Kajian Pantangan Ilmu


KAJIAN PANTANGAN ILMU


Konon katanya ilmu-ilmu spiritual yang telah dipelajari bisa hilang karena berbuat maksiat, apakah itu benar??

Jawab :

Jika ILMU SEJATI maka tidak akan hilang karena sebab seperti itu. Kecuali jika Tuhan telah menghendaki. Sama juga, apakah ilmu yang sudah diijazahkan bisa dicabut kembali oleh sang Guru? Jawabanya tentu saja tidak.

Ilmu Sejati

Apakah ilmu Sejati itu? Jangan salah, jika saya mengatakan ilmu Sejati jangan diartikan Ilmu Putih (ilmu aliran putih / tidak sesat). Ilmu sejati adalah ilmu yang dikuasai dengan melibatkan RASA PRIBADI. Apapun jenis ilmunya, ilmu putih ataupun ilmu hitam.

Jika anda belajar ilmu spiritual tetapi anda tidak dapat merasakan keberadaan ilmu tersebut dalam diri anda maka itu belum disebut ilmu Sejati, walaupun anda bisa membuktikan tuah khasiatnya. Perumpamaannya seperti orang memakai jimat kebal, walaupun ia tidak pernah belajar ilmu ghoib namun tetap dapat merasakan khasiat jimat tersebut. Tetapi jika jimatnya hilang maka hilang pula keajaiban dalam dirinya. Ini bukan Ilmu Sejati.

Kita paham, keajaiban suatu ilmu spiritual tidak akan terbukti bila hanya sekedar dibaca dan dimengerti. Tetapi juga membutuhkan langkah nyata dengan menjalankan lelaku pengendalian 9 lubang hawa nafsu (babagan hawa sanga) seperti berpuasa tapa, Manekung, semedi & meditasi. Diawali dari lelaku tersebut akan timbul Rasa. Berupa getar-getar keberadaan energi ruhani yang bisa dirasakan secara lahiriah (fisik) & batin . Sampai tahap ini, kita akan tahu dan yakin akan manjing-nya sebuah ilmu spiritual dalam diri kita. Bukan sekedar imajinasi atau katanya si A, si B, guru C, guru D. Inilah yang dimaksud menguasai ilmu dengan “melibatkan Rasa Pribadi”.

Taraf ini bisa dicapai oleh siapa saja, apapun suku, ras & agamanya asalkan bersungguh-sungguh dalam latihan penempaan diri (lelaku). Bagi saya pribadi segala bentuk lelaku ibarat sebuah antena untuk mempermudah menangkap sinyal. Kenyataannya ketika dalam kondisi menjalankan lelaku misalnya sedang puasa, batin lebih peka dalam merasakan getaran atau sinyal yang halus, samar atau ghoib.

Jika ilmu spiritual dikuasai dengan cara melibatkan rasa pribadi, menurut saya tidak akan hilang oleh sebab suatu hal, misalnya berbuat maksiat. Ini ibarat belajar main gitar, pada awalnya kita harus bisa menemukan kesamaan nada yang tepat dari senar-senar gitar. Jika telah menemukan “rasa” yang tepat maka dijadikan sebagai kunci untuk latihan selanjutnya. Walaupun tanpa memegang gitar, bisa tahu nada yang tepat. Begitu juga daya ilmu yang Sejati, walaupun berbuat asusila sekalipun, tetap bisa menemukan getaran energi ilmu spiritualnya. Walaupun ada orang sakti yang berusaha menutup atau mencabut daya ilmunya, suatu saat ia akan tetap bisa menemukannya kembali.

Pantangan Ilmu

Ilmu spiritual katanya selalu berdampingan dengan pantang-larang. Contoh tidak boleh melakukan atau makan jenis makanan tertentu. Namun alangkah baiknya bila arti sebuah “pantangan ilmu” jangan dipahami secara sempit. Ada kalanya seorang Guru memberikan wejangan (petuah) tentang pantangan ilmu spiritual yang diajarkannya yaitu jauhi 5 M (mo-limo), yaitu Mencuri, Mabuk, Main Judi, Main perempuan (zina), Madat (penyalahgunaan narkotika).

Sebenarnya hal ini lebih mengarah kepada maksud untuk mengajarkan budi pekerti (akhlak) kepada murid melalui proses pengamalan ilmu spiritual. Pantangan Molimo merupakan ajaran bijak dari para Guru, agar muridnya bisa hidup teratur dan benar. Sebab seorang Guru juga memiliki kewajiban membimbing muridnya, menjaga nama baik dan mengharumkan nama perguruannya.

Menurut saya setiap pelanggaran dari pantangan tersebut akan membawa resiko terhadap diri pribadi, tapi tidak kepada ilmunya. Misalnya, seseorang menggunakan ilmunya untuk mencuri maka resikonya jika ketahuan bisa dihakimi warga atau dipenjara. Jika suka main Judi, maka resikonya uang dan harta bisa ludes akhirnya hidup miskin. Suka berzina dan selingkuh, resikonya bisa dibacok suaminya, atau bahkan bisa kena penyakit kelamin (Sipilis & Aids). Suka Mabuk dan Madat maka beresiko terhadap kesehatannya. Ini namanya hukum alam (karma), berlaku bagi siapapun, baik orang awam atau orang berilmu tinggi sekalipun.

Jadi perbuatan 5 M tadi sebenarnya tidak melenyapkan ilmunya. Ilmu spiritualnya tetap ada, hanya mungkin berkurang daya pancaran aura / kharismanya, oleh sebab kepercayaan diri sang pengamalnya tidak lagi kuat. Pondasi ilmu dibangun oleh sugesti (keyakinan) sang pengamalnya. Kondisi mental ini sangat berkaitan dengan ilmu yang dirapalnya. Ketika ia menyadari telah melanggar pantangan maka keyakinan terhadap ilmu spiritualnya menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Akhirnya nyalinya ciut dan ilmunya terasa tidak lagi berdayaguna. Sebaliknya seseorang yang rohaninya bersih, hatinya tentram, tidak pernah melanggar pantangan dan norma, maka dirinya semakin percaya diri dan ilmunya pun menjadi lebih mapan.

Bagaimana jika pantangan menjauhi 5 M ini adalah perjanjian dengan sang Khodam ilmu?

Ilmu Khodam & Pantangannya

Sesungguhnya hanya ilmu yang mendayagunakan khodam (pembantu ghoib biasanya dari kalangan bangsa Jin) saja yang rentan terhadap pantangan. Baik pantangan berupa benda, makanan, perbuatan ataupun tempat. Jika dilanggar, maka sang Khodam akan pergi, dan keajaiban ilmu akan terhenti. Misalnya pemilik Ilmu kebal tidak boleh makan pisang emas, atau pemakai Susuk tidak boleh makan sayur Kelor dan sate tusuk. Jika pantangan dilanggar maka tuah ilmunya akan lenyap. Sebab khodam ilmunya telah pergi dari dalam dirinya.

Dulu saat remaja badan saya pernah ditransfer ilmu kebal, pantangannya tidak boleh makan jantung pisang dan sang Guru memberi wejangan bahwa jika bukan ilmu sejati maka tidak akan bertahan lama. Selama itu pula saya memang tidak pernah mendalami ilmu ini, jadi hanya sekedar merasakan tuahnya saja. Tidak disangka 1 tahun kemudian tanpa disadari saya memakan sayur jantung pisang. Setelah itu saya coba menyayat lengan dan ternyata berdarah. Hilang sudah khasiatnya. Seperti petuah beliau ilmu tersebut tidak bertahan lama dalam diri saya.

Ada juga sebuah pengalaman dari seseorang yang mempunyai Khodam, tiba-tiba ia tidak lagi bisa berkomunikasi dengan sang khodam, karena saat itu ia sedang mengamalkan Ilmu Haq. Ada pula karena sedang ikut Rukyah atau karena mendatangi orang sholeh yang dirahmati Allah ta’ala. Khodamnya langsung minggat entah kemana.

—o0o—

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

42 komentar di “Kajian Pantangan Ilmu

  • Nubuwuah mengatakan:

    Salam Aidilfitri…maaf zahir dan batin..

    keterangan Ki begitu jelas dan menjawab persoalaan saya…

  • Irwan mengatakan:

    Salam Idulfitri pada semua.

    Semua orang yang berilmu baik ilmu fisikal (sains, kimia dll) atau ilmu paranormal (ghaib) bisa menjadi guru yang mengajarkan ilmu.

    Tapi tidak semua guru yang mengajarkan ilmu yang bisa memberi kefahaman sesuatu ilmu pada muridnya.

    Mempelajari sesuatu ilmu itu harus menguasai 2 perkara.

    1) Tahu / Arif – contohnya tahu / hafal bacaan sesuatu Wirid / Asma / Hizib.

    2) Faham – mengerti tujuan disebalik mengamalkan sesuatu Wirid / Asma / Hizib agar bersesuaian dengan niat asal murid itu.

    Alhamdulillah, di RasaSejati ini kedua-dua perkara ini begitu ditekankan dan diperjelaskan dengan bahasa pengertian yang cukup mudah bagi terutamanya yang pemula seperti saya ini.

    Saya doakan agar semua warga RasaSejati diberkati dalam usaha dan perjuangan harian mereka.

    Sedeqah Al-Fatihah buat Ki.

    Wassalam

  • Dewa mabok mengatakan:

    Benarkah ilmu sejati bila dipake untuk tujuan tidak baik akan menyerang balik yang empunya ilmu ki? Nwun

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Saya rasa tidak. Sebab energi tidak bisa menyerang balik jika tidak ada reaksi dari luar. Contohnya bila anda menjahili seseorang dengan ilmu anda, kemudian orang tersebut bisa membalikan serangan anda, nah saat itulah terjadi energi balik. Tetapi selama anda tidak berurusan dengan orang yang lebih sakti, maka yang akan menimpa diri anda kelak dikemudian hari mungkin hanyalah nasib naas (sial). Seperti itulah hukum alam. Tidak selamanya beruntung & bisa meloloskan diri dari kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

      Ketika mengalami nasib naas itu bilamana kondisi anda sedang lemah / sakit maka bisa terjadi khodam JIN yang selama ini anda perintah, berganti memperbudak anda, dan semakin payahlah diri anda. Kasus seperti ini pernah saya temui pada seseorang pelaku pesugihan (mengambil harta orang lain).

      Nuwun,

  • sarihunhasan mengatakan:

    penjelasan yang gamblang, mudah dimengerti.

  • pendekar mengatakan:

    ASSALAMUALLAIKU..

    di dalam artikel di atas ki umar menulis “jika ILMU SEJATI maka tidak akan hilang karena sebab seperti itu. Kecuali jika Tuhan telah menghendaki. Sama juga, apakah ilmu yang sudah diijazahkan bisa dicabut kembali? Tentu saja tidak.
    saya prnah mndapatkan ijazah massal yakni sbuah asma dan dalam hati/batin saya telah mngucapkan QOBILTU (menerima) tapi entah mengapa ilmu/asma itu di tarik pengijazahannya padhal saya sudah hafal asma itu…beliau (sang pengijazah) bilang jikalaupun tetap mengamalkan maka tidak akan berfungsi…tapi dlam tulisan ki umar di atas justru berbeda yakni tidak bisa di tarik lagi…wlwpun sang pengijazah sudah menariknya tapi saya tetap mencoba (hanya iseng membacanya),tpi ternyata getaran2nya sangat teraasa,otot2 lengan saya bahkan sakit,dan jari2 tangan saya bergerak sendiri…ada apa dan kenapa kira2??? saya harap ki umar bersedia memberikan jawaban kepada saya??? mohon bimbingannya… saya baru belajar ki umar,,insya Allah kalau saya berhasil dalam belajar NGELMU saya hendak bersilaturahim ke ki umar di jogja…NUWUN

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Lho itu khan artinya ilmu masih manjing dalam diri anda. Menurut saya pencabutan ijazah lebih berarti pencabutan HAK atas keilmuan itu. Tetapi tetap saja ilmunya tidak bisa dicabut, apalagi dilenyapkan. Buktinya seperti anda itu, masih bisa merasakan getar-getar keberadaan ilmu dalam diri anda.

      Tetapi dalam hal ini, jika sang Guru telah mencabut ijazah biasanya ilmu tidak lagi berkah. Tetapi sekali lagi ilmu tetap manjing dalam diri anda.

      Nuwun,

  • zenzen masih mencari berkas mengatakan:

    ki di acara bengkel hati di TPI terdapat beberapa orang yang sakit karena amalan amalan..menurut ki Umar bagaimana?

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Untuk menjawabnya harus dilihat per kasus atau per orang. Sebab setiap pasien bisa berbeda penyebabnya. Bisa jadi karena memang mempelajari ilmu hitam, Khodam JIN, salah tatacara amalan, atau memang pondasi spiritualnya belum kuat dll. Tidak semua amalan ilmu hikmah itu berefek negatif begitu juga sebaliknya. Maka hati-hatilah dalam mengamalkan ilmu hikmah keghoiban. Sebaiknya mempunyai guru agar lebih aman dan tidak salah jalan. Jika selama anda mengamalkan ilmu mengalami kejanggalan, segera konsultasi kepada Guru pengijazah.

      Nuwun,

  • bengawan.candhu mengatakan:

    @ki umar jogja…antara penalaran dan kegaiban panjenengan bs seimbang njih….aduh smkn salut pd panjenengan…trmksh jd byk masukan br nih….

  • pencari guru sejati mengatakan:

    Assalamualaikum Ki Umar Jogya
    Salam Takzim, ikutan mempelajari dan mengkaji babaran keilmuan dari blog ini, kemarin bertemu diparangkusumo dengan ki Umar.
    Semoga bisa bertemu lagi lain waktu

  • bukan@bodokeremezken mengatakan:

    @ki umar jogja….saat sy mencoba zero mind…patrap hening….sy mencoba apa yg panjenengan smpkn pd sy td siang,mmg sptnya dalam mata batin sy spt melihat cahaya yg msh menyala tp spt nyala lilin kuning keemasan yg jmlhnya byk skl,bersusun2,spt jaringan,apa itu mrpkn salah satu energi ilmu sejati ya ki….mhn pencerahannya….

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Bukan mas. Energi ilmu Sejati adalah yang dulu pertama kali jumbuh (muncul) ketika anda mengamalkan ilmu tersebut. Akan terasa secara fisik. Dan jika telah lama tidak diamalkan atau dilatih, maka ketika saat ini anda mengamalkannya kembali maka getarannya adalah sama.

      Nuwun,

  • androids mengatakan:

    Ass wr wb,
    mohon maaf Ki saya seorang pemula, bagaimana cara belajar ngelmu sejati dan tata cara semedhi yang benar.
    Matur sembah nuwun.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      hmm…pemula koQ sudah banyak referensi ilmunya? Hehe…
      Sebenarnya tatacara meditasi tidak ada yang baku, banyak teknik yang berkembang di dunia ini. Sebab meditasi adalah kebutuhan jiwa setiap pribadi, sehingga setiap diri bisa memiliki tatacara yang berbeda-beda, yang sesuai / cocok dengan karakternya. Namun intinya Meditasi adalah mengheningkan cipta. Oleh Hindu, Budha, Yogi biasanya dengan duduk bersila, Orang Islam dengan Sholat dan dzikir, Para Sufi dengan tarian / memutar-mutar tubuh dan lain-lain sebagainya. Di Rasa Sejati juga ada teknik Meditasi, cuma sampai sekarang belum selesai saya tulis. hehe…

      Yang pasti belajar Ngelmu Sejati itu akan selalu melibatkan rasa pribadi, salah satunya dicapai dengan meditasi.

      Nuwun,

  • androids mengatakan:

    Ass wr wb,
    Maaf Ki, baru sedikit refensinya dan saya coba belajar meditasi kok belum bisa hening ya Ki.
    Sak lajengipun kulo tenggo postingan bab teknik meditasi meniko.
    Nuwun.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Haha… meditasi itu sama saja. Selama point-point penting dalam teknik meditasi terpenuhi, maka teknik apapun yang pernah anda baca itu bisa dilakukan.

      Kondisi Hening itu bukan direkayasa oleh akal pikiran apalagi di Sugesti !! Kondisi hening yang benar akan tercipta sendiri saat pikiran, raga dan jiwa sudah tenang. Jadi tugas kita saat meditasi itu cuma menghayati, tak usah berimajinasi apalagi bersugesti, nanti malah masuk alam khayali.

      Hanya orang yang pernah memakan buah jeruk saja yang bisa mengerti Rasa Sejati sebuah jeruk. Bukankah begitu? Hehe…

      Nuwun,

  • haryojo mengatakan:

    Ass ki apa kabarnya..smg sehat wal afiat
    Sy baca tulisan ki umar diatas :
    “Ada juga sebuah pengalaman dari seseorang yang mempunyai Khodam (pembantu) dari kalangan bangsa JIN, tiba-tiba ia tidak lagi bisa berkomunikasi dengan sang khodam, karena saat itu ia sedang mengamalkan Ilmu Haq…..terkait pengalaman tsb mo tanya nih..
    bulan lalu sy beli batu cincin berisi power (khodam) pengasihan. Sebelum pemakaian, ada proses penyelarasan sederhana. Dan sdh sy rasakan efek power tsb, cewek2 pd welcome sm sy…tp cm sebatas itu aja..sy tidak menggunakan utk hal2 yang kurang pantas. nah baru pake 1 minggu tiba2 power lemah dan mgkn hilang..cwk2 liat sy udah spt biasa lg. Nah sy msh belum tau penyebabnya..krn menurut sumbernya batu tsb no pantangan. Cm memang sy dari sebelumnya udh terbiasa tafakur dan zikir makrifat/zikir sifat…apakah org yg sdh terbiasa diwilayah makrifat…memang sk bgt ya ki…

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Istilah mudahnya memang begitu. Tetapi yang pasti karakter anda tidak sejiwa. Maka tidak akan abadi. Seharusnya bila sudah menempuh jalan makrifat anda jangan tergoda dengan hal semacam itu. Apalagi memakai batu, khodam dan semacamnya. Dan saya yakin Guru Makrifat anda juga jelas akan melarangnya.

      Saya ada sedikit pengalaman. Pernah seorang teman datang mengaji ke pondok pesantren Tarekat Sidiqiyah, ketika akan masuk rumah sang kyai, didepan pintu tiba-tiba batu akik yang dikenakan hancur lebur jadi pasir. Jika ada yang bisa bertahan sampai dibawa dihadapan sang kyai, beliau langsung memintanya. Lalu ditepuk pelan diatas meja dengan telapak tangan kanannya, seketika batu cincin tersebut hancur lebur jadi pasir. Sambil berkata: “anda itu ingin belajar ilmu Haq, masih mengandalkan barang seperti ini, apakah sudah tidak lagi percaya dengan Kuasa Gusti Allah??”

      Namun itu hanya berlaku bagi batu / jimat yang berkhodam JIN saja. Juga kepada mereka yang dinilai oleh sang kyai masih lemah iman dan akidahnya, atau niatnya belum lurus, maka dilarang memakai jimat seperti itu. Demikian sedikit berbagi pengalaman spiritual dari kami, mungkin bisa dipetik hikmahnya.

      Nuwun,

  • haryo mengatakan:

    wah trims bnyk pencerahannya ki.
    Sbtlnya sy udah paham juga, tp karena kurang sabar dlm riyadhoh jd iseng2 ntoba barang bgituan. Senior sy tidak melarang…dgn halus menasehatkan bahwa jika kita pake bgituan sementara wilayah kita udah melampaui wilayah kebendaan..maka ga nyambung..ya…tp gpp ki…sy jg ga begitu tergantung dgn barang begituan.. kejadian spt ini mudah2an akan menjadi media bagi sy untuk memahami tahap2 perjalanan…

  • bowo mengatakan:

    AssW.
    Subhanallah, batunya hancur ya Ki?
    Mahabenar Alloh.
    Ooo, jadi tahap Ilmu Haq lebih tinggi derajatnya di mata Alloh ya Ki? Aku baru tahu. Alhamdulillah, ilmu baru. Terima kasih Ki.

  • Anwar mengatakan:

    Assalamu’alaikum ki,
    membaca ulasan kajian diatas, sy jd ingin bercerita..
    dulu waktu sy msh SMA sy pernah belajar ilmu pernapasan dr banyuwangi, tp tanpa wirid. setelah lama kemudian sy pulang ketempat asal, sy pernah di ‘isi’ dg perantaraan telor dan beras 2 butir, selanjutnya ada amalan wiridnya…

    kemudian saat kuliah, sy di ruqyah (karena wkt sholat sy merasa ada gangguan gerakan aneh) dan ternyata dalam tubuh saya ada jinnya. Alhamdulillah setelah 2x ruqyah jinnya sudah tidak ada.

    dari peristiwa itu sy sdkt trauma, takut bila ada jin lg dalam tubuh sy…kmd sy ingin membersihkan diri dg apa2 yg sejalan dengan Al-Qur’an dan sunnah. Hampir2 sj sy ikut salafy-wahabi, karena sering membid’ahkan dan mentakfirkan hati sy kurang suka.

    kmd tdk sengaja sering berkunjung ke http://www.majelisrasulullah.org, dr situ sy belajar banyak dg hb.munzir dan banyak berkonsultasi..hati sy merasa nyaman karena beliau sangat mencintai rasulullah saw dan pernah bermimpi bertemu dg rasulullah saw, dan ilmu fiqihnya begitu enak di pahami.
    karena kesibukan beliau jd sy jarang berkonsultasi lg…

    selanjutnya sy menemukan blog ini, sy ingin mengamalkan ki, tp sy takut ki jika ada jin lg dalam tubuh, sy cm ingin lurus dlm hidup dunia dan akhirat. akan tetapi sering banyak cobaan yg menghampiri, kadang diri ini merasa tiada daya dan upaya selain Allah. dan rasanya Allah telah menyediakan kunci-kunci, dn sy ingin mencarinya…oleh karena itu melihat kajian-amalan di blog ini sy jd ingin mengamalkannya.

    mohon pencerahannya ki pd org awam ini…
    matur suwun.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Coba anda pahami dan renungi, sesungguhnya sebaik-baik amalan adalah yang bisa menghantarkan diri anda dekat denganNYA. Apapun itu amalannya. Doa-mantra, Hizib, Asma Suci, Meditasi, puasa dan lain sebagainya. Begitu pula ilmu Rasasejati ini. Jangan hanya sekedar terbuai oleh khasiat, karena pada hakekatnya khasiat & tuah itu tidak ada. Semuanya ada karena kekuatan dan ridho dari Gusti Allah yang diberikan kepada para hambaNYA yang istiqomah dalam bermunajad kepadaNYA melalui perantara amalan-amalan doa. Lalu dari situlah tertulis pengalaman ruhani para pengamal ilmu kemudian tersusunlah khasiat-khasiat.

      Bila anda berniat mengejar khasiat dan kesaktian, maka yang akan datang kepada anda adalah khodam JIN. Bila anda luruskan niat, maka Allah pun akan memberikan hidayah jalan menuju kepadaNYA. Adapun bila nanti dalam perjalanannya anda merasakan manfaat suatu amalan doa maka itu adalah bias dari kondisi ruhani anda. Maka luruskan niat anda dulu sebelum mengamalkannya. Bila anda ragu, maka tinggalkanlah. Bila anda yakin maka amalkanlah.

      Nuwun,

      • Satrioaji mengatakan:

        Saya suka sekali membaca tulisan jawaban Ki Umar ini. Saya jadi ingat sebuah ayat yang mengatakan bahwa “Alaa Bi Dzikrillaahi Tathmainnul Quluub” … Sesungguhnyalah hanya dengan ingat kepada Allah SWT yang membuat tenangnya hati.

        Setuju dengan Ki Umar, semua doa, mantra, hizb serta apapun harusnya lebih mendekatkan diri kita kepada-NYA. Lebih memudahkan kita untuk nanti kembali kepada SANGKAN PARANING DUMADI … Alam Keabadian.

        Tuah, khasiat dan apapun bentuk pertolongan Allah SWT adalah hal cabang ketika itu diperlukan manakala keadaan super darurat. Memahami ROSO SEJATI dan itu yang sedang saya upayakan bergabung di blog ini.

        Hening … Wening … Tafakkur … Menikmati keindahan akan kehidupan … Laa Ilaaha Illallaaah Muhammadurrasulullaaah.

        Wassalam,
        Satrioaji

  • Anwar mengatakan:

    terimakasih ki, sungguh luar biasa….sy bs memahaminya ki, sy benar2 mendapat pencerahan dan ilmu…
    saya kadang memang merasakan beda, antara mengamalkan amalan mengejar khasiat atau ridlo-Nya. semoga ini menjadi pembelajaran bagi saya.
    hatur nuhun, smoga ki selalu mendapat Ridlo – Nya….aaamiiin

  • muhlis mengatakan:

    Assalamu alaikum.
    membaca tulisan2 Ki Umar membuat hati sya menjadi sejuk. kata2nya sgt sederhana, santun, tp memiliki makna yg sgt tinggi. saya ingin menimba air di kedalaman ilmu Ki Umar.
    mhn bimbingan dan restunya.

    nuwun.

  • diki mengatakan:

    ki, maaf jika saya salah menafsirkan dari tulisan aki diatas , mungkin alangkah baiknya jika mengamalkan suatu ilmu bukan karena berniat pada khasiat atau karomahnya, tetapi lebih kepada Mengharap keridhoan ALLAH SWT, maka mungkin khasiat tersebut adalah suatu bias atau HADIAH atas kerja keras kita mengharap keridhoanNYA, seperti contohnya jika kita membantu orang tua mengepel rumah, maka orang tua akan mengabulkan keinginan kita, tetapi bukan karena kita mengepel permintaan kita di kabul tetapi karena kita bisa meraih CINTA orang tua kita, seperti juga amalan, kita mengamalkan suatu amalan maka apa yang kita harapkan akan terkabul, tetapi harapan kita terkabul bukan karena amalan, tetapi karena dengan amalan,Wirid,asma,hizib tersebut kita bisa meraih keridhoanNYA…maaf jika ada kesalahan dalam penafsiran saya ini KI, mohon DIHAPUS ANDAIKATA TULISAN INI TIDAK LAYAK UNTUK DI MUAT

  • wawan mengatakan:

    asswrwb
    @sdr.Diki, bukankah udah djelaskan ki umar di jawaban kolom koment diatas? Nih copas dr atas:


    Coba anda pahami dan renungi, sesungguhnya sebaik-baik amalan adalah yang bisa menghantarkan diri anda dekat denganNYA. Apapun itu amalannya. Doa-mantra, Hizib, Asma Suci, Meditasi, puasa dan lain sebagainya. Begitu pula ilmu-ilmu yang ada di blog ini. Jangan hanya sekedar terbuai oleh khasiat, karena pada hakekatnya khasiat & tuah itu tidak ada. Semuanya ada karena kekuatan dan ridho dari Gusti Allah yang diberikan kepada para hambaNYA yang istiqomah dalam bermunajad kepadaNYA melalui perantara amalan-amalan ini. Lalu dari situlah tertulis pengalaman ruhani para pengamal ilmu dan tersusunlah khasiat-khasiat.

    Bila anda berniat mengejar khasiat dan kesaktian, maka yang akan datang kepada anda adalah khodam JIN. Bila anda luruskan niat, maka Allah pun akan memberikan hidayah jalan menuju kepadaNYA. Adapun bila nanti dalam perjalanannya anda merasakan manfaat suatu amalan ilmu maka itu adalah bias dari kondisi ruhani anda. Maka luruskan niat anda dulu sebelum mengamalkan amalan ilmu hikmah. Bila anda ragu, maka tinggalkanlah. Bila anda yakin maka amalkanlah.

    ki umar sndiri mngatakn :”Jangan hanya sekedar terbuai oleh khasiat, karena pada hakekatnya khasiat & tuah itu tidak ada..”

    mhn maaf bl sy lancang, bkn brmksud mndahului.
    nwun

  • diki mengatakan:

    maaf…maaf…mungkin saya hanya meresapi tulisan tersebut berdasar pada keterbatasan pikiran saya saja, ya mungkin jika dalam komen saya ada sedikit analogi sederhana, itu hanya untuk mempermudah saya saja dalam memahamii komen yang ki umar yang anda copas, tidak lebih, terima kasih atas perhatian anda…

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu

      Mari kita belajar bersama-sama dalam menelaah ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta ini. Di blog ini duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Bila saya banyak bicara dalam forum ini, bukan berarti saya yang paling benar atau paling pintar. Saling melengkapi saja sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Semoga melalui blog ini kita mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman.

      Nuwun

  • DEWA CINTA mengatakan:

    Kalau guru ilmu ghoib memberikan pantangan kpd murid biasa nya dg khiasan. contoh.. jangan makan sate dg tusuk nya itu arti nya jangan berzinah. jangan makan buah anggur, itu arti nya jangan mabok. jangan makan jantung pisang, itu arti nya jangan menyakiti hati org, jangan lewat di bawah org, itu arti nya jangan melanggar hak hak org. dll.

  • irul mengatakan:

    ass, ki saya mau tanya mengenai pantangan saat tirakat.. apakah disaat kita melakukan tirakat amalan yang memakan waktu lama semisal 21 hr apa kita tidak boleh berhubungan suami istri. terima kasih. wassalamualaikum

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Begini, inti dari sebuah lelaku adalah pengendalian diri, pengendalian hawa nafsu. Jadi segala tingkah laku selama lelaku dapat anda nilai sendiri, apakah hal itu masuk dalam bisikan nafsu atau bukan.

      Misalnya dalam hal makan, berbuka & sahur itu diperbolehkan asal sewajarnya, tetapi bila makan berlebihan maka jelas itu adalah nafsu. Begitupula dengan tidur, jatah tidur yang bagus adalah tengah malam sampai subuh, atau dari isya sampai sepertiga malam, lebih dari itu bisa jadi adalah bisikan hawa nafsu.

      Saat masa menjalankan lelaku berhubungan badan dengan istri/suami dimalam hari hanya boleh dilakukan bila pasangan meminta. Sebab itu adalah nafkah batin, wajib diberikan. Sedangkan bila anda yang minta maka bisa jadi itu adalah bisikan hawa nafsu yang hendak mengotori ritual anda.

      Ada istri yang tahu bahwa suaminya sedang berpuasa, lalu ia pun pengertian dan memakluminya. Sehingga puasanya pun menjadi terkonsentrasi. Oleh sebab itu ada baiknya bila hendak menjalankan sebentuk lelaku berkoordinasi dulu dengan istri/suami.

      Semoga dapat dimengerti

  • Sutendi Suparin mengatakan:

    @Update: “Saat masa beritual (lelaku) berhubungan badan dengan istri/suami dimalam hari hanya boleh dilakukan bila pasangan meminta. Sebab itu adalah nafkah batin, wajib diberikan. Sedangkan bila anda yang minta (sedangkan anda sedang masa ritual) maka bisa jadi itu adalah bisikan hawa nafsu yang hendak mengotori ritual anda.”

    Kata-kata bijak Ki Guru Umar tsb sungguh merupakan pengetahuan baru buat saya yg fakir ini. Selama ini jika sedang ritual puasa saya selalu menolak ajakan istri bersebadan karena takut membatalkan ritual. Sekarang saya sdh tahu, jadi tidak perlu takut lagi… hehe…

    Matur suwun Ki Guru….. barokallah…. Al Fatihah….

  • setiawan mengatakan:

    sy tertarik pd pengetahuan sampeyan

    • choky mengatakan:

      Assalamualaikum ky umar jogja

      Saya ingin bertanya ky.

      Saya di kasih ilmu ky nama nya imu tiban dari sebuah batu akik tapi saya tidak mengerti ilmu apa ini entah ilmu khodam apa ilmu apa. Ilmu ini bisa hidup bisa mati.kalau hidup tangan saya bersemutan seperti storm gitu ky sama wajah saya. Tapi sekrang ini ky semutan nya sudah hampir ke seluru tubuh saya ky. Dia hidup harus menekan inex seperti pil extasi itu ky dia mau hidup. Saya juga tidak tau ini ilmu apa , karena saya manusia yg polos tidak tau apa2 ky. Kadang saya ky duduk di mana tempat suka ada code di sekitar tubuh saya ky. Kyk semutan gitu kdng merinding sebelah kanan kepala saya ky kadang di wajah kadang di tangan pokok nya aneh2 lah ky. Tapi dari dolo saya di kasih ilmu tanpa ada wiritan atau puasa ini itu. Tak ada pantangan ilmu nya. Aneh. Super aneh. Ky tolong ky itu ilmu apa ky kalau tau dan jelaskan ke saya. Saya mohon karena saya minta jelas kan ke beliau tidak perna di jawab. Saya takut ky. Soal tidak jelas semua ini ilmu tak ada pantangan .

      • Ki UmarJogja mengatakan:

        Salam

        Justru ilmu yang bagus itu ada tata lelakunya, ada syarat dan pantanglarangannya (tidak boleh digunakan untuk kejahatan). Dengan lelaku seperti puasa, dzikir, meditasi & tafakur dan semacaman itu akan turut menumbuhkan kedewasaan jiwa (ruhani) kita. Sebab semakin tinggi tataran (maqam) ilmu ghaib itu berbanding lurus dengan kedewasaan jiwa pengamalnya. Jika tanpa lelaku, hasilnya si murid bisa saja bingung, tidak mengerti hakekat ilmu, akan mudah stress atau gila. Ilmu ghaib & mistik itu bukan hanya bicara tentang kekuatan saja namun juga bicara tentang batin. Sampai tahap ini apa yang anda tahu tentang batin anda?

        Saya punya pengalaman, dulu pernah datang kepada seorang paranormal di utara lereng Gunung Merbabu JawaTengah. Beliau (almarhum) memang terkenal kondang akan kesaktiannya & untuk belajar ilmu darinya tidak perlu puasa, wiridan dan tanpa pantangan. Cukup dengan sarana kembang setaman, atau memakai pusaka batu akik, siung Harimau atau jenis pusaka lainnya. Seketika kesaktian langsung masuk bersatu dengan diri murid dan dapat diuji coba kesaktiannya. Dibalik itu semua yang bekerja adalah kekuatan khodam JIN. Saya pernah membahasnya langsung dengan beliau dan dijawab apa adanya dengan gayanya yang “medhok” khas orang desa. Saya rasa apa yang anda alami itu juga sama.

        Nuwun

      • choky mengatakan:

        Ia ky. Saya fham. Jadi saya harus bagaimana ky. Saya juga takut dengan dosa. Ky bisa minta sebuah wiritan supaya saya bisa menghidupakan nya ky. Sampai saat ini saya menghidupkan khodam belum bisa ky hanya beliau yg bisa.. Sebenr nya saya juga bingung apa tujuan beliu bikin saya begini.. Jadi inti nya dia ingin merusak saya secara berlahan ky. Jadi sblum saya streez atau gila ky bisa memberikan saya sedikiti doa atau wiritan suapaya saya bisa menghidupakan khodam ky. Sblum saya nanti gila?? Itu kalau ky mau menolong saya atau bimbing saya dari jahu.. Matur nuwun

  • widiyanto mengatakan:

    ass wr wb ki umar jogja dan sedulur2 yang ada d blok rasa sejati,sy mengucapkan puji syukur kepada gusti allah ingkang moho dumadi,di artikel kajian pantangan ilmu banyak sekali hikmah dan yang sy alami
    katur nembah nuwun

  • Tito H. mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam Kenal Ki, smoga bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik, nama saya Tito, Alhamdulillah ada orang seperti njenengan (smoga Allah membalasnya) yg juga berkolaborasi dengan teknologi, sehingga lebih mempermudah bagi kami yg sedang dalam tahap pencarian. Dengan adanya halaman seperti ini, yg menurut saya sangat lengkap, detil dan tertata dapat lebih memudahkan bagi kami untuk lebih memahami dengan lebih benar lagi. Saya juga mohon ijin untuk menimba ilmu Ki agar bisa lebih memahami hal yg benar dan sejati. Wassalam…

  • sawungkampret mengatakan:

    assalam wr wb ki umar yth,

    tertarik dan minat sekali dgn semua paparan dalam blog ini, lugas dan terasa betul ‘dari hati’ nya tiap saya baca bait2 kalimat dr ki umar, mkanya trasa pengen bgt langsung gabung dgn RS, kyaknya cocok deh mindednya ^^v
    cuma sayang hanya karena beberapa sebab mungkin saat2 dekat ini belum bisa. Semoga sy ada jodoh dgn ki umar y ki…. Sampai saat itu tiba, sementara ini ijinkan sy ikut nyimak dulu buat nambah2 kawruh 🙂

    sembah bekti ‘dr hati’ sy kpd ki umar, salam paseduluran buat rekan2 RS..smoga slamat dan sjahtera senantiasa tercurah buat kita semua…

    wassalam _/_





%d blogger menyukai ini: