DAYA Puasa & Melek


DAYA PUASA & MELEK


auraMohon penjelasannya ki, laku puasa apa benar bisa menajamkan mata bhatin (indra keenam)??

Jawab:

Menurut pinisepuh Jawa yang diabadikan dalam Kitab Primbon disebutkan sebagai berikut:

Manfaat cegah tidur (melek) itu membekas di sukma. Menghasilkan terhadap apa yang diminta, memperoleh 3 perkara yaitu pertama: panjang umurnya, kedua: beruntung, ketiga: tajam mata batinnya.

Manfaat cegah makan (puasa) itu membekas di raga. Menghasilkan terhadap apa yang diminta, memperoleh 3 perkara yaitu pertama: berwibawa nan sakti, kedua: mendapatkan kedudukan tinggi, dan ketiga: kaya.

Tentu saja dalam hal ini yang dimaksud dengan cegah makan dan cegah tidur itu adalah lelaku yang didasari oleh NIAT dan TEKAD. Inilah yang membedakan orang tidak makan karena lelaku ritual dengan orang tidak makan karena kelaparan.

Misalnya ada 2 orang yang masuk dalam ruang yang gelap gulita, tidak diberi makan-minum selama beberapa hari. Orang pertama adalah seorang narapidana yang dimasukan dalam sel tahanan. Orang kedua adalah seorang spiritualis yang sedang masuk dalam gua/ruangan untuk bertapa / bertafakur. Kedua orang tersebut mengalami kondisi yang sama, tidak makan & tidak tidur tetapi karena niat dan tekadnya berbeda maka menghasilkan manfaat (efek) yang berbeda pula.

Inti amalan lelaku seperti cegah makan (puasa) dan cegah tidur (melek) adalah mengendalikan diri. Yaitu berusaha mengendalikan keinginan nafsu badan jasmani, serta nafsu pikiran jahat. Maka niat dan tekad itu penting. Bila anda sudah bertekad mengendalikan nafsu badan dengan berpuasa dan melek, maka berusahalah dengan lebih keras untuk melaksanakannya. Bila anda berhasil dan bisa istiqomah (tekun menjaga amalan terus menerus) itu artinya anda tidak lagi diperbudak nafsu badan. Anda tidak lagi diperbudak nafsu keinginan. Untuk apa mampu berpuasa berhari-hari tetapi setelah masa puasa lalu kembali mengumbar hawa nafsu. Begitupula bila sudah bertekad melek semalam suntuk tetapi masih saja tidur semaunya. Itu juga belum bisa disebut berhasil. Sebab diri kita masih belum bisa mengendalikan nafsu tidur. Ritual puasa & melek semacam itu tidak ada artinya. Karena meskipun anda telah menyelesaikan puasa tetapi inti puasa sebagai pengendali badan jasmani dan nafsu tidak terpenuhi.

Meskipun saat sahur dan berbuka boleh makan apa saja, tetapi tetaplah menjaga inti puasa. Yaitu pengendalikan diri dan nafsu. Makan dan tidurlah ala kadarnya saja. Makanlah apa yang ada di meja makan, walaupun hanya ada nasi putih dan air putih saja. Tidak perlu mencari-cari yang tidak tersedia. Makan dan jangan protes! Lalu biasakan tidur selepas tengah malam dan bangunlah sebelum Matahari terbit. Atau tidurlah lebih awal, lalu bangunlah dini hari (sepertiga malam) sampai Dhuha jangan tidur lagi. Isilah waktu terjaga (melek) ini dengan hal yang positif seperti meditasi, atau sembahyang mengagungkan asma Tuhan.

Tujuan amalan lelaku para spiritualis adalah agar bisa mengendalikan 9 lubang hawa (babagan hawa 9) sebagai keluar masuknya nafsu. Melalui cegah makan (puasa), cegah tidur (melek), tafakur, meditasi atau semacamnya. Bila badan dan nafsu telah dikendalikan, maka lebih mudah konsentrasi masuk dalam dimensi ruhani. Pintu dimensi ruhani hanya bisa ditembus dengan kepasrahan raga, pikiran dan jiwa. Ketiga komponen tersebut sulit sekali pasrah bila selama ini selalu dituruti keinginan nafsunya. Maka perlu dikendalikan dengan disiplin. Kedisiplinan bisa diperoleh bila kita memiliki Niat dan Tekad yang kuat untuk mewujudkan apa yang diminta.

Efek dari ketekunan melakukan amalan cegah makan (puasa) dan cegah tidur (melek) yang dibalut dengan lelaku amaliyah yang baik seperti membaca wirid, puji-pujian, doa-mantra atau semacamnya inilah yang nanti akan menajamkan mata batin. Energi ruhani yang bersifat ghaib akan memancar secara otomatis dari diri anda. Daya energi inilah yang membuat pancaran aura anda berpendar terang, tampak berkharisma dan berwibawa.

Demikian jawaban saya, semoga ada manfaatnya.

Nuwun,

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

52 komentar di “DAYA Puasa & Melek

  • Fajar Iman mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Mohon maaf, saya yang bodoh ini mau tanya Ki, Pertama, apakah laku saya benar ketika saya bertekad untuk mengendalikan babagan hawa 9, namun lakunya untuk meraih kerejekian, kekayaan, (apakah kerejekian dan kekayaan tsb, bukan termasuk hawa nafsu) Kedua apakah kalau niat dan tekad puasa makan dan melek, khusus untuk puasa melek bisa (tidurlah lebih awal, lalu bangunlah dini hari (sepertiga malam) sampai Dhuha jangan tidur lagi. Isilah waktu terjaga (melek) ini dengan hal yang positif seperti meditasi) sesuai dengan petunjuk Ki umar? mohon pencerahan, mohon maaf.
    Wassalamu’alaikum wr.wb
    Nuwun
    Rahayu

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Tujuan anda tersebut merupakan sebuah doa harapan kepadaNYA.
      Lelaku puasa & amalan anda tersebut merupakan bentuk sarana penghantar untuk lebih mendekatkan diri kepadaNYA.

      Harta kekayaan, istri/suami, anak, jabatan itu bukan merupakan nafsu tercela, manakala disadari sebagai sarana ibadah kepadaNYA. Semua ini akan menjadi hawa nafsu tercela jika anda diperbudak olehnya, seperti menghalalkan segala cara dalam meraihnya. Disinilah pentingnya mengendalikan nafsu. Bukan mematikan nafsu. Sebab nafsu itu sendiri juga merupakan fitrah dari Tuhan. Bila tanpa ada nafsu, manusia tidak akan maju dan tidak berkembang biak. Tetapi bila nafsu di umbar, tidak dikendalikan justru akan membuahkan malapetaka. Jadi intinya adalah mengendalikan hawa nafsu. Makan dan tidurlah secukupnya, carilah rejeki sesuai kebutuhan keluarga & anak cucu anda dengan cara yang benar & jangan melampui batas.

      Nuwun,

  • deri mengatakan:

    wah, saya senang sekali karena pertanyaan saya dibuat kolom khusus,,, hehehe
    matur nuwun ki umar… Mohon agar saya terus dibimbing ki, secara perlahan tapi pasti saya mulai mengertiโ€ฆ

  • dani mengatakan:

    assalamualaikum ki mau tanya sebenarnya uang ghoib itu ada ga?dan bagaimana hukumnya menyedot uang atau menarik uang secara batin,,misalkan menarik uang bank atau uang orang non muslim secara ghoib atau uang ghibah?

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      – Penarikan uang ghaib memang bisa terjadi. Tetapi sulit sekali menelusuri darimana uang itu sebenarnya, entah dari bank manusia, hasil curian, atau yang lain. Dalam hal ini saya tidak mau sekedar berprasangka dan menerka bila tanpa pembuktian pribadi. Sementara ini anggap saja sebagai rahasia ghaib.

      – Hukumnya tentu saja sah-sah saja, toh tidak ada Undang-Undang negara yang mengatur mengenai hal ini. Hehehe… Tetapi bila anda bertanya kepada pakar agama, cenderung haram (Syirik). Selama ini saya pribadi tidak pernah mengambil uang hasil tarikan ghaib. Bekerja yang wajar-wajar saja dan cukup diiringi dengan wirid Kerejekian.

      Nuwun,

  • Deri mengatakan:

    Ki, Saya Rasa sudah cukup renungan saya soal pondasi spiritual, Mengerti atau tidak mengerti saya tetap berusaha lebih keras. Sungguh renungan ini buat saya jadi agak minder, tapi Alhamdulillah sudah ada perkembangan pada diri saya untuk mengontrol nafsu.
    Sedikit cerita ki, walau mungkin ini agak kedengaran memaksa jasmani,
    bila saya mau niat melek, maka saya mandi tengah malam ataupun dimana saja saya merasa ngantuk itu datang.
    Soal mengendalikan makan, sengaja saya tetap pada pendirian untuk latihan makan apa adanya, hal ini juga didukung dengan kondisi saya yang jadi anak kos-kosan Di Kota Bengkulu. Karena kami anak kosan jadi untuk urusan makan harus cari sendiri, dan tidak ada yang menyediakan. Tapi untuk sekarang masih ada kiriman beras dari orang tua saya ki, dan itulah yang saya makan sehari-hari, Alhamdulillah sudah mulai terbiasa makan ala kadarnya. Kadang saya berpikir “andai Ki, Umar ada diBengkulu, hehehe” mungkin saya bisa minta bimbingan langsung, agar ilmunya lebih mudah menyerap, dan juga saya punya segudang pertanyaan soal hal ghaib ki.
    Ki, sekarang saya belajar untuk meditasi(walau masih dengan tekhnik buatan sendiri, hehehe), Saya harap agar ki umar bisa segera menyelesaikan tulisan mengenai”teknik olah nafas”,

  • Deri mengatakan:

    Boleh bertanya tentang pengalaman ki umar???
    Apa yang buat ki umar jadi betah melakukan meditasi sampai berjam-jam? Lalu bagaimana agar meditasi itu sendiri biar bisa jadi lebih enak(maksud saya lebih menikmati kondisi medatasi itu sendiri)?
    kapan biasanya ki umar bermeditasi?
    Dimana ki umar bermeditasi?
    Ruangan? Kamar? atau ada tempat lain yang ki umar gunakan untuk meditasi?

    Saya tau lebih lanjut soal meditasi dan juga tekniknya ki, Mohon bimbingannya,,,

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Semua itu adalah panggilan jiwa. Ketika kita senang dengan sesuatu aktivitas, maka kita akan betah melakukannya bahkan sampai berjam-jam lamanya. Awalnya memang sulit, tetapi karena ada rasa nyaman dan bisa menyegarkan batin, akhirnya jadi aktivitas rutin sehari-hari.

      Meditasi bisa kapan saja dan dimana saja. Biasanya pagi hari untuk Meditasi Prana, Malam & Dini hari untuk meditasi Rasa Sejati (semacam meditasi penghayatan).

      Mengenai tempat dipilih yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan tempat yang bersih. Bisa di dalam atau sekitar rumah, atau di alam terbuka, seperti sawah, sungai, pantai dan gunung. Khusus untuk ruangan, saya memang memiliki kamar khusus, yang biasa digunakan khusus untuk meditasi, tafakur, dan ritual.

      Nuwun,

  • rahayu wilujeng mengatakan:

    Pengalaman saya, cegah makan lebih mudah dilakukan daripada cegah tidur.. He.. He.. Selepas jam 2 malam mata mulai terasa sepet.. Selepas jam 3 semakin pedes.. Setelah solat subuh rasanya aduhay betapa beratnya.. zzz.. zzz.. Alias ketiduran, he he..

    @Deri: saya salut sama kamu dek.. Semangatmu dalam belajar keilmuan begitu besar. Semoga Allah meridhoi usaha kamu, amin..

    • Deri mengatakan:

      @Rahayu wilujeng: Terima kasih atas semangatnya, ya mudah-mudahan saja ini jadi langkah awal yang baik. Dan semoga Allah menghijabi keinginan saya untuk belajar melalui ki umar… amin

      Al-fateha sent..

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Hahaha..begitulah adanya. Memang lebih berat tetapi bisa dilakukan. Asal tekun berlatih (riyadhoh).

      Semua pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi anda saat kelak membimbing murid-murid anda dalam mengamalkan ilmu hikmah. Menjadi guru yang tidak hanya sekedar hafal doa-mantra tetapi juga mengerti dan paham apa yang sejatinya dialami oleh pelaku spiritual. Ini Luarbiasa!!

      Nuwun,

  • agung laksono mengatakan:

    asalamualaikum ki. . . .
    ada gak ki wirid buat kebal bacok n wirid supaya pasangan qita gak nyeleweng???

    makasih ki

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Kebal bacok itu tidak perlu wirid, silahkan anda baca Tips Atraksi Kanuragan. Tanpa puasa dan doa-mantra juga bisa.

      Pasangan tidak menyeleweng? Mari intropeksi diri masing-masing, apa kekurangan dan kelebihan diri anda masing-masing. Kemudian cari tahu apa keinginan pasangan anda masing-masing. Perbaiki segala kekurangan diri dan berusaha penuhi harapan pasangan dengan bijaksana, itu solusinya. Iringi dengan amalan Doa-mantra semoga hubungan bisa langgeng sampai akhir hayat (kunci sukma).

      Nuwun,

  • Tapak Tujuh Bayangan mengatakan:

    Assalamualikum,
    sy mau nanya:
    Kenapa orang yg mau mengamalkan ilmu hrs dikuti puasa, melek, dll pd hal tujuannya adalah mengendalikan hawa nafsu. ada org yg sudah biasa mengendalikan hawa nafsu melalui laku olah nafas. prtanyaannya adalah apa org yg dmikiansudah ” boleh ” meninggalkan laku puasa? maklum Ki ada org yang kuat puasa ada juga yg tdk kuat karna fisik, penyakit dll. atas jawabannya sy ucapkan trima kasih
    wassalam

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Perlu diketahui pengendalian nafsu itu baru pintu awal menuju keberhasilan suatu ilmu spiritual. Setelah nafsu terkendali masih ada lagi yang harus dilalui. Jadi sarana lelaku apa saja sejatinya boleh anda gunakan untuk mencapai pengendalian nafsu 9 lubang hawa ini.

      Namun setiap bentuk ritual (lelaku) pengendalian nafsu memiliki daya (efek) tersendiri. Olah nafas, puasa (cegah makan), melek (cegah tidur), tafakur, semedi dll tentu memiliki daya efek tersendiri dalam diri pengamalnya. Semoga bisa dimengerti.

      Nuwun,

  • deri mengatakan:

    @Tapak 7 bayangan: ini saya ambil jawaban dari ki umar di kolom kajian pengasihan, semoga jawaban ini bisa memuaskan hati sdr.

    “Niat, tekad dan lelaku adalah satu kesatuan. Tidak usah mengganti lelaku ritual amalan ilmu warisan leluhur, bila terasa berat lebih baik amalkan ilmu lain yang anda mampu menjalankannya”

  • Tapak Tujuh Bayangan mengatakan:

    Mas Deri,
    jangan salah paham, saya hanya sekedar bertanya untuk kesempurnaan suatu ilmu. namun demikian ada beberapa ilmu yang diijazahkan oleh beliau sudah saya laku sejak th 1998 dan manfaatnya sangat baik sekali baik untuk pengendalian hawa nafsu dll. saya sangat bersyukur karena ilmu dari beliau menambah keyakinan saya yg tadinya tidak ada penjelasannya sama sekali dan sekarang ada ulasannya……..ini sangat membahagiakan saya. perlu diketahui ilmu yang sy dapat tersebut juga melalui laku yang amat sangat berat….
    trima kasih dan mohon maaf…….

    • Deri mengatakan:

      Ya tidak apa2 sdr.tapak 7 bayangan, kita semua sama-sama belajar. Bila ada salah kata, mohon dimaafkan, kita manusia pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing…

  • DARMO mengatakan:

    KI UMAR WAKTU SHOLAT HAJAT PD TENGAH MALAM UTK MEWIRIT AMALAN KALAU KITA KONDISI NGANTUK BOLEHKAH KITA TIDUR DULU

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu,

      Iya, dalam ajaran Islam dilarang mengamalkan membaca doa wirid dan sembahyang dalam keadaan terlalu ngantuk. Sebab berbahaya, tidak bisa lagi tahu apa yang sedang diwiridkan, apakah merupakan pujian atau malah menjadi umpatan. Maka amalkan doa wirid dalam kondisi sadar.

      Nuwun,

  • Deri mengatakan:

    Asslkm.Wr.Wb
    Saya mau nambahin efek dari sering melek Guru, yaitu memperbaiki organ tubuh yg rusak… Mata saya jadi lbh tajam skg, jadi gk perlu lg pke kacamata..
    Tapi ini juga harus ditambah dgn terapi energi yg ki Umar ajarkan, energinya difokuskan utk menambah daya(memperbaiki maksud sya)ke organ/indra yg perlu diperbaiki, bila perlu baca juga asma sirr, asma kontak, dan ASR…
    Menurut sya kuncinya adalah dgn merasakan, bisa saat meditasi atau jg saat dzikir…
    Mau nanya juga nih Guru, belakangan ini kalo saya mau meditasi pasti diawalnya badan jadi bergetar, awalnya kuat, lalu pelan, dan akhirnya gak bergetar lagi, kenapa bisa begitu ki? Apa itu yg guru bilang dgn aliran listrik yg ada ditubuh..?

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Tidak mengapa, hal seperti itu wajar. Sama saja seperti pikiran, awalnya melayang kemana-mana, tidak fokus bila meditasi dilanjutkan semakin lama pikiran akan hening. Dan masuklah kekedalaman Rasa Sejati. Maka dalam hal ini dibutuhkan ketekunan dalam latihan.

      Nuwun

  • ari mengatakan:

    assalmualaikum.wr.wb
    ki,saya mau numpang tanya.supaya betah melek ada doa atau mantra supaya bs melek engga ki?klau ada saya mnt amalan ki supaya laku saya bs melek sampai bs 3hari tidak tidur.terima kasih
    wassalamualaikum.wr.wb

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Dalam kitab Primbon terdapat :
      – Mantra niat memulai ritual Melek : “Niat ingsun melek tutugo tekan sedina sesuk, manjing teguh rahayu kang santoso kagungane Allah”
      – Mantra betah Melek : “Manik coyo, bahyo coyo, coyo bahyo, sarine Allah ya Allah kulo nyuwun betah melek. Laa ilaa illallaahu, muhammadurrasuulullah.”

      Semoga bermanfaat

  • ari mengatakan:

    asslamualailum ki umar:
    saya terima kasih atas panduan’a ki.sblm’a sy mnt ma’af ki umar saya mau mnt arahan lg brngkali diperkenankan.ki umar sy kn mau melaksanakan puasa mutih 3 hari diiringi melek ki…klau mslh melek sy udah mengerti.lah ini sy mnt arahan lg supaya sy bs kuat puasa mutih 3hari sambil aktifitas krj.gmn cara biar bs sy jln kn ki umar supaya puasa berjalan lancar begitu juga dgn aktifitas krj,apakah ada amalan juga ki.sy mnta arahan’a ya ki umar,WASSALAMUALAIKUM Wr.Wb. sekli lg makasih ki umar

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Membutuhkan proses latihan. Bila selama ini anda belum pernah ritual Mutih, maka biasakan dulu ritual-ritual puasa ala ramadhan. Setelah bisa berjalan baik, barulah boleh memulai menjalani ritual Mutih dan sejenisnya. Jadi tubuh tidak kaget, tetap sehat & fit meskipun diajak beraktifitas dan bekerja.

      Nuwun,

  • Satrioaji mengatakan:

    Ki Umar, salam ta’dzim. Saya membaca beberapa komen di beberapa topik di sini memang senang ya. Ada yang komen ketika membaca ASR/HM atau Sholawat Nuuridz Dzaat bisa merasakan ada ‘something’ di sekeliling tubuh.

    Concern saya Ki Umar, mengapa saya koq tidak merasakan itu ya Ki. Yang saya rasakan memang ada badan hangat … yg saya anggap wajar manakala kita cegah melek. Jadi, roso saya untuk mengetahui apakah sebuah ilmu setelah proses riyadhoh masuk apa tidak di badan saya, belum bisa Ki Umar. Mohon maaf Ki Umar.

    Pertanyaan #1, apakah ini hal yang wajar ataukah karena kebodohan saya dalam menyerap ilmu di RasaSejati Ki Umar? ๐Ÿ™‚

    Untuk mengecek sebuah ilmu berguna, biasanya saya kaitkan dengan kejadian/fakta setelah saya melakukan riyadhoh; sebagaimana testimoni-testimoni saya.

    Pertanyaan #2, bisakah itu menjadi tolok ukur Ki Umar? ๐Ÿ™‚ dan bagaimana caranya agar rasa-rasa yang dijelaskan beberapa teman itu sensasinya juga bisa saya nikmati?

    Sampai saat ini setelah riyadhoh Sholawat Nuuridz Dzaat – saya jadi lebih TENANG dan sumeleh, enak rasanya di hati. Menjadi sarana yang menyenangkan bagi saya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan terus terang, dalam beberapa kesempatan selalu saya baca tatkala akan melakukan aktifitas pekerjaan ataupun keluar rumah.

    Berdasarkan beberapa pengalaman spiritual saya, saya HAQQUL YAKIN bahwa apapun yang telah saya lakukan menjadi ENERGI di alam semesta ini; dan menjadi sesuatu yang berguna bagi kita.

    Mohon maaf Ki Umar, terlalu banyak tanya TAPI ini penting bagi siapapun komunitas RasaSejati yang mungkin sama dengan saya. Mohon berkenan wejangannya ya Ki & salam ta’dzim.

    Wassalam,
    Satrioaji

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Berbicara tentang “merasakan” itu berkaitan dengan kepekaan diri kita. Jadi intinya adalah melatih kepekaan. Di RasaSejati ilmu-ilmu yang memiliki efek meningkatkan kepekaan rasa misalnya Meditasi Prana (panas), MMA (dingin) dan berbagai macam Puasa. Semua itu memiliki efek kepada indera raga. Sedangkan dzikir biasanya lebih berefek kepada indera batin.

      • Satrioaji mengatakan:

        Maaf Ki Umar, baru membaca … terima kasih Ki Umar. Hmmm … saya memang jarang (maaf kata lain TIDAK PERNAH) meditasi. He.he.

        Saya mungkin masuk Fakultas Dzikir di Universitas Rasa Sejati ini. ๐Ÿ™‚

        Wassalam,
        Satrioaji

  • Satrioaji mengatakan:

    PUASA MEMBAKAR HIJAB

    Rasa manis yang tersembunyi,
    Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
    Ketika perut kecapi telah terisi,
    ia tidak dapat berdendang,
    Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
    Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
    Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
    Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
    Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.
    ==========================***

    Ini salah satu cara untuk memahami Daya Puasa. ๐Ÿ™‚ Ketika perut kecapi terisi, ia tidak dapat berdendang; demikian juga jika perut kita hanya terpenuhi dengan makanan/minuman, maka tidak ada ruhiyah yang bersarang di dada. Makanya Nabi SAW bertutur, sisakah 1/3 perut kita untuk dikosongkan jika kita tidak berpuasa.

    Demikian.

    Wassalam,
    Satrioaji

  • pamungkas mengatakan:

    Ki, saya mau di ijazahin semua ilmu tp saya ga kuat makan nasi putih saja ki….bukan ga kuat nahan lapar, tp kalau nasih putih saja ga bisa masuk ke tenggorokan sehingga perut lapar dan tidak kuat, kalau nasinya saya campur garam atau kecap biar ada rasanya gimana ki,saya lebih kuat makan 1 kali saja dari pada makan nasi putih saja.

    soalnya Saya pernah coba ki, mau muasa mutih, nasinya ga mau mau masuk ke tenggorokan, jadi saya ga sahur dan buka-nya nasih putih saja dan minum, tp nasinya juga susah masuk ke tenggorokan akhirnya saya ga makan, saat malamnya badan saya minta makan badan panas, saking ga kuatnya saya akhirnya makan nasi sama tahu dan tempe orek saja,

    kalau puasanya diganti nasinya dikasih garam saja makan sama cabe atau kecap saja gimana ki atau kuah atau nasinya di bikin bubur tp ada rasa asin….gimana ki….???

    yang saya permasalahkan nasinya susah masuk ke tenggorokan….untuk cadangan di perut, kalau saya minum air terus tetap ga mau terima tubuh….harus ada yang ganjal….solusinya gimana ki ?

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Yang namanya ritual Mutih itu adalah ritual tanpa rasa. Bila Puasa Mutih maka yang dimakan hanya nasi putih dan minum air tawar saja. Tidak boleh selain itu.

      Bila anda memang tidak kuat berpuasa mutih sebaiknya niatkan saja untuk berpuasa seperti ramadhan. Hal itu lebih baik, daripada menipu diri sendiri dengan merekayasa amalan. Ritual semacam mutih itu erat kaitannya dengan Niat dan Tekad. Selengkapnya anda dapat membaca di Kajian bab NIAT.

      Semoga bisa dimengerti,

  • wulan mengatakan:

    ass.wr.wb
    Ki,apakah efek dari puasa makan makanan yang bernyawa?nuwun

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      – Dipercaya meningkatkan & memperkuat energi kehidupan.
      – Melemahkan nafsu hewani & kebuasan.
      – Menarik “simpati” energi khodam (banyak ilmu-ilmu khodam yang memakai dasar ritual semacam ini).
      – dan efek lainnya sesuai pengalaman ruhani si pengamal.

      Nuwun

  • jokocet mengatakan:

    Maaf ki..saya mau tanya,kalau cuma puasa melek saja apa boleh?tp tetap bisa makan seadanya.karena saya ingin melek untuk weton saya.gimana menurut ki umar.dan saya ingin belajar lebih banyak dari ki umar.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Lelaku melek boleh saja, tentu melek yang diiringi dengan amaliyah yang baik agar mendapatkan bobot spiritual yang tinggi dan berkualitas.

      Teriring doa untuk kesuksesan usaha anda.

  • Syariful Anwar mengatakan:

    Salam Hormat kepada Ki Guru Umar dan para Seduluru Sanggar RasaSejati sekalian.

    InshaAllah, saat ini Kita memasuki 13 Dzulqa’dah 1432H, kebetulan bertepatan dengan Purnama Kapat Jati pada penanggalan Jawa/Bali.

    —————————
    Ada sebuah ritual Puasa ‘Ayyamul Biid’ (puasa 3 hari pada pertengahan bulan / puasa purnama / puasa putih) yang biasa dilakukan Rasulullah Muhammad SAW, yang bahkan Beliau kerjakan semenjak sebelum menerima Wahyu Kenabian sampai akhir Hayat Beliau.

    Berikut riwayatnya:
    Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata,

    ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ูู‰ ุฎูŽู„ููŠู„ูู‰ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซู ู„ุงูŽ ุฃูŽุฏูŽุนูู‡ูู†ู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ ุตูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุŒ ูˆูŽู†ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุชู’ุฑู

    โ€œKekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.โ€( HR. Bukhari no. 1178)

    Muโ€™adzah bertanya pada โ€˜Aisyah,

    ุฃูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠูŽุตููˆู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ู‚ูู„ู’ุชู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุจูŽุงู„ูู‰ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ู ุตูŽุงู…ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุนููŠุณูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุตูŽุญููŠุญูŒ

    โ€œApakah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?โ€ โ€˜Aisyah menjawab, โ€œIya.โ€ Muโ€™adzah lalu bertanya, โ€œPada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?โ€ โ€˜Aisyah menjawab, โ€œBeliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).โ€ (HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Shahih)

    Namun, hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid.[2] Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, beliau berkata,

    ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽุง ูŠููู’ุทูุฑู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุจููŠุถู ูููŠ ุญูŽุถูŽุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ุณูŽููŽุฑู

    โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.โ€ (HR. An Nasai no. 2345. Hasan).

    Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda padanya,

    ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุฐูŽุฑู‘ู ุฅูุฐูŽุง ุตูู…ู’ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ููŽุตูู…ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

    โ€œJika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).โ€ (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Hasan)

    —————————
    * InshaAllah, ini bukanlah kebetulan belaka jika Para Leluhur Kita rupanya juga menganjurkan dan selalu menauladani hal serupa. Para Leluhur peLaku Kebathinan biasa menyebutnya sebagai Puasa Putih. Dan Mereka melaksanakan ritual puasa ini setiap bulannya selama 3 hari berturut-turut sebagai ritual untuk mendapatkan kekuatan bathin, jasmani dan mempetajam kekuatan Rasa Sejati dalam Diri Pribadi.

    Demikian risalah & tauladan baik yang telah disampaikan kepada Kita Sedulur semua. Semoga Kita dapat menjadikannya suri tauladan baik bagi periLaku Kita untuk mendapatkan sebaik-baiknya keadaan bagi Diri Pribadi kita masing-masing.

    Amien…

    * Terima Kasih kepada Ki Guru Umar yang telah mengingatkan tauladan baik ini kepada Kita semua.

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Salam

      Terimakasih banyak yth.Syariful atas penjabaran ilmu hadist yang diberikan. InsyaAllah sangat bermanfaat bagi kita semua para pemerhati & pembaca blog RasaSejati ini.

      Nuwun,

  • arman mengatakan:

    assallamuallaikum wr.wb…

    Sebelum’y Saya Minta Ma’f yang sebesar-besar’y bila ada kata kata yang tak berkenan di hati ki umar
    Numpang Tanya ki umar boleh engga melek (menahan tidur) memakai obat atau minuman yang enggak bisa tidur, seperti minum kopi dan sbg’y…

    Saya orang baru… Ikutan gabung ki umar… Dan saya mau numpang ngamalin ilmu yang ada di blog ki umar… Mohon di idzinkan ki umar… Terima kasih…

    Nama: tarmani
    lahir: 11-05-1988
    alamat:jawa barat, indramayu
    kota sekarang: johor, malaysia

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Jangan memakai obat-obatan atau doping, amalan yang baik dilakukan dengan alamiah saja, sesuai kadar kemampuan diri anda. Bila memang belum kuat melek 24 jam, maka niat & jalankan melek selama 12 jam (semalam). Bila 12 jam tidak kuat, maka 6 jam.

      Nilai dari sebuah ritual bukan hanya dilihat dari sisi kuat atau tidaknya, namun juga penghayatan akan isi / hakekat dari amalan itu sendiri. Yaitu menguasai diri agar tidak dikuasai nafsu jasmani. Contoh selama ini anda terbiasa tidur 12 jam dalam sehari semalam, maka kurangi jatah tidur anda menjadi 6 jam misalnya. Itu sudah bagus, sebab anda dinilai telah dapat mengendalikan nafsu tidur yang berlebihan.

      Jika hanya dilihat dari kuat-tidaknya melek, itu para penjudi dapat melek selama berhari-hari, tapi apa yang dilakukannya jauh dari hakikat ritual melek (pengendalian nafsu).

      Semoga dapat dimengerti.

  • EKO.P mengatakan:

    assalamualaikum ki Umar…terima kasih banyak atas pencerahan ilmu yg panjenengan berikan.saya merasa msih banyak belajar Ngelmu. .semoga ki Umar selalu menjadi hamba Allah yg istiqomah dan selalu dirahmati Allah SWT.matur nuwun ki…..wassalamualaikum wr.wb

  • Kokok beluk mengatakan:

    Asalamualaikum wr wb
    Ki umar saya sangat senang sekali membaca artikel di bl0g ini.bl0g ki umar sangat membantu saya.sejak saya melakukan puasa melek rejeki saya lancar kembali dan saya semakin giat puasa melek di setiap mlm wt0n saya.mohon doanya ya ki umar sem0ga saya jadi makin sukses usahanya.salam sukses buat ki umar

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Alhamdulillah. Jika berkenan tulisan anda akan kami masukan dalam kolom testimoni, semoga bisa menjadi motivasi bagi saudara2 yang lain agar tetap bersemangat dalam berusaha dan berdoa meraih rahmat Allah swt.

      Nuwun

  • mbah faams mengatakan:

    Assalamu alaikum
    salam kagem ki umar lan poro sedulu rasa sejati…
    ki… mengapa geh???
    antara puasa dan tirakat melek yg saya rasakan kok masih lebih cepat tirakat melak dalam membuat hati terah padang walo blm bisa smpk 24 jam tp udah bisa padang…..n kalo melek kurang hati kok sumpek????
    tp kalo puasa kok gak seperti itu yg saya rasakan hasilny lama ki…..
    ini pengalaman saya ki walo belum bisa setiap hari
    doakan saya ya ki agar bisa istiqomah

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Iya, sebab daya lelaku dari melek memang dapat mempertajam mata batin dan hati. Tentu saja didasari dengan laku melek yang benar, artinya bukan sekedar begadang semalaman.

      Nuwun

  • nurul mengatakan:

    Alhamdulillah saya telah menemukan blog ini sehingga hal2 spiritual yang selama ini mengganjal di hati tlah dijabarkan oleh Ki Umar.
    Mohon ijiin nyimak…!
    Dan mohon ijin & Doanya tuk menjalankan Ilmu yang ada di Blog ini.
    Smoga bermafaat bagi qta smua…
    Salam Rahayu….

  • alif juniar rachman mengatakan:

    assalamualaikum wr.wb

    alhamdulillah hampir 2 minggu ini saya selalu membaca blog dari ki umar, banyak sekali hal-hal yang bermanfaat bagi diri saya untuk menemukan jalan spiritual yang sedang saya lakukan sekarang ini. Berkat blog rasa sejati juga saya bisa memperkaya khasanah spiritual saya.

    ada yang ingin saya tanyakan ki, bagaimana hukumnya menurut akidah islam dalam tata cara ruwatan/pembersihan tempat usaha, rumah dll dengan menggunakan mediasi seperti membakar kemenyan, buhur dan ritual ruwatan ghaib lainnya? apakah termasuk sirik (musyrik)?
    sebetulnya fungsi dari kemenyan, buhur, apel jin, jafaron, misik dsb itu untuk apa?.
    Jujur saya masih belum tahu tentang ritual ghaib dengan mengadakan syarat dan harus dibeli dengan jumlah yang cukup besar menurut kantong pribadi saya. apakah ritual semacam itu ada hadist shohihnya?
    mohon maaf pertanyaan saya terlalu banyak, karena saya takut ritual tersebut melanggar syariat dan akidah islam.

    mohon pencerahan ki. terima kasih sudah menyimak pertanyaan saya

    wassalam wr.wb

  • bawoninda mengatakan:

    Ass.Wr. Wb:

    Ki Umar dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindunganNYA, amiiin.

    Ki Umar…repot sekali sepertinya ya, email saya belum terbalas :-))

    oya …saya mau berterima kasih banyak sama Ki Umar.

    Saya masih ngaiti dan belum sukses puasa nya sudah beberapa kali cuma enggak 100% mutih, belum melek hari Kemis nya, meditasi juga masih awal sekali belum istiqomah— tapi dari amalan yg baru sedikit ini, masya Allah saya merasakan pengaruh yg luar biasa. ada ketenangan dan ke terikatan kepada Allah swt lebih dari sebelumnya.

    beberapa hal kehidupan yang awalnya buremmm skrg mulai terbuka…saya bener bener merasakan nya…saya akan terus lanjutkan tuntunan di buku pewaris utk IPH, sayidul istighfar dan asma sirr…

    doa restunya ya Ki…

    amiin..

    • Ki UmarJogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Yth, Indah & segenap pewaris yang dirahmati Allah, mohon maaf bila konsultasi email di bulan April ini balasannya tersendat (lama). Dalam bulan ini kami sedang banyak mendapatkan pekerjaan ghaib untuk “mensuport” para siswa yang sedang menghadapi Ujian Akhir Nasional. ALhamdulillah sudah selesai hari ini, sehingga kini bisa online lagi untuk membalas email & comment di blog.
      Mohon bersabar, secepatnya setiap email pewaris akan kami balas.

      Saya telah membaca testimonial anda mengenai ebook RasaSejati, secara pribadi saya mengucapkan terimakasih. Tidak banyak yang memberi penilaian tentang materi Ilmu di RasaSejati, jadi saya katakan testimoni dari anda cukup mengesankan. Walaupun bukan seorang author yang bagus, saya tetap mengharapkan saran & masukan guna menyempurnakan ebook & buku RasaSejati, dengan harapan agar lebih mudah dipahami oleh semua lapisan Pewaris yang memiliki latarbelakang tingkat pendidikan & pemahaman yang berbeda-beda.

      Selanjutnya kami selalu memberikan doa restu: semoga senantiasa dikaruniai berbagai macam kemudahan, kesuksesan, keselamatan, kesehatan jiwa & raga untuk anda & segenap keluarga.

      Selamat mengamalkan ilmu RasaSejati, insyaAllah menjadi ilmu yang bermanfaat.

  • riantiara mengatakan:

    assalamualaikum wa wb.
    ki..apakah puasa senin,kamis bisa menajamkan mata bathin juga ya..ki..mohon penjelasannya..trims..





%d blogger menyukai ini: