenengan… Makasih :)

    Matur nuwun ki :)

  • Ki UmarJogja mengatakan:

    Salam pamuji rahayu

    @Yth: BocahIreng: Terimakasih telah berkenan berkunjung di blog Rasa Sejati. Semoga bermanfaat.

    - Setiap pembaca yang berniat serius ingin mengamalkannya (paham 4 perkara), maka dengan ikhlas saya persilahkan untuk mengamalkan ilmu-ilmu disini.

    - Selama tidak ada ilham yang saya terima dari terawang diri anda, seperti redupnya aura akibat sangkal atau efek ilmu hitam, maka insyaAllah diri anda selaras / cocok untuk mengamalkan ilmu disini.

    - Tentang maraknya posting keilmuan, itu adalah hal wajar. Dulu tahun 90-an, di Indonesia marak dengan peredaran buku-buku Mujarobat. Banyak orang, kyai, ustad, dukun, paranormal yang men-sharing keilmuannya dengan membuat buku, baik ilmu yang sejati ataupun hanya sekedar salin dari Kitab Mujarobat dari Timur Tengah.

    Kemudian di tahun 2000 ini, ketika teknologi internet sudah marak, banyak guru, praktisi supranatural, ataupun orang awam yang mengsharing keilmuan yang dimilikinya via internet. Sama juga, ada ilmu yang sejati dan ada juga yang sekedar copy-paste dari buku Mujarobat atau web lain.

    Ini sudah menjadi kenyataan, kita harus pintar mensikapinya. Ilmu hikmah keghaiban itu lebih mudah ditulis tapi susah untuk diamalkan dan dikuasai. Maka jika ingin mengsharing / posting ilmu dalam suatu forum untuk ditularkan kepada orang lain, sebaiknya ilmu yang benar2 telah dikuasai. Setidaknya sudah diamalkan. Jangan sekedar cuma salin dari kitab, atau copy-paste dari web lain. Sungguh tanggung jawabnya sangat besar.

    Begitu juga dengan anda yang tertarik ingin mengamalkan, pilihlah Guru pengijazah yang bisa menjadi pembimbing selama menjalankan keilmuan tersebut. Agar jika ada kendala, efek ghaib, diharapkan dengan pengalaman sang pengijazah bisa memberikan solusi.

    Semoga anda sekalian senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

    Nuwun,

  • zenzen masih mencari berkas mengatakan:

    ki…saya pernah menbaca kata2 “bila belajar ilmu tidak ada mursyidnya (guru) maka yang syetan yang menjadi gurunya” maaf kalau salah…kebanyakan orang yang saya kenal ( yang punya kelebihan spritual) mempunyai guru ghaib yang membimbing ilmu mereka…klo boleh saya tahu bagaiman membedakannya apakan syetan atau bukan…

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Yang pasti sebelum anda melangkah ke taraf itu (bertemu Guru Ghaib) pondasi spiritual anda harus kuat terlebih dahulu. Sebaik-baik pondasi spiritual adalah dengan membekali diri dengan ILMU dan NGELMU. Kelak anda akan mengerti dan bisa membedakannya, bahkan tidak membutuhkan kehadiran mereka (sbg khodam). Kecuali hanya saling berpesan dalam kebaikan dan taqwa.

      Nuwun,

  • subekti mengatakan:

    ass
    maaf bukannya saya lancang,tapi setau saya ilmu seperti itu tidak ada dalam syariat islam,dan masalah peranormal bukankah rasul saw melaknat seorang paranormal/dukun/kahin rasul saw bersabda: barang siapa mendatangi kahin/dukun/paranormal dan sbg tidak diterima shalatnya 40 hari.
    seperti rasul perang badar/uhud rasul dan sahabatnya tidak pernah menggunakan ilmu kekebalan bahkan rasul giginya patah,dan ilmu lari secepat angin untuk mempercepat perjalanan
    itu pun tidak pernah diajarkan padahal rasul sangat membutuhkan ilmu tsb.bayangkan rasul ketika berdakwah disuatu daerah dia membutuhkan waktu berhari-hari dgn unta dan berjalan padahal ia butuh ilmu berjalan cepat dan ketika rasul dilempar batu rasul pun terluka
    rasul bersabda brang siapa yg enggan dgn sunahku bukanlah termasuk golonganku maaf kalau saya lancang wasalam

    • Nubuwuah mengatakan:

      salam saudara Subekti…

      Memang saya seorang awam untuk memberikan pendapat bernas kepada saudara… tapi yg lebih penting… nilai sesuatu itu dgn ilmu…. dan bukan dgn kejahilan…

      kerna hanya orang berilmu saja tahu nilainya sebutir permata… harap maaf jika menyinggung perasaan sesiapa..

  • Sugeng mengatakan:

    Betul juga ya saudara ini

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Kepada Yth.sdr Sugeng = Subekti.

      Apanya yang betul? Jika anda berdakwah selalu membenarkan diri sendiri macam ini, artinya diri anda masih berbalut EGO. Bagaimana mungkin hati bisa melihat Tuhan jika diri masih sering diperdaya ego ke-aku-an semacam ini. Ibarat debu hitam yang menempel di cermin hati, jika cermin hati kotor bagaimana mungkin bisa memantulkan cahaya ilmu Tuhan.

      Inilah sebabnya jaman sekarang banyak orang menyeru kepada agama tetapi sedikit sekali yang melekat dihati pendengarnya (jamaah), sebab seruannya hanya dilisan, keyakinan akan agama hanya sebatas baca buku & kitab sedangkan hatinya masih jauh dari cahaya ketuhanan maka tiada sampai nur hidayahnya di hati jamaahnya.

      Seorang ahli dunia (atheis) bertanya : Jika benar bahwa mereka (Muhammad dan para rasul) adalah utusan Tuhan, mengapa dia tidak memohon kepada Tuhannya untuk diberikan harta kekayaan yang banyak agar dakwahnya lebih mudah? Bukankah dia hamba kekasih Tuhan? Bukankah setiap doanya dikabulkan oleh Tuhan? jika dia pintar seharusnya akan minta bekal (materi) yang banyak untuk kesuksesan dakwahnya.

      Pemahaman anda tentang ilmu kesaktian juga sama jawabannya dengan pertanyaan diatas.

      Sebenarnya tidak layak bagi para Nabi, rasul dan para pejalan spiritual yang telah mencapai derajat (maqom Rasul, Nabi dan Wali) seperti mereka itu lalu mengejar dunia dengan segala isinya. Oleh sebab itu mereka tidak mengejar kekayaan atau memakai kesaktian.

      Namun seorang Rasul, nabi dan Wali tidak melarang seorang hamba bertabarruk kepada Tuhannya melalui asma dan ayat suci untuk mengatasi permasalahan hidupnya. Bahkan dengan apa yang ada diri Nabi Muhammad SAW seperti keringat, rambut dan barang2 peninggalannya. Semua dimaklumi sesuai dengan kadar keimanan atau tingkatan spiritual para hamba tersebut.

      Jika saja anda mau membaca dan memahami dengan seksama keilmuan yang kami jabarkan disini, anda pun akan mengerti bahwa seringkali saya mengatakan bahwa puasa, wirid, hizib, asma, doa-mantra bukanlah inti dari ilmu ghaib (kejadian diluar adat). Semua itu hanyalah sarana untuk bertabarruk dan membiasakan diri selalu menggantungkan diri kepada Tuhan.

      Segala khasiat yang terjadi dan tertulis disini adalah pengalaman dari para pengamal ilmu dan para Guru pendahulu. Berawal ketika problematika kehidupan menerpa diri, sebagai hamba beragama yang meyakini kebesaran Tuhan maka ia akan berusaha untuk mencari jalan keluar secara lahir dan batin (usaha dan doa).

      Tentu saja tiada satupun agama didunia ini yang tidak menawarkan jalan keselamatan & solusi bagi penganutnya. Begitupula dengan Islam. Maka para Guru memberikan amalan yang diambil dari kitab Suci, Asma Allah, Doa-doa para Nabi dan waliAllah untuk diamalkan. Sebagai salah satu solusi batiniah dalam menyelesaikan problematika kehidupan diri sang hamba. Inilah yang dimaksud mu’jizat Al Quran bisa dinikmati, dibuktikan oleh siapa saja, dijaman apa saja. Dari keberhasilan mereka para pengamal itu lalu ditulislah menjadi berkhasiat ini-itu.

      Anda membawa hadist Nabi, pertanyaan saya apakah anda tahu siapa yang dimaksud dengan “kahin” dalam budaya Arab? Apa perlu saya jelaskan juga arti sesungguhnya Paranormal, Dukun, Phandita dalam budaya Indonesia. Banyak orang salah kaprah tentang istilah-istilah ini. Seperti halnya banyak orang menvonis belajar ilmu spiritual semacam ini adalah klenik. Padahal yang termasuk dalam kategory ilmu klenik itu sebenarnya adalah Agama. Lah..definisi klenik saja tidak tahu, akhirnyapun salah kaprah.

      Tidak mengherankan jika Guru pendahulu kami hanya tertawa kecil melihat tingkah laku para pemuka agama yang mengatakan seperti itu. ““Orang yang mengatakan klenik itu khan orang yang belum mengerti dan tidak mau belajar” mengutip kata mendiang Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ (Paraspikolog & ahli Horoskop Jawa).

      Mereka cepat menvonis tanpa dasar ilmu pengetahuan. Para jamaahnya juga taklid (fanatik buta) kepada para pemuka agamanya, hanya lantaran sudah terkenal, kondang, terlihat sepuh dan alim. Padahal para Nabi dan rasul saja walaupun mereka terbebas dari dosa (ma’sum) tetapi tidak lepas dari kesalahan layaknya manusia. Oleh sebab itu Allah berfirman untuk selalu memeriksa kembali setiap berita yang didengar.

      Contohnya dulu para pemuka agama mengecam David Copervield, pesulap yang divonis bersekutu dengan setan, berkhodam ribuan JIN dan pemuja setan, nyatanya adegan sulap yang dilakukannya adalah trik tanpa perlu ilmu ghaib apalagi JIN.

      Tuduhan yang salah sangat berbahaya, nyawa taruhannya. Masih ingat di Eropa abad pertengahan pernah terjadi pembantaian terhadap orang-orang yang katanya pemakai ilmu sihir (magician). Beberapa tahun lalu di Jawa Timur juga terjadi tragedi serupa, banyak kyai dibunuh Ninja, sebab katanya mereka bersekutu dengan khodam JIN dan mengajarkan sihir. Maka hati-hati jika menggunakan istilah kahin, dukun, paranormal, phandita dsb pada diri seseorang.

      Nuwun,

  • Subekti mengatakan:

    (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib,
    Allah tidak memperlihatkan yg ghaib kepada seorang pun itu, kecuali kpd rasul yang diridhainya
    ( QS AL JIN : 65 )
    Istilah kahin = orang yang sok mengetahui akan masa depan contoh asma sirr yg anda tulis bisa melihat masa depan, orang yg sok mengetahui masa depan = menyetarakan dirinya dgn Allah,
    sesungguhnya tidak ada yg mengetahui masa depan kecuali Allah dan kalau bisa pun itu terjadi itu informasi dari setan yg mencuri rahasia langit ada dlm hadis saya lupa kebanyakan juga dukun meminta bantuan sama jin untuk berbagai hal
    padahal itu dosa lihat surat al jin ayat 6
    trus dan kahin juga sok mengtahui alam ghaib padhal ayat diatas sudah jelas allah tiidak memperlihatkan hal ghaib.
    kalu paranormal yg bertakwa dia tidak mungkin menerawang masa depan

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Nabi SAW pernah melihat masa depan. Bahkan para alim, syech dan guru yang sholeh juga sering diberikan pengelihatan masa depan. Walaupun mereka ini tidak pernah memintanya. Jika mereka (sebagai sesama manusia) bisa mengalaminya lalu mengapa kita tidak bisa??

      Asal anda tahu, menerawang masa depan itu bukan merupakan rahasia. Justru orang seperti anda yang membuat pemahaman ilmu semakin diselimuti mitos. Seolah-olah merasa buntu dan tidak bisa dirasionalkan kemudian menfatwakan sesat, bid’ah dan klenik. Berlindung dibelakang ayat dan hadist yang ditekuk-tekuk sesuka hati dan nafsu ego pribadi. Terlena dengan keagungan cerita-cerita kehebatan para ulama / wali terdahulu. Seharusnya anda berpikir : Jika mereka bisa mengalaminya lalu mengapa kita tidak bisa?? Apa rahasia dibalik waktu (Masa lalu, sekarang dan masa depan)??

      Andai saja anda mau membuka diri, tidak menilai hanya sebatas dari setetes ilmu yang anda miliki, tidak cepat menvonis dengan dasar “menurut saya”. Niscaya ilmu dan wawasan anda akan semakin bertambah.

      Kita ini umat muslim, diwarisi mukjizat Al Quran tetapi jarang sekali mengkajinya secara objektif. Justru para ilmuwan barat (nonmuslim) banyak melakukan penelitian-penelitian membedah rahasia alam dan seisinya sampai dengan misteri dimensi WAKTU. Tengoklah teori-teori Einstein dan para ilmuwan yang berusaha menyingkap misteri waktu. Bisa dikatakan hasil kesimpulan akhirnya bisa selaras dengan Al Quran. Sementara kaum muslimin sendiri hanya puas dengan petuah-petuah lama dan malas mengkaji kembali.

      Saya berikan sedikit pengetahuan analogi menyingkap misteri waktu dan masa depan. Karena saya bukan ilmuwan, tentu saja saya jelaskan dengan cara pandang Supranaturalis bukan dari sudut pandang Sains.

      Kami para praktisi supranatural berusaha menghayati dan memahami misteri Jagad Kecil dan Jagad Besar. Dengan sejiwa dengan alam semesta (Jagad Besar) disinilah awal terbukanya pemahaman akan misteri alam. Bahwa sesungguhnya apa yang akan terjadi di alam ini selalu ada tanda-tandanya. Hanya manusianya saja yang tidak peka menangkap sinyal alam ini. Kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa / bersejiwa dengan alam.

      Contoh mudah, seorang pelaut handal tahu bahwa akan terjadi badai hanya dengan melihat perubahan awan, angin dan deru ombak. Begitu pula dengan semua kejadian di alam dunia ini. Bencana, perubahan musim, perang, ekonomi, kematian dll semua ada tandanya. Sebab inilah Allah itu disebut sebagai YANG MAHA BERILMU. Apa yang Dia ciptakan tidak terjadi begitu saja, seperti “bim salabim” lalu sekonyong-konyong jadi. Tetapi segalanya melalui suatu proses atau mekanisme agar bisa dipelajari. Dan akhirnya lahirlah yang namanya ilmu pengetahuan yang biasa anda pelajari dibangku sekolah itu. Ilmu Sejarah, ilmu Sains, ilmu Ekonomi dan sebagainya.

      Sampai sekarang pun Dia masih menciptakan alam seisinya, termasuk apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, sebab DIA adalah YANG MAHA PENCIPTA. Maka tiada pernah berhenti DIA berkarya.

      Maka sadarilah misteri akan terjadinya ciptaan-ciptaan itu. Niscaya anda semua bisa meraba-raba / menerawang / mengira-ira ciptaan (kejadian) seperti apa yang bakal terjadi dikemudian hari. Sampai disini kita menyadari bukan sebagai manusia yang sok tahu bisa melihat masa depan tapi hanya sebagai “penerima” sinyal tanda alam. Bukankah anda semua ini dikarunia AKAL olehNYA?!

      Dari AKAL itulah yang membentuk kata bulat jadi bergambar “O”. Dari Akal itulah yang melahirkan desain huruf dan tulisan yang berbeda setiap suku bangsa. Dari AKAL itulah yang membuat kesimpulan akan suatu hal yang dipikirkan dalam otaknya. Dari AKAL itulah orang bisa mendendangan lagu, musik, mengambar dan melukiskan keadaan hatinya. Dari AKAL itulah saya bisa mengatakan ini-itu sesuai dengan sinyal yang saya terima dalam otak (pikiran) saya. Semua hanya berawal dari gelombang yang masuk ke otak, lalu AKAL manusia yang “mewujudkan” gambarannya. Ada yang mengambarkan dengan konkret dan adapula dengan bahasa kiasan. Maka jangan heran jika setiap paranormal (atau orang yang diberi ilham) bisa berbeda-beda menafsirkan sinyal masa depan tersebut. Tergantung pemahaman ilmu / akal-nya.

      Dari situlah kita bisa mengerti arti kata “ghoib” yang sesungguhnya. Paham maksud kata “ghoib” dalam ayat yang anda sebutkan itu. Silahkan simak di artikel “Kajian Definisi Ghoib”. Mungkin ghoib bagi anda dan orang yang belum tahu, tetapi tidak ghoib bagi orang yang sudah mengerti. Oleh sebab itu saya hanya tersenyum saja bila ada orang memvonis sesat-lah, bid’ah-lah, klenik-lah dsb. Seperti kata mendiang Ki Hudoyo Doyodipuro : “orang yang mengatakan klenik itu hanya orang yang tidak mau belajar”. Hehehe…

      Semoga anda semua senantiasa diberikan pemahaman dan ilmu yang banyak oleh Allah ta’ala.

      Nuwun,

  • toto mengatakan:

    Punten Ki. mohon izin nyimak. Pencerahan yang luar biasa bagus. Vonis bid`ah, sesat kok gampang sekali dilontarkan pada orang lain sepertinya sudah punya otoritas mewakili Tuhan untuk memberikan vonis tersebut. Mbok yo ojo ngono. mending kalau menganggap orang lain sesat do`akan saja agar memperoleh hidayah jadi nambah seduluran. Ma`af ki saya ikut lancang memberikan tanggapan.
    Nuwun

  • choky tan mengatakan:

    ki dari koment2 di atas saya terharu ki,,,,

    saya yakin ki adalah guru sejati ………

  • r.wijaya mengatakan:

    salam pamuji rahayu,

    Ki, saya pernah dengar tentang puasa yg waktu sahur atau berbuka tidak boleh makan makan yg dimasak (seperti buah yg benar2 masak di pohon) minum air kelapa (degan)/air putih mentah. apakah puasa tersebut mempunyai manfaat sama dengan puasa mutih? mohon pencerahannya
    matur nuwun

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Serupa tetapi tidak sama. Amalan puasa seperti itu lebih mirip Puasa Ngidang. Yaitu jenis puasa vegetarian, tetapi yang dimakan mentah. Penghayatan akan pengamalan jenis puasa seperti ini akan menumbuhkan kesatuan jiwa dengan alam.

      Para nenek moyang belajar dari apa yang ada dialam. Misalnya bila ingin lari secepat Kidang atau Rusa maka amalan lelaku yang dijalankan hanya makan rerumputan / dedaunan dan air mentah tawar layaknya kehidupan Rusa. Itulah sebabnya dalam Aji Mantra Jawa Supiangin (lari secepat angin) memakai amalan puasa jenis ini.

      Dan ini tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi orang-orang Indian, China dan suku-suku dibelahan dunia lain juga hampir sama. Masih ingat di China ada Jurus Ular, Jurus Bangau dan lain sebagainya, mereka juga belajar dari alam.

      Nuwun,

  • deri mengatakan:

    angkat saya menjadi murid ki, saya remaja berumur 19 tahun, sudah tertarik mempelajari ilmu ghaib sejak 17 tahun, tapi kemaren saya masih bodoh ki, tidak tahu betapa belajar ilmu ghaib itu perlu bimbingan seorang guru, saya harap ki umar mau menerima saya sebagai murid, paling tidak berikan dahulu saya pencerahan seputar ilmu ghaib.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Monggo, mari kita belajar bersama-sama dalam menelaah ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta ini. Di blog ini duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Bila saya banyak bicara dalam forum ini, bukan berarti saya yang paling benar atau paling pintar. Saling melengkapi saja sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Semoga melalui blog ini kita mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman.

      Nuwun

      • Deri mengatakan:

        Amin ya Rabbalallamin. . .
        terima kasih byk guru, sekarang saya mengerti bahwa peran guru merupakan unsur utama dalam belajar,,,

      • Deri mengatakan:

        Assallamualaikum wr wb

        Rasanya baru kemarin saya yg bodoh ini meminta Ki Umar utk menjadi guru. Hehe…

        Bulan Desember 2010 sya nyasar diblog ini dikajian ilmu pengasihan. Tgl 12 Febuari 2011 menjadi pewaris….

        Kajian demi kajian yg ki Umar tulis adalah cermin dari pengetahuan, pengalaman dan ilmu yg telah mampuni… ^_^

        Keep Spirit of Spiritual!

  • m sugiono mengatakan:

    kalau saya tidak bicara banyak karena saya bodoh dulu dan baru pintar orang lain juga begitu bodoh dulu baru pintar malah terkadang tetep bodoh, saya tidak punya apa apa ilmu apalagi, cuma saya yakin bahkan semua yang ada yang bersifat baru yang bernama manusia mau wali syeh nabi atau apapun itu semua ciptaan Alloh cuma ada yang diciptakan yang dibarengkan dg sebab sebab, ada juga yang tidak dibarengkan dg sebab, wujud ciptaan itu ya ALAM SEMESTA INI BESERTA SELURUH ISISNYA, DICIPTAKAN DENGAN DUA CARA SEMUANYA ALLOH YANG MENCIPTAKAN, CUMA ADA YANG DIBARENGKAN DG SEBAB DAN ADA YANG TIDAK COBA FIKIR, ALLOH ITU YANG MENCIPTAKAN BOM NUKLIR, PESAWAT TEMPUR? TAKJUB KALIAN, INILAH CIPTAAN ALLOH YANG DIBARENGKAN DG SEBAB SEBAB, YAITU SEBABNYA MANUSIA MEROBAH SATU DUA ATAU TIGA DST DARI DZAT YANG DICIPTAKAN OLEH ALLOH, MENJADI BOM NUKLIR , MENJADI HANDPONE MOBIL MOTOR, RUMAH, SULIT SAUDARA ITU MENGATAKAN ITU CIPTAAN ALLOH, ANDA SADAR MANUSIA ITU CIPTAAN ALLOH DARI WUJUD GERAK DAN SIFATNYA DAN DZAT SIFAT YANG DIROBAH BENTUK ITU JUGA CIPTAAN ALLOH, APA SALAHNYA MOBIL GAN PESAWAT TEMPUR ITU CIPTAAN ALLOH, ANDA MENGAMALKAN ILMU, ILMU ITU MILIK ALLOH, ANDA SENDIRI ITU MILIK ALLOH GERAK GERIK ANDA DG OTAK TANGAN DAN KAKI ITU SESUNGGUHNYA HASIL PERBUATAN ALLOH /AF”ALULLAH YAITU ALLOH YANG MENGERAKAN KETIKA MULUT ANDA BERGERAK MEMBACA LAVAD , ITULAH SEMUA MERUPAKAN QUGROT IRODZAT ALLOH, SEMUA YAMG DIWIRIDKAN TIDAK PUNYA QUDROT IRODZAT ,HANYA ALLOH LAH YANG PUNYA QUDROT IRODZAT YANG QODZIM, KITA INI BUKAN APA APA DIHADAPAN ALLOH HANYA NAFSU DAN NAFSU, BACALAH DZIKIR NIAT MENCARI RIDHO ALLOH DAN BAROKAH AGAR SEMAKIN DEKAT DENGAN ALLOH. WONG SEMUANYA MILIK ALLOH KOK MAU DI KLAIM, HATI HATI SIFAT ALLOH YANG MENGAWASI DAN MELIHAT KITA DAN GERAKHATI KITA JANGAN SYIRIK.

    • r.wijaya mengatakan:

      @m sugiono : melihat ke dalam diri sendiri dulu

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Memang jika dilihat dari kacamata Hakekat semuanya milik dan hanya ada ALLAH. Tetapi ingatlah kita hidup dialam dhahir, alam nyata, menginjak tanah dunia. Jangan hanya berbekal hakekat saja dalam menapaki hidup. Bisa kacau jadinya. Sekedar contoh, coba bayangkan, bagaimana bila istri anda dipakai oleh orang lain? Hanya karena alasan WONG SEMUANYA MILIK ALLOH KOK MAU DI KLAIM milik pribadi???

      Secara hakekat memang betul hanya Allah yang memiliki Qudrat dan Iradat. Pada hakekatnya “tiada daya dan kekuatan kecuali pada Allah”. Tapi daya dan kekuatan itu telah dijadikan kodrat bagi makhluk-NYA. Dan seperti kita ketahui, makhluk-makhlukNYA (malaikat, jin, manusia, bahkan alam semesta) mewujudkan daya dan kekuatan dari Tuhan itu dalam bentuk yang berbeda-beda. Sehingga kita bisa bergerak dan beraktifitas baik raga, pikiran maupun secara kejiwaan. Itulah kodrat manusia, berikhtiar. Coba bayangkan bila semua hanya bersandar pada hakekat, maka statis dunia ini, tidak berkembang dan mati. Itu menyalahi hukumNYA di alam ini, yang seharusnya serba bergerak dan berubah. Gerak dan perubahan itulah kodrat dan iradatNYA yang ada dalam setiap makhlukNYA.

      Nuwun,

  • Deri mengatakan:

    Saya jadi senang sekali mampir ke blog ini, tiap hari meskipun sesibuk apa selalu saya sempatkan untuk mampir ke blog ini, setiap hari saya selalu membaca kolom interaktif, melihat kalau ada kasus-kasus baru seputar hal ghaib. Senangnya lagi ki umar selalu bisa memberi pencerahan yang baik kepada setiap pengujung. Di zaman yang seperti sekarang ini ternyata ki umar sangat pengertian dan sabar menjawab tiap-tiap pertanyaan. Tiada kata yang bisa ucapkan untuk ki umar kecuali “Lanjutkan”, teriring salam dan doa saya kirimkan untuk ki umar…

  • wanoko mengatakan:

    Assalamu’alaykum

    Sebelumnya saya ucapkan segala puji tuhan semesta alam…dan terima kasih kagem guru Ki Umar jogja telah mau membagi ilmunya dan mau membimbing saya…

    saya ingin cerita sedikit guru….selama saya mengamalkan ke-ilmuan njenengan, sedikit banyak sdh bs merasakan manfa’atnya….mulai asma’ sirr sdh beberapa kali saya gunakan berdoa memohon pada yang kuasa supaya hujan berhenti, alhamdulillah terkabul….yang kedua, hari raya kemarin asma’ sirr saya gunakan supaya mertua yg dulunya benci pada saya, alhamdulillah sdh mau menerima saya…malahan skrg sdh mau main kerumah saya….

    rumah tangga juga tambah harmonis…oh ya guru…biarpun saya saya blm mengamalkan Hijib Basmalah, tp terbukti mustajab….ceritanya begini guru, istri saya mau ujian trs minta tlg saya untuk didoakan…di dalam hati saya ada kerentek untuk menggunakan Hijib Basmalah…alhamdulillah hasilnya Dahsyat…sp istri saya tanya, doa apa mas, yg sampeyan panjatkan kok byk perubahan dalam diri saya…semua tugas2-nya diberi kemudahan, padahal dulunya selalu rumit, istri saya sekolah S2 Spesialis kandungan guru…

    sementara, ini yg bs saya sampaikan guru…semoga bs istiqomah dan melawan keburukan yg msh menempel dalm hati dan pikiran saya…mohon doa dan bimbingannya selalu guru….

    MaturNuwun,

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Tiada kata yang terucap kecuali Alhamdulillah. Kami bersyukur kepadaNYA atas segala karunia ilmu dan nikmat sejahtera bagi kita semua, terkhusus untuk anda sekeluarga. Semoga ilmu yang diamalkan senantiasa menjadi berkah dalam kehidupan anda sekeluarga.

      Nuwun,

  • Deri mengatakan:

    Assallamualaikukm wr.wb

    Saya mau ceritakan hal ini kepada guru…

    Dalam keluarga besar kami, ada satu orang kakek yg jadi wadah Jin, Jin itu namanya puyang selenggang, Ya hal ini karena dalam keluarga saya yg daerah asalnya Pagaralam memang masih sangat kental dengan adanya paham puyang,,,
    Saya agak takut karena jin itu sangat mempengaruhi keluarga saya, ada masalah sedikit mengadu kepada kakek itu,,, Dan satu hal yg benar-benar buat saya marah ialah Jin nya jadi imam saat sholat magrib,,,, Bisa guru bayangkan betapa keluarga saya sudah sangat terpengaruh dengan hal ini.. Dalam hati, saya sangat ingin menghentikan hal ini guru, maksudnya saya ingin Jin itu berhenti beraktivitas dalam tubuh kakek saya,,, saya takut nanti keluarga saya jadi orang yg benar2 syirik,,,
    Tolong tanggapannya guru!

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Hehehe…dalam mekanisme dunia ghaib tidak bisa seperti itu mas. Siapa yang menanam maka akan menuai hasilnya.

      Mengenai sholat berjamaah itu khan hubungan antar sesama manusia, sedangkan dzikir hubungan dengan Sang Khalik. Jadi tenang saja dalam hal ini tidak ada pengaruhnya keberadaan khodam JIN dalam diri kakek itu dengan sholat para jamaahnya. Dalam sebuah sholat setiap diri fokus saja menghadap Gusti Allah.

      Nuwun,

  • r1ph mengatakan:

    Assalamualikum,

    saya pernah baca komentar ki umar mengenai misteri diri pribadi (bawana alit).
    jujur saja, saya belum paham mengenai bawana alit tersebut,
    sudi kiranya ki umar memberikan pencerahan pada saya yang bodah ini

    saya ingat ki umar pernah berkata “Sakti tanpo aji digdoyo, tanpo jimat lan tanpo guru“.
    apakah itu merupakan suatu tingkatan untuk mencapai kemuliaan?

    maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan di hati ki umar.

    wassalam.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Mempelajari tentang Bawana Alit (Jagad kecil) sama artinya sedang mempelajari tentang diri kita sendiri. Ini bukanlah sekedar ilmu teori, lebih diutamakan praktek. Yaitu misalnya dengan tatacara amalan ilmu hikmah, tatacara tasawuf, ataupun cara kontemplasi. Bentuk metodenya meliputi cegah makan (puasa), cegah tidur (melek), tafakur dan perenungan diri (kontemplasi / meditasi). Dari lelaku tersebut akan lebih mudah untuk mengerti tentang diri pribadi. Jumbuh (muncul) kesadaran diri, mengenal Ingsun Sejati, lalu dilanjutkan pengenalan akan para saudara sejati dan Guru Sejati. Pada akhirnya akan bermuara pada pengenalan Sang Sukma Sejati atau tingkat makrifatullah.

      Bila telah sampai tahap itu maka istilah “Sakti tanpo aji digdoyo, tanpo jimat lan tanpo Guru” bisa dirasakan dengan sejati. Bukan sekedar pemahaman teori semata untuk dipaksakan dalam kehidupan, yang pada akhirnya malah menjadi manusia yang sok alim dan sok suci. Bukan demikian. Tetapi tahap ini merupakan produk nyata dari efek pengenalan kesejatian dalam diri kita sendiri. Lalu lahirlah keyakinan mutlak (haqul yakin). Seperti yang dilalui oleh para manusia suci seperti para Nabi, Rasul, Wali dan para Spiritualis Sejati. Mereka adalah orang yang diistilahkan “Sakti tanpo aji digdoyo, tanpo jimat lan tanpo Guru” Sudah sakti tanpa ilmu-ilmu kesaktian, jimat dan sudah bisa tanpa guru (laduni).

      Nuwun,

  • Mas Imam mengatakan:

    Jawaban yang mengagumkan, its brilliant !!

    ” Seorang ahli dunia (atheis) bertanya : Jika benar bahwa mereka (Muhammad dan para rasul) adalah utusan Tuhan, mengapa dia tidak memohon kepada Tuhannya untuk diberikan harta kekayaan yang banyak agar dakwahnya lebih mudah? Bukankah dia hamba kekasih Tuhan? Bukankah setiap doanya dikabulkan oleh Tuhan? jika dia pintar seharusnya akan minta bekal (materi) yang banyak untuk kesuksesan dakwahnya.

    Pemahaman anda tentang ilmu kesaktian juga sama jawabannya dengan pertanyaan diatas ” (pertanyaan/komen dari saudara subekti)

    Benar-benar Ki Umar layak untuk dinobatkan menjadi manusia sekelas sunan para wali . Muslim tetapi tidak radikal .

    Memang akhir-akhir ini banyak para pembawa dakwah agama, tidak melandasi ilmunya dengan hikmah dan hati .
    Islam yang seharusnya menjadi Rahmat buat Semesta Alam, malah menjadi bahan untuk didebatkan dan disalahartikan, Misalnya aliran radikalisme wahabi yang selalu menyerang/menyalahkan aliran diluar kelompoknya, dsb, dsb.
    ………..

    Dengan niat untuk mengubah mindset kita terhadap Islam yang seharusnya Rahmatan Lil Alamin yang akhir-akhir ini tercemar oleh Kalangan tertentu yang mengaku-ngaku Wahabi sok arabisme yang mencela saudaranya sendiri .

    Mohon ijin bolehkah saya mengcopy paste tulisan yang brilliant Ki Umar khususnya tulisan tentang pemahaman Islam kepada website lain ?

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam mas Imam,

      Kami mempersilahkan mengcopy tulisan-tulisan dari web RasaSejati ini ke web / situs / blog lain, tapi tolong tetap disertakan sumber pengambilan yaitu dari blog ini. Semoga ada manfaatnya.

      Tapi jangan tulis saya sebagai sunan / wali ya, nanti bisa gempar dunia ini, muncul wali gadungan. hehehe.. :D

  • doni mengatakan:

    sugeng ndalu,
    ki umar jogja yg di Rohmadi Alloh ijinkan sy menjadi murid panjenengan utk belajar ilmu yg panjenengan babar melalui media blog rasasejati ini.
    ijinkan sy memanggil TUAN GURU kagem panjenengan.
    sy doni prasetyo, lahir di jombang jawa timur. dan saat ini menetap di wilayah magelang jawa tengah.
    petuah dan nasehat2 tuan guru yg ada diblog rasasejati menjadikan kesejukan bagi jiwa yg merindukan kesejatining diri, terasa lebih bugar utk ruhani yg dilanda kegersangan. lebih membuat gairah utk menatap masa depan yg tentunya membuat semakin menjadikan insan menjadi TAQWA kpd illahi Robby.
    semoga Alloh membalas amal baik tuan guru ki umar dan menjadi amal jariyah ilmu yg bermanfaat bg kita semua yg menjadi murid panjenengan.
    mohon restu dan keridhoanya.
    sy mengucapkan beribu2 terima kasih. bimbing kami tuan guru dan jangan bosan2 menasehati kami.
    salam pamuji rahayu

  • DEWA TIMUR mengatakan:

    belajar ilmu yg penting tekun, sabar dan yakin.. saya kdng coba mendatangkan hujan atau mengentikan hujan, tdk pkai mantera, hizib, asma dll cuma mengandalkan YAKIN tp alhamdulillah mampu melakukan nya

    • harun alrasyid mengatakan:

      terima kasih atas infonya ……………….
      saya belajar cuma buat jaga diri jah guru……………
      saya kan berusaha tuk yakin lgi………………………………..

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Mantera, hizib dan Asma adalah sarana DOA. Jangan hanya mengandalkan rasa yakin. Inilah yang membedakan orang yang beriman kepada Tuhan dan yang ingkar. Jika hanya yakin dan pikir tidak ada bedanya dengan kaum atheis. Riyadhoh pengekangan hawa nafsu dan berdoa, itulah jalan spiritualis yang religius.

  • suryadi mengatakan:

    saya blom pernah dpt blog yg sebagus ini,,,,,,,,,,
    moga sukses trus,,,,,,
    saya suryadi dari medan,,,,,,,,,,,,,,

  • styo aji mengatakan:

    ass.salam kenal n sungkem sy buat ki umar,sy biasax cm buka d blok KWA,dn sy cb buka2 n menemukan blok ini,sy suka dg blok2 yg positif tntg keilmuan,n kbtlan sy udh amalkan ilmu dr blok KWA sesuai dg krjaan sy yg pnh resiko.tp sy menemukan pencerahan/pnjlasan dr ki umar yg menanggapi tulisan sdr.sugeng dn sdr.subekti,g trasa smua bulu kaki,bulu tngan,kpla,wajah merinding smua dn bersamaan air mata sy jg menetes dg bgt sj ki,sy g tau apa it nmx yg jls sy bc it rsx bgtu,sya Warmat,umur 40an,islam,email :nawakara80@yahoo.com





%d blogger menyukai ini: