DAYA ENERGI KEBAIKAN


Assalamualaikum Guruku Ki Umar…
Salam sejahtera untuk anda semoga rahmat dan karunia Alloh selalu diberikan kepada Ki Umar sekeluarga. Bagaimana kabarnya Ki? Teriring dengan surat ini saya Mengucapkan Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah Ki, karena dengan syareat ilmu dari Ki Umar tentunya, sangat memberikan manfaat dalam kehidupam saya. Hal yang sudah saya rasakan diantaranya dapat menolong orang yang sedang sakit. Seperti contoh:

– PENGOBATAN. Dikampus saya terkadang ada yang suka kesurupan, tapi alhamdulilahnya dengan diniatkan mengeluarkan Jin-nya dan membaca asma Maharaja, tidak lama kemudian langsung sembuh.

– PENGOBATAN. Pernah ada orang yang kena kram tulang didaerah tangan karena kedinginan dan menangis menjerit-jerit, saya baca Qulhu, Al-falak, An-Nas dikeraskan dan digabungkan dengan Asma Maharaja. Terus saya visualisasikan di daerah yang sakit terdapat kabut hitam dan saya niat membuangnya dibantu gerakan tangan. Dan alhamdulillah ada perubahan tapi belum maksimal. Terus saya niatkan menstransfer energi pancar daya kepada daerah yang sakit dan alhamdulillah tidak sampai 15 menit penyakitnya sembuh.

– TOLAK HUJAN. Waktu itu dalam acara Perjusami (Perkemahan jumat Sabtu Minggu). Kampus saya mengadakan acara pramuka diluar kampus. Dan bertepatan dengan musim hujan, tentunya saya khawatir hujan akan turun karena pasti berabe. Ga pikir panjang, setelah saya tawasulan pada malem Jumatnya langsung meniatkan selama 3 hari untuk tidak hujan menggunakan wirid Asma Sirr. Dan alhamdulilah tidak turun hujan walaupun di sekitar daerah Tasik diguyur hujan dan mendung, tapi lapangan daerah tempat kami mendirikan tenda tidak turun hujan. Dan pada hari Minggu setelah selesai pramuka langsung hujan deras.

– KEANEHAN. Waktu saya sedang belajar dalam kuliah umum. Teman saya yang baru saja persentasi didepan kelas, langsung berteriak mengatakan “panas-panas!!” tidak lama kemudian menggeram. Teman saya meminta bantuan saya karena dikampus kebanyakan sudah tahu saya suka mengobati. Hehe… Saya langsung menatap matanya dan ternyata wajahnya terlihat orang yang kesurupan. Saya menggunakan cara lama diniatkan mencabut Jin dari lehernya ternyata tidak mempan. Lalu saya meminta air dan bertawasul kepada Rosululloh dan berniat menggunakan seluruh energi dalam diri saya dengan pelantara AMR. Saat diminumkan ada perubahan, tapi anehnya terserang lagi. Langsung saya mengheningkan cipta dan dalam hati mengatakan baca Al-ikhlas,al-falak & an-nas dan ditiupkn ke telinganya. Dan alhamdulillah berhasil, saat itu ia langsung pingsan.
Setelah dipindahkan ke gedung lantai satu, alhamdulillah siuman tapi tidak bisa jalan katanya kakinya sakit.  Dan saya menyuruhnya untuk melihat mata saya dan dengan nada tegas saya mengatakn “TIDUR”. Subhanalloh teman saya langsung tidur. Semua mata memandang kepada saya, termasuk dosen dan TU. Saya langsung menggunakan Doyo Cipto, dan menyapu kakinya dari energi negatif. Tidak lama kemudian teman saya langsung bangun dan bisa berjalan. Teman yang lain bertanya, “Cep naha bisa kitu?” (Cep kenapa bisa begitu?). Saya cuma tertawa dan terheran, kenapa saya bisa begitu. Mengucap: “Tidur”, langsung kejadian.
Dan masih banyak lagi keanehan dan manfaat yang saya rasakan.

Saya ingin bertanya :
1. Apabila ada orang yang meminta bantuan untuk menemukan barang yang hilang/kecurian saya tidak pernah berhasil Ki. Mohon pencerahannya.

2. Dan terkadang dalam hati saya suka ada yang menasehati diri saya kearah positip. Itu menurut Ki gimana?

3. Bagaimana cara melatih supaya kepekaan saya dan energi dalam diri saya terus meningkat? Agar dapat menebar manfaat lebih banyak.

4. Dan dalam benak saya selalu bertanya: Kapan bisa membaca artikel Ki Umar lagi…? Saya rindu dengan artikel-artikel ki Umar. Mungkin rasa ini dirasakan juga oleh para pewaris dan masyarakat yang pernah mengunjungi web Rasasejati. Kami sangat mengharapkan dan terus menantikan ilmu dan artikel2 ki Umar. Semoga Web Rasa sejati bangkit kembali. Aamiin…

Mohon pencerahannya.. mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Wasalam.

Penanya : Pewaris RASASEJATI
No Induk Pewaris : 130108531

Jawab:

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagiNYA. Tiada daya dan upaya selain datang dari gusti Allah swt. Semoga anda sekeluarga senantiasa dalam lindungan dan limpahan kasih sayang gusti Allah ta’ala. Dan semoga amalan ilmu RASASEJATI yang selama ini panjenengan telah amalkan senantiasa bermanfaat bagi sesama.

Menjawab pertanyaan anda:
1. Iringi dengan amalan Sedekah, ini adalah salah satu cara yang terbaik. Terutama dari yang kehilangan barang tersebut.

2. Dengan ilmu RASASEJATI memang diharapkan intuisi semakin tajam dan peka. Hingga akhirnya lahir kemampuan indera keenam. Seolah-olah diri kita selalu diberi petunjuk dalam setiap problem kehidupan. Dan ini adalah hal yang wajar, bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Dalam budaya spiritual Jawa ada istilah Ingsun Sejati, Sedulur Sejati, Guru Sejati dan Sukma Sejati. InsyaAllah anda sedang mengalami fase tahapan-tahapan tersebut.

3. Kepekaan dilatih dengan ketekunan meditasi. Sedangkan dalam tuntunan ilmu RASASEJATI untuk meningkatkan energi dapat dilakukan dengan melakukan amaliyah kebaikan kepada diri pribadi dan alam semesta (Jagad Cilik dan Jagad Gedhe). Dalam istilah Jawa dimaknai sebagai amaliyah “Memayu Hayuning Bawana“.

Kebaikan kepada diri pribadi adalah dengan tidak berbuat dholim, berlaku adil dan bijaksana dalam menggunakan anggota tubuh termasuk pikiran. Amalan riyadhoh seperti puasa merupakan contoh amaliyah yang bagus. Sebab dalam puasa kita dilatih untuk mengekang hawa nafsu angkara murka. Dilatih bijaksana dalam mempergunakan tubuh & pikiran. Jika hawa nafsu mengajak kepada penghamburan energi, maka amalan puasa mengajak kepada penghematan & penghimpunan energi spiritual.

Amaliyah kebaikan kepada sesama (Jagad Besar) meliputi perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Urutan yang pertama adalah berbakti kepada Orang tua (termasuk kepada Guru). Doa restu mereka selalu kita harapkan dalam setiap langkah kehidupan. Kemudian diiringi dengan berbuat baik kepada sesama dan alam semesta. Setiap amaliyah kebaikan akan sangat bernilai, meskipun itu hanya menyingkirkan sebuah batu atau duri dari tengah jalan. Dalam kitab suci Al-Quran disebutkan setiap amal akan mendapat balasannya. Barang siapa menanam kebaikan maka ia akan menuai hikmah kebaikan dan begitu pula sebaliknya dengan kejahatan akan menuai badai dari kejahatannya (Urip iku Ngunduh wohing pakarti). Banyak kisah-kisah dari orang terdahulu yang dapat dijadikan contoh tentang amaliyah kebaikan yang mampu menghimpun energi luarbiasa guna membebaskan diri dari sebuah persoalan kehidupan. Ini adalah rahmat dari Yang Maha Kuasa.

Rasulullah SAW pernah bercerita : Suatu ketika ada tiga orang sedang berjalan, mereka ditimpa oleh hujan. Lalu mereka pun berlindung ke dalam sebuah gua di sebuah gunung. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung itu lalu menutupi mulut gua mereka. Lalu sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Perhatikan amalan shalih yang pernah kamu kerjakan karena Allah, lalu berdoalah kepada Allah SWT dengan amalan itu. Mudah-mudahan Allah menyingkirkan batu itu dari kalian.”

Lalu berkatalah salah seorang dari mereka: “Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai dua ibu bapak yang sudah tua renta, seorang istri, dan anak-anak yang masih kecil, di mana aku menggembalakan ternak untuk mereka. Kalau aku membawa ternak itu pulang ke kandangnya, aku perahkan susu dan aku mulai dengan kedua ibu bapakku, lantas aku beri minum mereka sebelum anak-anakku. Suatu hari, ternak itu membawaku jauh mencari tempat gembalaan. Akhirnya aku tidak pulang kecuali setelah sore, dan aku dapati ibu bapakku telah tertidur. Aku pun memerah susu sebagaimana biasa, lalu aku datang membawa susu tersebut dan berdiri di dekat kepala mereka, dalam keadaan tidak suka membangunkan mereka dari tidur. Aku pun tidak suka memberi minum anak-anakku sebelum mereka (kedua orangtuanya, red.) meminumnya. Anak-anakku sendiri menangis di bawah kakiku meminta minum karena lapar. Seperti itulah keadaanku dan mereka, hingga terbit fajar. Maka kalau Engkau tahu, aku melakukan hal itu karena mengharapkan wajah-Mu, bukakanlah satu celah untuk kami dari batu ini agar kami melihat langit.
Lalu Allah bukakan satu celah hingga mereka pun melihat langit.

Yang kedua berkata: “Sesungguhnya aku punya sepupu wanita yang aku cintai, sebagaimana layaknya cinta seorang laki-laki kepada seorang wanita. Aku minta dirinya (melayaniku), tapi dia menolak sampai aku datang kepadanya (menawarkan) seratus dinar. Aku pun semakin payah, akhirnya aku kumpulkan seratus dinar, lalu menyerahkannya kepada gadis itu. Setelah aku berada di antara kedua kakinya, dia berkata: ‘Wahai hamba Allah. Bertakwalah kepada Allah. Jangan engkau buka tutup (kiasan untuk keperawanannya) kecuali dengan haknya.’ Maka aku pun berdiri meninggalkannya. Kalau Engkau tahu, aku melakukannya adalah karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah untuk kami satu celah dari batu ini.
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun membuka satu celah untuk mereka.

Laki-laki ketiga berkata: “Ya Allah, sungguh, aku pernah mengambil sewa seorang buruh, dengan upah satu faraq1 beras. Setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, dia berkata: ‘Berikan hakku.’ Lalu aku serahkan kepadanya beras tersebut, tapi dia tidak menyukainya. Akhirnya aku pun tetap menanamnya hingga aku kumpulkan dari hasil beras itu seekor sapi dan penggembalanya. Kemudian dia datang kepadaku dan berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah, dan jangan zalimi aku dalam urusan hakku.’ Aku pun berkata: ‘Pergilah, ambil sapi dan penggembalanya.’ Dia berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah dan jangan mempermainkan saya.’ Aku pun berkata: ‘Ambillah sapi dan penggembalanya itu.’ Akhirnya dia pun membawa sapi dan penggembalanya lalu pergi. Kalau Engkau tahu bahwa aku melakukannya karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah untuk kami apa yang tersisa.
Maka Allah pun membukakan untuk mereka sisa celah yang menutupi.

Demikianlah sebuah kisah yang didalamnya sarat dengan pelajaran berharga. Semoga dapat kita petik hikmahnya.

Nuwun,

ttd,

Ki Umar Jogja




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

21 komentar di “DAYA ENERGI KEBAIKAN

  • muis mengatakan:

    wah mantab pengalamannya,semoga semakin bermanfaat buat sesama . . . Amiinnn . . .

  • cecep suryan mengatakan:

    Subhanalloh…. Batin saya menuntun untuk membuka web ki… semoga rahmat Tuhan yang maha kuasa selalu menyertai Ki Umar & para pewaris rasa sejati… Aamiin

  • MBAH FAAMS mengatakan:

    Assalamu Alaikum
    Alhamdulillah ki …. sudah aktiv kembali…. banyak teman-teman yang menantikan kehadiran panjenengan selaku pengasuh Rasasejati

  • anwar85 mengatakan:

    lanjut ki tulisan tulisannya….

  • heningtenang mengatakan:

    assalamu’alaikum
    Syukur saya kpd Allah dan terimakasih kpd ki umar selaku pembimbing dan pengijazah amalan, atas mengamalkan amalan dari sanggar rasa sejati khususnya ijazah umum yang ada dalam blok yang lama, saya telah merasakan banyak manfaatnya dalam kehidupan. mohon do’a restunya ki, untuk lekas bisa menjadi pewaris ijazah resmi. sent al fathihah untuk ki umar dan pewaris sanggar rasasejati.

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita anda lekas dapat terwujud. Teriring doa restu dari kami. Selamat mengamalkan Ilmu RASASEJATI.

      Semoga bermanfaat

  • puji adi r mengatakan:

    ki seandainya seseorang memiliki benda pusaka atau mustika yang mempunyai energi positif , itu bagaimana pendapat ki umar…

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Salam

      Benda-benda yang dibuat, dirawat dan diperlakukan dengan baik & benar akan memancarkan daya energi positif. Dalam artian memberi efek yang baik bagi pemiliknya. Ibarat panjenengan punya mobil yang senantiasa dirawat dan diservis rutin, maka mobil tersebut tidak pernah menyusahkan perjalanan, anda merasa nyaman dan aman didalamnya, bila bersamanya kepercayaan diri anda menjadi bertambah. Seperti itulah daya energi positif.
      Ada kaidah bahwa Energi positif akan bersanding setia dengan orang yang baik pula. Jika jatuh ditangan orang yang berpikiran jahat, ia tidak akan langgeng karena memberi efek tidak nyaman bagi jiwa dan raga. Demikian jawaban saya.

      Nuwun,

  • Jaka mengatakan:

    assalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh …
    kepada yang saya cintai ki umar jogja saya ucapkan beribu terima kasih atas ijazah yang telah di berikan kepada saya,manfaatnya sungguh terasa….
    Khususnya amalan asma’ sirr….
    namun ki umar yang membuat saya bingung adalah saya bisa merasakan keberadaan mahluk lain,saya merasa risih dan sedikit takut ki…
    apa yang harus saya lakukan agar saya terbiasa dengan kondisi tersebut ki??
    terima kasih
    wassalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb

      Terimakasih telah berkenan berbagi pengalaman ruhani dalam mengamalkan ijazah amalan RasaSejati.
      Jangan khawatir dan tidak perlu merasa takut. Efek dari pengamalan ilmu RasaSejati ini memang dapat menajamkan kepekaan dari daya indera keenam. Senantiasa tanamkan dalam diri sugesti positif, jangan berprasangka yang buruk, jangan banyak berimajinasi, tanamkan selalu rasa tawakal kepadaNYA. Semoga panjenengan senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dilindungi dari segala keburukan. Amiiin

      Nuwun.

  • arditya edi wibowo mengatakan:

    penjelasan yang sangat mengena,sya berharap ki umar melnjutkan tulisan2 yang sangat mencerahkan bg siapa saja yg membaca,,,sehingga kami yang haus akan kajian2 spiritual mampu terobati rasa kering ,gersang dan dahaga ini….

  • halim mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr wb
    puji syukur kepada Alloh SWT semoga Rahmat dan BerkahNya menyertai Guruku Ki Umar Jogja.Ki saya adalah salah satu pewaris Ijazah resmi Rasa Sejati pada tahun 2011an,namun dikarenakan sesuatu hal ,saya tindak melanjutkan amalan-amalan yang telah ki Umar Ijazahkan kepada saya,hanya sebagian saya amalkan.
    dan sekarang saya berniat melanjutkan amalalan-amalan yang telah Ki Umar Ijazahkan kepada saya,oleh karena itu saya mohon bimbingan dari Ki Umar serta do’a Restunya. adapun Amalan yang baru saya selesai Wiridkan yaitu Hizib Basmalah beberapa minggu kebelakang,begitu juga untuk Wrid Harian saya berusaha untuk Istiqomah menjalankannya’
    Ada satu pertanyaan Ki , mengenai amalan Hijib Atau Asma yang telah saya amalkan, untuk mewiridkannya setiap hari sehabis Sholat Subuh dan Magrib bagaimana susunannya;Wirid Harian dulu terus di lanjuk ke amalan-amalan lainnya seperti Hizib dan Asma atau bagaimana Ki,mohon pencerahannya.
    Sekian dulu dari saya,apabila ada kata-kata yang kurang berkenan atau dimengerti saya mohon ma’af.
    Wassalaamu’alaikum wr.wb

  • cecep suryana mengatakan:

    Semoga Sanggar RasaSejati bisa aktif lagi seperti dahulu. Kami tunggu artikel yang lainnya ki Umar._/|\_

  • zyaskia09 mengatakan:

    Assalamualaikum.wr.wb.saya pernah download ebook amalan sejati,dan saya tertarik membacanya tetapi belum sempat saya print ebooknya hilang terhapus,terus saya buka situsnya lagi dan saya coba download lagi tapi kok enggak bisa tlng bantuannya ki umar,dan sayapun ingin sekali menjadi anggota.wasalam

  • gustan rusmanto mengatakan:

    Saya baru ki, mohon bimbingannya mengamalian asma’sir,

  • fajar kurniawan mengatakan:

    Assalamualaikum ki umar. Puji dan syukur kepada Allah SWT, semoga Ki Umar dan para pewaris serta pemgamal di sanggar Rasa Sejati selalu mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT. Sy orang baru ki Umar. Sy tertarik dan berminat untuk mengamalkan Asma Sirr dari Sanggar Rasa Sejati yang insya Allah berguna untuk sy dan orang banyak. Mohon ijin untuk mengamalkan wirid Asma Sirr ini dan mohon pengizajahan dari Ki Umar. Mohon juga petunjuk dan bimbingan Ki Umar dalam pengamalan Asma Sirr ini.. Wassalam Wr.Wb





%d blogger menyukai ini: