Kajian Ilmu dan Hidayah


ANTARA ILMU & HIDAYAH

^

auratangan…Saya ingin minta saran Ki gimana caranya supaya ilmu ini saya amalkan tapi tidak menjadi andalan setiap ada masalah. tapi tetap mengandalkan Tuhan. Terimakasih ya Ki atas jawabannya. Teriring doa agar Ki Umar sekeluarga dan saudara2 di RASA SEJATI ini selalu dalam lindunganNya. Amin3 Yaa Robbal Alamin
Yth, Sandri37
posting komentar halaman artikel “SUSAH MATI”, 24 Juli 2012

Jawab :

Salam
Ilmu ibarat sarana dalam beribadah, sama halnya seperti harta benda. Barangsiapa yang terlena, bisa saja malah terjebak cinta harta dan menuhankan ilmu. Oleh sebab itu perlu kesadaran untuk selalu mengingat Allah dalam setiap amaliyah perbuatan kita didunia ini.

Sebenarnya bisa saja orang memiliki kekuatan daya supranatural tanpa lelaku batiniah seperti puasa dan dzikir, namun dikhawatirkan kelak akan menjadi manusia-manusia yang takabur, pada akhirnya malah kesusahan dalam menjelang mati. Oleh sebab itulah dalam amalan RASASEJATI untuk membangkitkan daya linuwih dan solusi bagi semua hajat kehidupan, saya landasi dengan amalan puasa, dzikir dan doa kepada Tuhan YME. Agar anda menyadari bahwa sekuat & sebesar apapun usaha anda dalam meraih kesuksesan & kebahagiaan semua itu semata-mata atas rahmat Tuhan YME. Tanpa ridho dariNYA mustahil hajat kita akan terlaksana. Coba perhatikan berapa banyak orang yang telah berjuang keras dengan tenaga, pikiran, uang-harta dan segudang rencana jeniusnya namun tetap saja gagal?

Alam semesta ini bekerja dibawah mekanisme kekuatan Yang Maha Kuasa. Kita hanya ibarat debu dibelantara luasnya jagad alam semesta, yang hakekatnya sangat lemah dan tidak berdaya. Maka janganlah hanya mengandalkan harta dan ilmu kita yang masih “cethek” (sedikit dan dangkal) ini. Sadarilah kekuasaan Tuhan yang bekerja disekeliling kita. Selaraskan diri anda dengan Qudrat (kuasa) dan iradatNYA (kehendak) niscaya anda akan menyadari bahwa segala kekuatan harta dan ilmu hanya akan bermanfaat bila ada ridho dariNYA. Jika demikian apakah anda masih akan mengandalkan ilmu??

Contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari bagaimana?

Berikut ini saya berikan contoh kasus, namun mohon dipahami bahwa ini bukan dimaksudkan untuk pamer & riya, sungguh niat saya hanya sekedar berbagi ilmu pengetahuan sesuai dengan pengalaman pribadi, bukan sekedar katanya kitab atau dongeng. Semoga ada manfaatnya.

Suatu ketika ada seorang tamu yang berhajat hendak menggelar acara pesta pernikahan, beliau datang kepada saya meminta tolong (doa) agar semua dapat berjalan lancar dan tidak turun hujan sampai acara selesai berlangsung. Maklum, didesa acara seperti ini biasanya dilaksanakan diruas jalan dan dipayungi tenda. Dan saat itu sedang musim penghujan. Sore harinya menjelang hari H, hujan belum juga berhenti. Si bapak A sang empunya hajat sampai beberapa kali menghubungi saya, ia risau bila hujan tak jua berhenti niscaya acara nikah besok pagi akan kacau. Selain ruas jalan akan tergenang air, tenda juga tidak dapat memayungi semua tamu.

Saya memang pernah belajar ilmu Pawang Hujan, sebuah ilmu ghaib (irasional) yang biasa digunakan untuk tujuan memindahkan awan hujan ke lokasi lain. Wajar jika dalam kondisi seperti ini lalu punya niat menggunakan daya ilmu tersebut. Atau menggunakan daya ilmu lain yang serupa khasiatnya misalnya Asma Sirr, Asma Maharaja atau ilmu lainnya. Tetapi harus diingat bahwa sebelum mendayagunakan ilmu ghaib terlebih dulu memohon petunjuk & ridho kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka yang saya lakukan adalah mengawalinya dengan DOA, memohon petunjuk kepada-NYA. Dalam hal ini kita jangan merasa sok bisa, sok tahu atau sok mampu apalagi sok sakti. Pepatah Jawa mengatakan : “Ojo rumangsa bisa, nanging sing bisa rumangsa” artinya jadi orang janganlah merasa paling bisa, tetapi bisalah merasa. Selepas sholat Maghrib itulah saya menggungkap hajat si bapak A kepada gusti Allah. Lalu hidayah (petunjuk) pun datang, ternyata ilmu tolak hujan kali ini menggunakan sedekah!

Anda boleh percaya atau tidak dengan cerita ini, malam itu jam 8 tanpa disangka ada tamu yaitu seorang tetangga dari kampung sebelah datang ke rumah. Ia bercerita bahwa sedang kesulitan uang untuk membayar biaya sekolah kedua putranya. Selama 3 bulan belum terbayar, dan konsekuensinya kelak si anak tidak dapat mengikuti ujian sekolah. Sampai disini saya sudah yakin inilah yang menjadi pintu sedekah tersebut, akhirnya saya sedekahkan uang kepada bapak ini guna membayar biaya sekolah anaknya.

Diluar rumah rintik hujan masih menetes membasahi bumi, jam 9 malam si bapak A kembali menghubungi saya lagi. Saya mencoba menenangkan dirinya dan mengatakan insyaAllah besok pagi tidak akan turun hujan sampai acara selesai. Dan ternyata di hari H memang tidak turun hujan, acara pernikahan berjalan lancar dan pada sore harinya setelah semua perlengkapan tenda-kursi dibongkar barulah awan mendung datang lalu hujan turun dengan cukup deras.

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kejadian tersebut?

  • Jikalau kita hanya mengandalkan ilmu lalu mengesampingkan petunjuk dari Sang Maha Kuasa, niscaya besar kemungkinan yang akan didapat hanya kekecewaan dan kegagalan.
  • Selaraskan kekuatan dengan Qodrat-NYA dan berkehendaklah sesuai dengan Iradat-NYA, insyaAllah keterkabulan hajat dan kebahagiaan akan kita dapatkan.

Syech  Athaillah as Sakandari dalam AL-HIKAM bait ketiga memberi wejangan : “Himmah (usaha, tekad, cita-cita) yang menggebu tidak dapat menerobos tirai takdir yang telah ditentukan Allah

Demikian sepenggal kisah dari pengalaman saya dalam aplikasi ilmu RASASEJATI di kehidupan sehari-hari. Semoga dapat dipetik hikmahnya.

***

Ki UmarJogja
www.rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

18 komentar di “Kajian Ilmu dan Hidayah

  • Guritno BN mengatakan:

    Assalamualaikum Ki Guru Umar, ijin nyimak dan ngangsu kaweruh…
    Jadi meskipun ada ilmu, tapi Gusti Allah tetap nomor satu, Subhanallah….

  • cah Solo mengatakan:

    Proses keseimbangan lahir dan batin, olah pikir dan zikir serta bergantung hanya kepada Allah SWT dengan mengendapkan ego serta nafsu. Pencerahan yang luar biasa guru. Ijin nyimak dan belajar nggih…

  • anwar mengatakan:

    indah sekali ki dan sangat bermanfaat,
    sy pribadi lebih suka menunggu tulisan-tulisan ki umar yg seperti ini,
    karena pemahaman seperti ini sangat jarang di dapat

  • Bukan ghaib mengatakan:

    Asslkm.ki umar lan dolour2 ..alhamdulillah menjabarkn inti doa atw amalan yaitu keyakinan dan pasrah,iktiar kpd gusti Allah

  • dimas mengatakan:

    subhanallah luar biasa, jangan sampai ilmu menjadi berhala. Nauzhubillahi min zalik. Begitu besarnya cintanya terhadap ilmu, sehingga melupakan cintaNYA kepada Allah.

  • Heru.F mengatakan:

    Alhamdulillah,,,,suatu wawasan yang membuka mata bagi kita pencari ilmu. terimakasih guru atas pencerahannya. semoga kita semua masih diberi kesadaran akan hal ini, tetap allah adalah tempat meminta dari segala sesuatu.
    alfatehah sent guru

  • sudinwak mengatakan:

    Assalamualaikum WrWb.
    Sembah takzim untuk Yth Bpk Guru Ki Umar. Sekalipun tidak saya merasa jemu atau bosan untuk membaca. mentelaah tulisan Yth Bpk Guru. Saban waktu saya sentiasa menanti tulisan yang akan memberi penjelasan demi penjelasan tetang kehidupan dan kekuasaan YME.
    Alhamdulillah syukur saya terhadap Allah SWT.
    Al Fatihah untuk Yth Bpk Guru Ki Umar semoga terus dalam lindungan dan rahmatNYA. InsyaAllah

  • aan7 mengatakan:

    alhamdulillah,,,pasrah dan teruslah pasrah kepada Allah yang menentukan segalanya. Manusia ditugaskan untuk berdoa dengan sungguh2 apabila berhajat,Allah sangat mudah mengabulkan segala hajat manusia, dan Allah senang apabila diminta…makasih ki umar, ats pencerahannya

  • anshory_solo mengatakan:

    ass.wr.wb….pencerahan yang membuka mata dan hati kita semua…ki umar, ada hal yang perlu saya tanyakan…apabila ada seseorang yg punya kelebihan dan naluri dalam hal mengetahui suatu kejadian yg tersembunyi apakah baik untuk disampaikan ke org yang terlibat langsung ya?ato kita pendam sendiri ni…

  • muktar yunus siregar mengatakan:

    as wr wb.sungguh ucapan yang mulia dan yg pasti keluar dr hati penuh keikhlasan.semoga ki umar di beri ALLAH SWT keberkahan dlm hidupnya. salam hormat buat ki umar . semoga ALLAH SWT memerikan saya rejki untuk secepatnya bisa bergabung dgn sanggar sejati. mohon ijin kepada ki umar
    untuk mengamalkan ilmu kategori ijazah umum.

  • yuyun mengatakan:

    Assalamualaikum ki umar……
    sungguh luar biasa pencerahannya,makanya aq betah setiap hari baca isi blok yg ada di rasa sejati antara 4-5 jam,sampai di tegur sama anak 2 ku
    dan saya sangat bersyukur tla menemukan blok ini amin.
    wassalamu’ alaikum…….

  • nandar mulyana mengatakan:

    pokonya Like artikelnya ki umar,..

  • Mya mengatakan:

    salam rahayu
    subhanallah….. pengalaman dan pencerahan dari panjenengan membuat kami semakin menyadari, betapa kecil dan lemahnya manusia. memang, kita selalu memohon supaya hajat kita terkabul, seperti memaksakan kehendak kita, itu sama saja egois ya Guru….
    tapi ya kita cuma bisa berusaha hasil akhirnya pasrahkan saja pada kehendakNya. La qaula wa la quwata illa billahil aliyil adzim. salam takzim kagem Guru
    mohon maaf Guru kalau kata kata saya ada yang salah.

  • joko wah' mengatakan:

    asslmkm,ki umar. subhannallah sungguh suatu penjabaran yg sgt luas,dan mudah d mengerti. teriring do’a utk ki umar dan porosedulur rasasejati. wasalam

  • Budi Fahri mengatakan:

    Banyak pelajaran yang kita dapat dari pengalaman Ki Umar. Mohon Terus senantiasa jangan putus berbagi pengalamannya nya Ki Umar dan para pewaris . Karena rasanya masih jauh bagi kami untuk bisa memahami Qudrat dan Iradat Allah. Kami masih harus banyak belajar.
    Terimakasih Ki Umar.
    alfatehah sent to kawan sedulur.

  • almustakim mengatakan:

    سُبْحَانَ اللّهُ..itu yg sering di lupakan..astagfirullahul adzim

  • mr. i mengatakan:

    nuwun sewu ki,
    panjenengan dawuh “Sebenarnya bisa saja orang memiliki kekuatan daya supranatural tanpa lelaku batiniah seperti puasa dan dzikir, namun…”

    itu lebih jelasnya yg dimaksud tanpa ritual tanpa lakon, tetapi bisa langsung meloncat menjadi linuwih? bagaimanakah kok bisa? karna ada yg mengatakan ilmu didapat kanti lantaran lelakon.
    mohon maaf bila saya ada salah dalam tata pinutur..

  • shafidaa mengatakan:

    SubhanaAllah……… ALLAH HUAKBAR





%d blogger menyukai ini: