Kajian Ritual Weton


RITUAL WETON

Dalam bahasa Jawa “Weton” berasal dari kata dasar “Wetu” yang bermakna “keluar” atau lahir. Kemudian mendapat akhiran –an yang membentuknya menjadi kata benda. Yang disebut dengan weton adalah gabungan antara hari dan pasaran saat bayi dilahirkan kedunia. Misalnya Senin Pon, Rabu Wage, Jumat Legi atau lainnya. Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon adalah nama-nama pasaran (untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak di artikel Kajian Hari).

Jadi pengertian Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang berputar selama 35 hari. Artinya diperingati setiap 35 hari sekali. Berbeda dengan acara ulang tahun yang diperingati setahun sekali.

Amalan Puasa Weton merupakan ajaran mulia dari para leluhur, guna menghayati dan menghargai kelahirannya diri kita ke alam dunia ini. Falsafah sederhana puasa weton ini adalah hari lahir merupakan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Jadi pada hari tersebut, kembali kita mengingat kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita. Dengan harapan, agar kita ingat bahwa lahirnya manusia dimuka bumi ini membawa kodrat. Kalau dalam istilah Quran, diturunkannya manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah / pemimpin (Al-Baqarah: 30). Layaknya sebagai seorang khalifah adalah membawa berkah dan rahmat bagi alam semesta. Bukan untuk merusak apalagi membinasakan alam atau sesama manusia.

Setiap diri yang selalu ingat kepada kodratnya ini maka akan menjadi pribadi-pribadi yang mulia, bijaksana dan penuh kasih sayang kepada sesama dan seluruh alam. Maka kehidupannya akan senantiasa dalam lindungan dan penjagaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Amalan Weton merupakan warisan budaya lokal, tidak ada hubungan dengan ajaran agama tertentu. Jadi boleh diamalkan oleh semua orang, apapun agama dan keyakinannya. Ternyata puasa hari lahir ini juga pernah dilakukan oleh Muhammad SAW. Seperti keterangan berikut ini. Nabi ditanya tentang puasa hari Senin lalu beliau menjawab, “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan hari dimana aku diutuskan sebagai Nabi, atau dimana diturunkannya wahyu pertama padaku”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i, sanadnya shahih). Dari Hadist tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Islam boleh hukumnya mengkhususkan ibadah pada hari tertentu yang dianggap memiliki arti istimewa (baik). Juga diperbolehkan memperingati hari lahir dengan berpuasa. Atau beribadah sunnat lainnya karena ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi SAW saat hari kelahirannya.

Ritual Weton

Dalam kaitannya dengan weton, orang Jawa memiliki tradisi yang disebut “selapanan”, yaitu memperingati weton kelahiran, yang berputar selama 35 hari itu dengan melakukan lelaku prihatin. Misalnya dengan lelaku berpuasa “ngapit”, mutih, melek (tidak tidur) dan menyediakan sesaji sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME.

Yang dimaksud dengan Puasa Ngapit adalah berpuasa 3 hari, yaitu pada hari weton, ditambah 1 hari sebelum dan sehari sesudahnya. Ada pula yang cukup dengan ritual Mutih, yaitu selama beberapa hari hanya makan nasi putih dan air putih tawar saja tanpa puasa, jadi boleh makan-minum kapan saja. Ada juga lelaku puasa 3 hari sebelum hari weton, 5 hari sebelum weton dan berbagai jenis cara puasa lainnya.

Adapula ritual melek (tidak tidur) selama 24 jam yang dimulai dari saat Matahari terbenam saat masuk hari wetonnya. Dan diakhiri ketika matahari terbenam dihari wetonnya. Sambil menghidangkan sesaji berupa variasi 4 warna bubur dan sesaji lainnya yang memiliki arti simbolik yang luhur.

Dan masih ada berbagai macam jenis tatacara ritual lainnya yang berkembang di masyarakat Jawa dalam rangka memperingati Weton Kelahiran ini. Walaupun tatacara berbeda-beda tetapi intinya sama yaitu sebagai bentuk lelaku prihatin (riyadhoh). Acara ini sangat jauh berbeda dengan acara ulang tahun jaman sekarang, yang cenderung bernuansa hura-hura bahkan suka cita yang berlebihan dan mengumbar perbuatan asusila.

Adanya perbedaan amalan-amalan lelaku dalam memperingati weton tidak perlu diperdebatkan. Sebab tatacara lelaku dan amalan sangat bergantung dengan kondisi diri, ajaran agama yang dianut atau pengaruh adat yang berkembang di masyarakat. Bagi mereka yang tinggal di desa nan asri masih banyak berbagai macam pepohonan hijau dan sungai yang bersih, dalam memperingati weton akan membuat berbagai macam sesaji berupa lauk-pauk hasil dari sawah ladangnya. Seperti nasi golong, daun jati, ikan teri, dan lain sebagainya. Tentu saja mereka tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan semua bahan-bahan sesaji tersebut. Tetapi bagi masyakarat kota, yang tinggal di wilayah yang dikelilingi gedung-gedung beton, jarang ada pepohonan, sungai-sungai yang mengalir pun telah tercemar limbah, tiada lagi ikan yang hidup. Akan kesulitan bila untuk memperingati weton sebagaimana tradisi di pedesaan, setiap 35 hari sekali harus menyediakan berbagai macam sesaji dari alam. Maka biasanya tatacara memperingati weton ini setiap kaum adat masyakarat bisa berbeda-beda.

Begitu pula dengan tata amalan Puasa. Bagi mereka yang kehidupannya sudah dilonggarkan dari urusan duniawi akan lebih ringan dalam menjalankan puasa berhari-hari atau ritual tidak tidur semalam suntuk. Namun bagi mereka yang setiap hari masih harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga, anak-istri, akan sangat susah untuk melakukan puasa berhari-hari semacam itu. Sementara ia harus dituntut produktifitas kerja yang tinggi bila tidak ingin dipecat dan kehilangan pekerjaan atau mata pencahariannya. Maka amalan puasa weton pun bervariasi, disesuaikan dengan kondisi diri sang pengamalnya. Yang penting tidak meninggalkan makna yang sebenarnya dari ritual weton.

Di kalangan masyarakat muslim, puasa weton ini biasanya dilakukan lebih dari 1 hari, ini untuk memberi solusi bagi mereka yang wetonnya jatuh pada hari-hari yang dilarang berpuasa di hari-hari tertentu seperti hari Jumat tanpa disertai puasa hari yang lain.

Manfaat Ritual Weton

Dari penghayatan dan pengamalan ritual weton yang luhur ini tentu akan membawa dampak baik bagi para pengamalnya. Antara lain :

  • Sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME dan rasa terimakasih kepada kedua orang tua.
  • Sebagai salah satu momen untuk berintropeksi diri, ingat kembali kepada kodrat dan tugas sebagai manusia di muka bumi.
  • Kembali mengenal setiap unsur yang menyertai diri manusia hidup dimuka bumi ini, yaitu para Sedulur Sejati. Ada pula yang mengartikan Sedulur Papat Kalimo Pancer.
  • Dari pengalaman orang yang telah menjalankannya memberikan dampak baik dalam diri, menjadi lebih arif & bijaksana dalam mensikapi kehidupan.
  • Para sesepuh berpendapat bahwa salah satu cara untuk membentengi diri dari kejahatan magis adalah dengan berpuasa weton.
  • Dan berbagai manfaat positif lainnya sesuai dengan penghayatan yang bisa dicapai oleh para pengamalnya. Semua bisa terjadi bila semata-mata ada rahmat dari Tuhan Yang Maha Welas Asih.

Demikian tentang kajian Puasa weton. Semoga bermanfaat untuk pembaca blog Rasa Sejati. Salam karahayon.

Nuwun,

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

38 komentar di “Kajian Ritual Weton

  • Iwan semarang mengatakan:

    Ki umar kalau weton jatuh pada hari tasrikh(dilarang agama) gmn ki?klau puasa melek diganti mulai maghrib tidak makan sampai maghrib lagi karena aktifitas bekerja dituntut bangun pagi dan biar di kantor tdk sakit gmn ki apa berkurang khasiatnya maaf ya ki?terima kasih

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam,

      Monggo, silahkan dipilih tata amalan yang sesuai dengan kondisi diri anda. Tradisi weton bukan untuk mempersulit atau merugikan, tetapi untuk membawa kebaikan bagi pengamalnya.

      Nuwun,

  • sangaji mengatakan:

    assalaamu’alaikum Ki Umar
    Semoga Ki Umar selalu dalam Rahmat dan Lindungan dari Allah SWT

    Ki mau tanya .. apakah malam sebelum puasanya harus melekan?

  • GEmiNIUS mengatakan:

    salam pesuduluran ki….
    klo sy lahir hri kamis, barati puasany rabu sore pas masuk magrib? gitu ya

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Sebenarnya tidak ada acuan yang baku. Anda dapat mulai Rabu sore sebelum matahari tenggelam (maghrib) silahkan dimulai dengan mandi Jinabat. Mulai malam itu anda mulai pengendalian hawanafsu. Dan esok paginya berpuasa seperti biasa.

      Nuwun,

  • hary5554 mengatakan:

    Ass.wr.wb.
    Ki Umar Yth. saya sdh 2 bln ini menjlnkan puasa weton, dan punya niat puasa weton utk anak saya krn dia msh kecil, apakah ‘laku’nya sama juga spt puasa weton bagi org dewasa, artinya melek + puasa tdk makan dan minum.
    Trima kasih atas balasannya.
    Wass.wr.wb.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Boleh saja lelaku seperti itu. Atau boleh juga cukup dengan membuatkan syukuran (nasi lauk) untuk dibagikan kepada para tetangga. Sedekah dapat menolak balak (Al-hadist).

      Nuwun,

  • rohmanhaby mengatakan:

    Assallamu’allaikum…….syukur Alhamdullilah berkat doa Guru dan semua sedulur rasa sejati . Sampai juga akhirnya dan sangat terasa efek puasa weton ini. mungkinkah ini Rasa Sejati, yang sulit untuk di katakan karna sangat nikmatnya . Saya ada terasa ringan badan juga pikiran semangat lagi. pokoknya sangat beda dari hari sebelumnya . terimakasih Alfatiha untuk Guru . Wassallam.

  • ana mengatakan:

    aslm..ki,kalo saya, 19 juli 1990..weton dan maknanya apa?kalo masalah jodoh, karir dll. gmn?
    oea, kalo ibadah g da tuntunannya bukannya itu bid’ah y ki? thanks

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Sering saya jelaskan Bid’ah ada dua. Ada bid’ah yang diperboleh dan diharamkan.
      Selama suatu ajaran tradisi budaya tidak bertentangan dengan subtansi ajaran Islam (yaitu mengesakan Tuhan) maka itu tidak termasuk dalam bid’ah yang dilarang. Jangankan tradisi budaya, dalam ritual ibadah saja banyak yang bid’ah. Misalnya Sholat Tarawih berjamaah itu juga bid’ah (tidak ada tuntunan dari Rasul). Membaca Doa dengan mencampur bahasa sendiri (Arab dan bahasa indonesia misalnya) seperti yang biasa dilakukan khotib-khotib saat sholat Jumat itu juga bid’ah. Acara-acara peringatian Maulid Nabi dan semacamnya itu juga bid’ah (jaman nabi tidak ada seperti itu dan tidak dituntunkan). Dan sebagainya.

      Untuk weton : jatuh pada hari KAMIS pon.

      Nuwun,

  • Riyadi mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr’Wb
    Salam takzim kepada Ki Umar semoga anda selalu dalam ridho dan lindungan اَللّهُ swt,Ki Umar saya mau tanya apakah benar ketika saya puasa weton dan mewiridkan amalan anti sihir sesuai jumlah neptu saya lebih cepat menyerapnya,saya lahir kamis pahing 8+9=17,lalu saya wirid amalan tersebut setiap selesai shalat 17 kali,Mohon jawaban Ki Umar,terima kasih

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Untuk kebenaran saya tidak mengetahui dengan pasti. Namun ada beberapa alasan pemakaian hitungan neptu

      Pertama, seperti tujuan adanya Kaidah Abjadiyah, perhitungan angka neptu untuk menjaga istiqomah (ajeg) dalam hitungan amalan.

      Kedua, ciri khas ajaran tradisi Jawa adalah pemberdayaan segala misteri diri pribadi, misalnya angka 4-5 (S4P5), termasuk dalam angka neptu kelahiran pribadi. Ini seperti penguat sugesti diri.

      Ketiga, ada rahasia dibalik angka neptu yang mungkin belum kita ketahui yang membawa dampak magis dalam pemakaian angka-angka ini.

      Nuwun,

  • Taufik Gunawan mengatakan:

    Ki saya mau tanya weton saya, saya lahir pada tanggal 11 november 1992

    Dan tolong ramalin tentang diri saya

    Maturnuwun ki.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Mohon maaf saya tidak melayani ramal-meramal. Nanti malah blog ini jadi bahan cercaan oleh segelintir orang yang tidak sependapat dengan yang namanya clairvoyant.

      Nuwun,

  • Yanti mengatakan:

    Aww, ki mf sy mw tanya :
    1. apakh puasa weton bs dilakukan seperti puasa ramadhan?
    2. Mengapa puasa weton dilakukan magrb seblm sampai magrib keesoknya,, apakh ada sunah atu dalilnya?
    Trimakasih

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      1. Boleh saja.
      2. Bila anda berniat puasa weton ala puasa ramadhan maka lakukan saja demikian. Jauh sebelum kehadiran Islam di tanah Jawa ini, orang Jawa & sebagian besar suku di Indonesia telah mengenal ritual puasa. Yang biasanya puasa itu dilakukan minimal 1×24 jam atau sehari-semalam. Jadi puasa semacam itu adalah ajaran warisan leluhur.

      Bila anda yakini silahkan diamalkan, bila anda ragu maka tinggalkan. Mudah bukan? :)

  • Satrioaji mengatakan:

    Ki Umar & para sedulur,
    Ass Wr. Wb.

    Salam ta’dzim. Saya baru saja membaac buku “Dialog Problematika Umat” terbitan Khalista – LTN PBNU cetakan I, Januari 2011. Buku tersebut berisi jawaban-jawaban KH. Sahal Mahfudh – salah satu sesepuh NU dan Ketua MUI Indonesia.

    Sang Kyai menjelaskan dengan runtut (seperti tulisan Ki Umar) bagaimana tentang puasa weton ini – buku halaman 140 s/d 142. Alhamdulillah, saya dilihatkan pada pembahasan ini dari orang sekaliber KH. Sahal setelah mendapatkan pelajaran dari blog ini. Pasti ini bukan suatu kebetulan saya bisa membaca pembahasan ini di Buku KH. Sahal.

    Silahkan dicari buku tersebut – dan pada intinya puasa weton itu ada kata KH. Sahal Mahfudh. Tapi karena tidak populer, jadi sedikit kitab yang membahas ini, salah satunya Kitab Subul As-Salam.

    Semoga menambah khasanah kita. Amiin.

    Wassalam,
    Satrioaji

  • sudinwak mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr Wb;
    Yth Bpk Guru Ki Umar.
    Tanggal 1 Ogos 2011 jam 11.35 malam, saya telah menulis seperti dibawah ini:
    (Ikut kad pengenalan saya dilahirkan pada 10 Febuari 1955, manakala menurut Arwah Ibu saya dilahirkan pada 6 Febuari 1955 dan Selasa Paing. Saya mohon Yth Bpk Guru membantu saya dalam hal ini. Atas bantuan & pertolongan Yth Bpk Guru saya ucapkan terima kasih dan semoga Allah merahmati hidup kita semua. InsyaAllah.)
    Saya mohon pada Yth Bpk Guru membantu saya berkaitan tarikh / tanggal lahir nya saya yang bertepatan dengan karekteristik saya.
    Ampun dan maaf juga saya pohon dan juga terima kasih pada Yth Bpk Guru.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Lebih mudah bila sebaiknya mengikuti apa yang selama ini ibunda anda yakini. Sebab mungkin selama ini beliau telah membangun pondasi spiritual di setiap tanggal kelahiran anda itu.

  • hari mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Jika pas neton anak saya tetapi yang puasa saya apakah tidak mengapa ki, karena anak saya masih kecil…
    Wasalamualaikum

  • Istiqomah mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Maaf sebelumnya,
    tapi sepertinya saya kurang setuju dengan puasa weton, karena memang benar2 tidak ada ajaran sama sekali dr rasulullah,,
    mungkin saya bisa share pendapat yang saya setujui melalu link:
    link to ustsarwat.com

    Tapi bagaimanapun juga setiap orang pasti mempunyai pendapat yang berbeda2,,
    Kalaupun pendapat saya salah, semoga Allah memaafkan kekeliruan saya, dan memberikan berkah kepada yang benar,
    Dan begitu pula sebaliknya, syukron..

    • hari mengatakan:

      mohon maaf ki bila saya mendahului…
      bukankah rasulullah mengajarkan puasa senin kamis, sedangkan salah satu hari itu adalah hari dimana rasul dilahirkan. jadi itu adalah puasa neton nya rasulullah…
      terima kasih…

  • Abdul rozak mengatakan:

    Asslkm wrb ki,
    sblmnya saya mhn maaf ya ki atas tulisan sy ini,saya hy mo nanggapi pendapat sdr @istiqomah…memang puasa weton tdk diajarkan oleh rosul,dan guru kami bilang habib Munzir al musawa pemimpin majelisrasulullah puasa weton tdk dilarang dan mendapatkan pahala yg penting sesuai dg syariah(dimulai fajar sidiq dan berbuka wkt maghrib),dan dg niat baik,palagi dg niat syukur kpd Allah swt. Dan tdk berpuasa dihari dilarang berpuasa,spt tasyrik…dan jika hr jumat maka dibarengi hari sesudah atw sebelumnya. Anda bisa klik disini.
    link to majelisrasulullah.org

  • taqia aidi fitra mengatakan:

    mau tanya ki..apa rutinitas puasa Rasulullah setiap hari senin itu karena beliau lahirnya hari senin,,bagaimana kalau orang yang lahirnya hari sabtu apa dia berpuasanya hari sabtu,,?mohon jawabannya terima kasih,

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Intinya puasa di hari lahir secara agama diperbolehkan. Bila lahir anda jatuh dihari yang makruh seperti hari Jumat / sabtu maka tambahkan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnya.

      Semoga bisa dimengerti.

  • Tata mengatakan:

    Salam sejahtera Ki…
    Saya non muslim,, orang jawa..Saya tertarik dengan puasa weton ngapit (3 hari ) sebelum dan sesudah hari weton Sedangkan weton saya jatuh pada hari sabtu kliwon. Jika puasa ngapit tetap dilakukan, Apakah tetap dimulai dari hari jumat-sabtu-minggu,,serta doa’nya.. menurut teman saya yang muslim puasa dihari jumat tidak diperbolehkan……mohon penjelasannya. Terimakasih

  • ahmad wahyud mengatakan:

    saya dan istri saya weton saya jum.at wage sedang istri saya senen paing dalam jawa disebut geyeng,saya wiraswasta .dah jalan 5 taun tapi usaha kami gt gt aja omset besarr tapi minus terus padahal kalau di hitung ya untung lumayan besar apa ini berpengaruh dari weton saya dan istri saya ki..numun.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Tentu saja tidak demikian. Sebaiknya di cek dulu, coba dievaluasi sistem manajemen anda. Tanggal lahir memang menyimpan blueprint laur kehidupan seseorang tapi keberuntungan dan kesuksesan orang tetap dipengaruhi oleh kesungguhan dari ikhtiarnya masing-masing.

  • ning mengatakan:

    Ass. Ki,
    Waktu kecil (SD) saya disuruh orang tua untuk menjalankan puasa weton dan sering diajak melek. Setelah saya pisah dengan orang tua setiap keluarga dekat ada yg sakit akau kena musibah saya selalu bermimpi, sekarang umur saya 45 tahun weton sabtu legi
    Mohon pencerahannya Ki apakah itu hanya kebetulan atau bagaimana, dan apakah puasa wetonnya sebaiknya saya lakukan lagi karena setelah berkeluarga tidak saya kakukan lagi teima kasih sebelumnya, Wassalam.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Pada hakekatnya tidak ada yang kebetulan di dunia, semua telah ada dalam bingkai takdirNYA.
      Amalan weton memberikan banyak fadhilah yang positif, salahsatu adalah menajamkan kepekaan batin misalnya seperti yang pernah anda alami itu. Dan puasa weton diusahakan terus dilakukan pada setiap bulannya sampai akhir hayat.

      Semoga menjadi amalan yang bermanfaat & memberkahi kehidupan anda sekeluarga.

  • Choen Jalis mengatakan:

    Trmakasih Ki UmarJogja, sauya mulai yakin dengan maksud saji weton, setiap hari weton saya lakukan itu

  • dekoon mengatakan:

    asss….wr..wb.. alhamdullillah ki sebelum saya membaca blok bagian puasa weton ini aq dah mulai mengerjakan puasa weton..waktu itu aq juga blom mengerti tentang puasa weton. tp dari hati nurani sya memang pengen mengerjaknya alh.. sekarang sedikit banyak dah mengerti tentang manffat dan gunanya menjalankan puasa wetn. tp saya masih blommengerti tentang puasa yang orang jawa bilang”dino 40an” harinya saya dah ngerti tapi apa manfaat dan kegunaanya saya blom tahu ki.. mohon penjelasanya ki.. sebelum dan seudahnya saya ucapkan banyak trima kasih…

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      3 hari neptu 40 itu biasa dipakai dalam lelaku (amalan) ilmu aji-mantra. Gunanya untuk meringkas amalan lelaku yang seharusnya dituntunkan 40 hari akhirnya cukup dilakukan 3 hari saja, dengan catatan dilakukan pada 3 hari yang memiliki jumlah neptu 40. Secara energikal hasilnya sama, tapi secara perkembangan jiwa (ruhani) tentu amalan 40 hari memiliki nilai lebih daripada amalan 3 hari.
      Ajaran ini berfungsi sebagai solusi bagi mereka yang keburu harus segera memiliki ilmu, misalnya saat kondisi genting & perang. Dan sekaligus solusi bagi kaum wanita yang hendak turut mengamalkan ilmu ghaib. Sebagaimana kita ketahui bahwa wanita memiliki sirklus haid dalam setiap bulannya, tentu tidak dapat menjalankan amalan ritual 40 hari, maka dapat diringkas menjadi 3 hari.

      Nuwun,

  • cahyo mengatakan:

    Assalamualaikum,
    ki, saya saya punya benda pusaka dari leluhur dari jogja, kyai wilis,
    tiap hari kelahiran saya istilahnya nyuceni posoko, apa itu termasuk mengingat weton/kelahiran kita??
    dan mau tanya, untuk puasa weton rabu kliwon, berarti mulai selasa sore qt sudah puasa dan malam adakan acara melek, hingga rabu matahari terbenam,
    apakah cukup 1hari saja ki, dan di atas dibahas 3hari, 1hari weton kita ditambah 2hari @ sebelum dan sesudahnya?? yang benar yang mana ki???
    Matur nuwun……..

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      1. Bukan, memandikan pusaka adalah jamas. Mengapa perlu dijamas? sebab itu adalah wejangan dari sang pembuat pusaka tersebut. Hal ini biasanya banyak ditemui pada pusaka buatan mpu Keris. Oleh sebab itulah keris pusaka minimal setiap selapan dino (35 hari) sekali di-jamas. Dengan maksud agar bersih dari segala uap racun dan awet / tidak mudah rusak. Harapannya wujud fisik pusaka dapat bertahan lama dan keindahan (eksotiknya) dapat dinikmati anak cucu sama persis tanpa cacat. Namun pusaka apapun jenisnya adalah benda luar. Bila hendak memperingati hari kelahiran seyogyanya mensucikan diri pribadi, baik jasad (badan) maupun ruhani (ruh). Salah satunya dengan cara berpuasa untuk mengekang hawa nafsu dan takafur / meditasi untuk mengenali jati diri.

      2. Semua itu benar, anda dapat memilih berpuasa 1 hari atau tiga hari.

      Nuwun,





%d bloggers like this: