Pengertian IJAZAH


IJAZAH ILMU HIKMAH

*

Bagi para sedulur yang sudah berkecimpung dibelantara dunia ilmu spiritual mungkin sudah mafhum dengan istilah “ijazah”, namun bagi para pemula mungkin masih belum paham. Pengertian permohonan IJAZAH dalam adab belajar ilmu spiritual adalah memohon ijin & doa restu kepada seorang Guru untuk turut ikut mengamalkan ilmu spiritual yang pernah diamalkan guru tersebut. Ini hanyalah sebuah adab berguru yang dinilai baik, dan bukan sesuatu yang wajib.

Istilah ijazah lebih terkenal dibidang pembelajaran ilmu spiritual contohnya amalan doa, wirid, hizib, ratib ataupun aji-mantra. Sedangkan dalam dunia pencaksilat pemberian ilmu jurus lebih dikenal dengan istilah harkat-an

Ijazah dari seorang guru bagi sebagian murid/pewaris dianggap penting sebab ijazah samasaja dengan doa restu dan disitulah salah satu letak keberkahan dari ilmu yang hendak diamalkan. Oleh sebab itu dimana saja kita menimba ilmu spiritual biasakanlah untuk menyapa sang guru untuk mendapatkan doa restunya.

Disamping itu, alasan lainnya dengan berijazah biasanya calon murid memiliki harapan agar memiliki kemampuan ilmu seperti sang Guru. Bolehjadi hal ini bukan sesuatu yang mustahil, ada sebuah teori yang disebut Resonansi Morfik, yaitu kejadian sama yang terulang kembali diwaktu dan tempat yang berbeda setelah dipicu oleh satu kejadian tunggal.

Dari pengamatan saya, ternyata ijazah ilmu spiritual itu terbagi menjadi 2 yaitu :

  1. Ijazah Umum (amm) ialah amalan doa yang diberikan kepada semua jama’ah / semua murid & santri, artinya siapa saja diperbolehkan ikut mengamalkannya.
  2. Ijazah Khusus (khass) ialah pemberikan amalan doa secara khusus kepada murid / Pewaris / santri tertentu saja. Pengijazahan jenis ini lebih bersifat personal, materi ilmu disesuaikan dengan kadar si murid.

Selain 2 jenis ijazah tersebut sebenarnya ada lagi yaitu Ijazah Ghaib.

  1. Ijazah Ghaib ialah amalan doa yang diberikan secara ghaib, biasanya melalui mimpi atau bahkan dalam keadaan terjaga & sadar melalui ilham (wangsit).

Mekanisme Pemberian Ijazah

Sebelum ijazah diberikan, biasanya seorang calon murid berusaha untuk menjalin tali silaturahim dengan sang Guru terlebih dulu. Apabila sang Guru telah merasa yakin dengan calon murid kemudian dilanjutkan dengan proses baiat atau harkat atau ijazah ilmu. Secara sederhana prosesinya cukup dengan berjabat tangan, dan prosesi yang lebih rumit dengan menyediakan sarana atau menjalankan ritual tertentu. Tatacara prosesi ini setiap guru dapat berbeda-beda. Pada dasarnya prosesi ijazah ilmu bertujuan baik, namun adabaiknya calon murid tetap waspada apabila prosesi ijazah ilmu ternyata menyimpang dari kebenaran atau bertentangan dengan norma masyarakat & agama atau membahayakan keselamatan jiwa.

Dengan kemajuan teknologi kini mekanisme pemberian ijazah ilmu tidaklah selalu dilakukan dengan bertatapmuka, banyak guru spiritual yang melakukan pengijazahan ilmu spiritualnya secara jarakjauh, via telepon atau internet.

***

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Satu komentar di “Pengertian IJAZAH

  • Heru.F mengatakan:

    Terimakasih guru atas ijazah yang telah diherikan kepada saya….
    insyaallah akan saya amalkan untuk kebaikan umat. amin
    alfatihah sent…





%d blogger menyukai ini: