ILMU RASA SEJATI #01


.:: ILMU RAHSA SAJATI ::.
#01

“Satuhu ngelmu kang sejati iku tan tinggal Hyang Tunggal.
Kang kasebut iki saktemene keyakinan kang bener.
Mulo sira nyebuto asmaning Pangeraniro kang Maha Agung”

.

Sesungguhnya ngelmu (ilmu hikmah) yang sejati itu, tidak akan meniadakan Tuhan. Inilah keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung.
(Ki Umar Jogja)

*

Serat Rasa Sejati 001Wasiat ini khusus untuk anggota Pewaris Sanggar RASA SEJATI.

Ilmu dan ngelmu itu berbeda. ILMU itu dari konsep teori yang rasional dan dapat dianalisa, lalu disebut ilmiah (dari kata ilmu yang mendapat akhiran -iyyah (bahasa Arab) yang bermakna mempunyai sifat. Contohnya ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah formal, bersifat teori analisis.

Sedangkan NGELMU sebaliknya, konsep teori dari yang tidak rasional analisis. Ngelmu (bahasa Jawa) adalah sesuatu hal yang tidak hanya cukup dipahami tetapi juga harus diamalkan (laku) dengan penghayatan, maka akan dirasakanlah ngelmu itu. Ada ungkapan Jawa: “ngelmu iku kelakon kanthi laku” (ia akan dapat dirasakan jika diamalkan). Contohnya: Aji-Mantra.

Dari kalangan santri, sering kita dengar tentang kata ILMU HIKMAH, yaitu konsep teori pengamalan doa-dzikir (wirid) yang disertai dengan amalan pengekangan hawa nafsu. Contohnya dengan diiringi amalan puasa. Hikmah dari kata Hakama, arti mulanya adalah menghalangi, lalu bermakna kendali. Mengendalikan hawa nafsu yang mengajak keburukan, misalnya dengan berpuasa itu. Sebab puasa / shaum / siyam juga bermakna sama, yaitu menahan diri. Kata “HIKMAH” banyak tertera di Al Quran. Hikmah adalah kemampuan yang mengandung pengetahuan ilahiyyah, yang artinya tidak hanya bersifat teori semata tetapi juga pengamalan (pengetahuan terapan). Dalam pandangan saya, pengertian ILMU HIKMAH dari kalangan santri sama dengan NGELMU bagi penghayat ilmu mistik Jawa.

Dianugerahkan oleh Tuhan kepada manusia. Sebab tiada daya dan upaya selain dariNYA. DIA-lah sumber inspirasi dari segala ilmu yang diilhamkan dalam kalbu manusia. Maka sudah sepatutnya adanya pengakuan keimanan kepada Tuhan. Barangsiapa yang menemukan ilmu dan hikmah tetapi tidak mampu melihat wajah Tuhan, maka sesungguhnya ia telah terhijab. Dan barangsiapa telah yang menemukan ilmu dan Hikmah, sedangkan dirinya mampu melihat wajah Tuhannya maka sungguh itu adalah karunia yang besar. Sepantasnyalah bersyukur dengan mengagungkan asma-NYA.

“DIA menganugerahkan AL-HIKMAH kepada siapa yang DIA kehendaki dan barangsiapa yang diberi HIKMAH, maka sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul albab (orang-orang yang mempunyai akal dan hati yang bersih)”. Al-Quran, Al Baqarah : 269.

Kawilujengan, rahmat saha berkah gusti Allah mugi tetepo dhumateng panjenengan sami.

Nuwun,

Ki Umar Jogja,

Join the Forum discussion on this post




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

3 komentar di “ILMU RASA SEJATI #01

  • anwar85 mengatakan:

    Alhamdulillah nuwun ki guru. Kajian kajian seperti yg sy butuhkan. Karena inti hikmah itu bukan pada tuahnya melainkan pada hakikat ilmu sehingga menggapai makrifat. Nuwun sewu kalo salah.

  • rachmat yusuf maulana mengatakan:

    Alhamdulillah guru saya mengatakan belajar ilmu khususnya ilmu khodam selalu mengikuti kualitas hakekat diri kita .. bagi pengamal yg memiliki kualitas hakekat yg baik segala tuah yg timbul dari keilmuan yg kita dawam selalu mengikuti karakter sifat pengucap asma yg lgsg kepada Tuhan .. mungkin tetap mengandung unsur khodam tapi gerak dan kinerjanya selalu selaras dgn gerak dan kinerja bathin kita yg lagsung tertuju dan atau terhubung kepada Tuhan ..

  • Nenkkers wahyudhien mengatakan:

    Assalamualaikum ki umar, saya baru daftar di situs ki umar, saya mohon ijin pengijazahan ilmu ilmu aki kepada saya,