Uang Barokah


Fenomena Uang Barokah

*

IMG-20160109-WA0004Beberapa waktu yang lalu saya bersama Kang Inti Putra menghadiri acara pengajian di kawasan Kotagede Yogyakarta dalam rangka memperingati HAUL KH Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) yang ke 6. Tokoh NU sekaligus cucu dari pendiri NU. Dalam rangkaian acara tersebut dihadiri oleh Alissa Wahid (putri mendiang Gus Dur), Cak Nun bersama dengan rombongannya Kyai Kanjeng, para kyai serta perwakilan para pemuka agama lain: pendeta, romo, biksu dan penghayat kepercayaan. Semua duduk bersila bersama dalam naungan satu panggung. Saling menghormati dan terasa sekali guyub rukunnya. Sungguh nuansa yang menyejukan hati.

Setiap dari mereka memberikan pandangannya tentang sosok Gus Dur. Tidak dapat dipungkiri bahwa Gus Dur telah berhasil memberi warna dalam kehidupan sosial dan beragama dalam masyarakat kita. Namun dalam tulisan ini saya tidak hendak membahas tentang toleransi beragama. Ada hal yang menarik dalam isi acara pengajian tersebut, tentu ada kaitan dengan judul tulisan ini. Di sesi terakhir, pembicaranya adalah seorang kyai bernama KH Muzammil (pengasuh PP Rohmatul Umam, Bantul). Beliau orang Madura tulen, walaupun tinggal di Jogja namun logat Maduranya masih kental, seringkali para jamaah tertawa dibuatnya. Beliau bercerita tentang dirinya saat muda menimba ilmu agama kepada KH As’ad Syamsul Arifin pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur. Saat berguru ngaji disana, beliau mengaku selalu berada dibarisan shaf terdepan, mendengarkan dengan baik, mencoba menyerap semua ilmu yang diwedar oleh sang kyai As’ad Syamsul Arifin.

Suatu ketika sang kyai bercerita saat dulu awal berdirinya NU. Kyai As’ad berguru kepada Syaikhona KH Kholil Bangkalan pulau Madura. Tahun 1924, Kyai As’ad yang saat itu masih santri muda diperintah oleh mbah Kholil untuk mendatangi seorang muridnya yaitu Kyai Hasyim Asy’ari di Jombang Jawa Timur, guna menghantarkan tongkat. Dan yang keduakalinya menghantarkan tasbih. Tongkat dan tasbih ini nantinya sebagai simbol jawaban dari mbah Kholil atas direstuinya berdirinya Jamiyatul Ulama (cikal bakal NU).

Setelah mbah kyai Kholil membaca dzikir Asma: Ya Jabbar Ya Qahhar dengan memakai tasbih tersebut, lalu memberikannya kepada As’ad. Sebagai seorang santri yang tahu diri, beliau tidak berani menerima Tasbih tersebut dengan tangannya, maka beliau sodorkan kepalanya lalu sang guru Kyai Kholil mengkalungkan tasbih tersebut dilehernya. Bahkan selama perjalananpun tetap dijaga dari sentuhan tangannya. Dan diceritakan pula ketika sampai kepada Kyai Hasyim Asyari pun ia tidak berani menyentuh tasbih tersebut, karena takut menyalahi amanah sang guru. Ia memberikannya dengan penuh hormat, dengan cara menundukan kepalanya, lalu kyai Hasyim Asy’ari mengambil tasbih tersebut. Begitulah sikap khidmat si santri dalam menjaga amanah dari Guru yang dihormati dan diseganinya.
Sebelum berangkat, Mbah Kholil tahu bahwa santrinya itu tidak memiliki uang untuk ongkos transport dan makan maka diberilah bekal 2 ringgit uang perak. Kyai As’ad menceritakan bahwa selama perjalanan itu ada keanehan. Orang-orang mentertawakannya, dikatakan orang gila karena masih muda memakai tongkat, berkalung tasbih, dan ada pula yang mengangapnya wali. Ketika naik kendaraanpun, tak pernah dihampiri kondektur (orang Belanda) untuk beli karcis. Seakan-akan dirinya seperti tak terlihat. Ia yakin ini berkat karomah auliya Syaikhona Kholil. Selama perjalanan pulang-pergi, uang pemberian dari gurunya itu masih utuh, tidak pernah digunakan. Ia berpuasa, tidak makan minum, tidak berbicara dengan orang lain, karena khawatir berlaku sembrono. “Uang itu tidak saya apa-apakan, sampai sekarang masih ada. Tidak beranak tapi berbuah. Kalau buahnya banyak, itulah barokah”. Kata Kyai As’ad menceritakan kisah nyata ini kepada santri-santrinya.

Konon kabarnya jika hendak mendayagunakan uang barokah semacam itu cukup ditepuk-tepuk lalu membaca perintah agar seluruh uang datang dari segala penjuru. Dan dengan ijin Allah keajaiban rejekipun terjadi.
Ada banyak penyebutan untuk uang semacam ini, misalnya Uang Asma, Uang Barokah, Uang Bibit, Induk Uang, Biang Duit, Uang Balik dan lain sebagainya. Walaupun tidak sama persis tapi intinya sama yaitu uang ajaib yang membuat pemiliknya tidak pernah kehabisan uang. Sebab uang ini seakan-akan seperti magnet yang mampu menarik uang lainnya yang berada diluarsana, dimana saja dan kapan saja. Baik dalam bentuk uang asli maupun bentuk rejeki yang lain berupa harta, makanan, hadiah, sedekah, undian, nemu uang dijalan, nemu harta karun/emas, kemurahan hati orang lain sehingga ditraktir / dibiayai / dibayari. Intinya pemilik uang ajaib ini tidak kesulitan dengan hal yang berhubungan dengan biaya / uang.
Jika membaca ilmu hikmah di kitab-kitab klasik warisan para ulama jaman dahulu, sebenarnya sudah diwedar tatacara ritualnya. Merubah uang biasa berubah menjadi uang berenergi magnet penarik uang. Boleh percaya, boleh tidak. Bagi saya pribadi ilmu hikmah ini adalah sebuah karunia, kemurahan dari gusti Allah Yang Maha Kaya. Terutama diperuntukan bagi hamba yang bertaqwa, orang yang dalam perjalanan menuju kebaikan, orang yang kesusahan namun enggan meminta-minta kepada manusia (mengemis), atau orang-orang sholeh yang sedang berdakwah, mendirikan pondok pesantren, guna memberi makan para santri, ribuan jamaah pengajian dan lain sebagainya. Jadi ilmu hikmah kerejekian ini diamalkan bukan untuk tujuan foya-foya atau maksiat.

☆☆☆

Bagi anggota PEWARIS Sanggar RASA SEJATI yang berminat memiliki Uang Barokah dapat mengikuti Ritual Pembuatan UANG BAROKAH bersama Ki Umar Jogja. InsyaAllah dilakukan pada tanggal 22 Maret 2016. Adapun tatacara, sarana dan info lebih lanjut dapat menghubungi WA 085858599757 (ketik: “Daftar UB. Nama + NIP”)

☆☆☆

Dalam hal ini ada yang perlu dipahami, sebagai orang yang beriman tentu kita menyadari sepenuhnya bahwa tasbih, tongkat, uang dan sebagainya itu hanya sebagai sarana saja. Pada hakekatnya semua adalah karunia Allah swt kepada hambaNYA yang mau berdoa dan yang yakin akan adanya kuasa Tuhan, mukjizat dan karomah. Sebenarnya tanpa sarana benda, bahkan obat sekalipun, Allah berkuasa memberikan rahmat & karuniaNYA. Tapi manusialah yang membutuhkan pola-pola akal material. Contohnya banyak kita dapati dalam Al Quran, Nabi Yusuf as memberikan gamisnya kepada sang ayah yang buta (Nabi Yaqub as) lalu diusapkan ke wajahnya dan kembali dapat melihat. Nabi Musa as dengan tongkatnya membelah lautan dan dilempar berubah jadi ular. Dihentakan dibatu lalu memancarkan 12 mata air. Nabi Ibrahim as diberi pelajaran oleh Allah swt mengenai hal menghidupkan orang mati melalui sarana burung. Di ayat yang lain diceritakan menghidupkan orang mati dengan sarana memakai bagian tubuh sapi betina. Namun dilain cerita banyak pula yang tanpa sarana benda, kuasa Tuhan / mukjizat dan karomah itu dapat terjadi. Contohnya dalam Al Quran menceritakan seorang hamba ingin tahu bagaimana Allah menghidupkan orang mati yang sudah jadi tulang belulang, lalu Allah langsung memberikan jawaban tanpa sarana benda tapi dengan cara langsung mematikan orang tersebut, setelah 100 tahun dia dihidupkan kembali dan ditanya.

Benda apapun itu, baik yang bersifat rasional analisis seperti obat-obatan maupun nonrasional analisis seperti gamis, bagian tubuh binatang, tongkat, tasbih, uang atau yang lain, semua benda itu hanya sarana material bagi manusia, bukan bagi Allah swt, sebab DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu. Begitu pula dengan doa, merupakan sarana batin bagi manusia untuk menghaturkan harapannya. Sedangkan DIA Maha Menghendaki, berbuat sesuai kehendakNYA walaupun tanpa manusia berdoa / meminta. Karena DIA juga Maha Memberi, bukankah banyak hal yang tanpa kita memintapun tapi Allah telah memberikan rahmatNYA sehingga sampai detik ini kita masih hidup? Tapi sudah menjadi ketetapanNYA agar seorang hamba berdoa kepadaNYA. Dan malah menjadi dosa jika kita enggan untuk berdoa.
Jadi ada 2 point penting dalam hal ini yaitu Doa dan Sarana. Imaterial dan Material. Batiniah dan lahiriyah.. Apabila saat ini kita mengidap suatu penyakit maka jalan kesembuhan dengan berdoa dan berobat. Butuh rejeki/nafkah pun juga demikian solusinya. Keduanya sangat penting menjadi jalan meraih berkah & rahmat Allah swt. Lakukan ikhtiar lahiriah dan batiniah bersama-sama. Jangan meremehkan sarana apapun itu bentuknya. Meskipun itu wujudnya hanya segelas air putih atau sekeping uang. Dan jangan menyelepekan Doa, terutama doa kedua orang tua, Guru, dan doa orang-orang sholeh.

Semoga kesejahteraan dan kesuksesan senantiasa menyertai anda pembaca setia blog RASA SEJATI.

~○~

Ttd,

Ki Umar Jogja

Rasasejati.org




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

42 komentar di “Uang Barokah

  • Anwar mengatakan:

    Alhamdulillah nuwun ki guru artikelnya bagus sekali. bahwa kita manusia sering membutuhkan sarana, pola pola akal material…n

  • Cak Met mengatakan:

    Alhamdulillah nambah pengetahuan lagi ni h saya Guru… Saya Nunggu wejangannya nanti persiapan tgl 22 ya Guru.Salam hormat dari saya.

  • aiajaVeri mengatakan:

    Alhamdulillah atas wejangan ki ‘guru’ Umar Jogja.

    Salam dari Ananda “Pewaris 310”

  • ErPe mengatakan:

    Alhamdulillah, saya baru punya yang “setengah mateng” saja, uang sudah dua kali bertambah selembar. Saya sampai hitung 2 kali karena antara percaya ga percaya. Alhamdulillah..maturnuwun ki Guru.

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Alhamdulillah.
      Semua karena rahmat dan karunia Allah swt yang dicurahkan kepada panjenengan yang selalu dermawan / berdonasi. Uang Barokah yang telah anda miliki tersebut hanyalah sarana saja. Setelah dapat rizki, bersedekah harus segera dilakukan. Agar bibit penyakit hati yang bernama kikir / bakhil tidak menguasai diri. Apa yang sudah anda lakukan selama ini sudah benar, pertahankan agar dapat istiqomah.

      Setiap 35 hari sekali, ibarat baterai, UB harus di charge dengan cara mengikuti acara diatas, harapannya agar energinya selalu maksimal, berkah & manfaat. Demikian pesan saya kangmas.

      Nuwun

      • pak babang mengatakan:

        Ass. Wr. Wb ki umar saya ingin juga mengamal ilmu UB tp sy tdk tau caranya. Mohon bimbingannya. Tris wss. Wr. Wb

  • Dery Prasetya Ananda mengatakan:

    Lama tidak bertemu ki, masih ingat saya Dery?

  • Noel mengatakan:

    Ketikkan komentar di sini…asslmlkum ki…klo mau ikut uang barokah cr ny bgmn & tmpt acr ny dmn…nuwum

  • Arman Wiro mengatakan:

    Assalamualaikum wr wb, .
    maaf Ki yg ingin ikut program ini, . tp sebelum y sy ingin jadi pewaris,. gimana caranya, . ?! terima kasih atas perhatiannya. .”

    ini alamat email sy Ki : armanwiro@gmail.com

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb.
      Benar acara pembuatan UB ini hanya dapat diikuti bagi yang sudah terdaftar menjadi Pewaris saja.
      Silahkan daftarkan diri, syarat dan ketentuan dapat dibaca di halaman/menu PEWARIS diatas.

      Nuwun

  • ahmad nawawi mengatakan:

    Alhamdulillah ki umar hadir kembali …. Smoga panjang bersama keluarga dan membawa manfaat bagi masyarakat, amin

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Salam pamuji rahayu.

      Terimakasih atas doanya. Mohon maaf sempat absen lama dari blog. Sejak akhir tahun 2012 ya.hehe… Karena menjalankan amanah riyadhoh “puasa” (menahan diri) selama 1000 hari, oleh sebab itu saya tidak dapat aktif membalas konsultasi di web ini. Dan akhir tahun 2015 kemarin sudah genap 3 tahun. Sehingga dapat aktif lagi, ngurusi blog Rasa Sejati ini. Terimakasih telah setia di blog ini. Salam paseduluran, saling asah-asih & asuh.

      Nuwun,

  • Ahmad Syaikodin mengatakan:

    Asslmlkm wr.wb
    Alhmdllh ki..sy tlh selesai mengikuti ritual UB. Smg Gusti Alloh meridloi..Amiin.
    Suwin.

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Wa alaikum salam wrwb
      Alhamdulillah, acara selesai dengan lancar. Untuk mengaktifkan UB yang sudah jadi cukup dengan sedekah / infak kepada yang membutuhkan. Hari ini juga / secepatnya. Semoga berkah & manfaat.

      Nuwun

  • adit mengatakan:

    salam pamuji rahayu,Bopo Guru

    benar benar menguras energi ritual td malam…namun terasa nyaman dan damai.
    pingin nih ritual lg rame rame kaya gini.
    semoga terkabul,Aamiinn.

    rasanya hening dan terasa spt berkumpul dlm suatu majelis,walaupun kenyataan ada ada di dlm kamar…subhanallah

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Subhanallah, komentar panjenengan mewakili rasa yang sama dari sekian banyak pewaris yang mengikuti acara ini.
      Dalam hingar-bingar kehidupan dunia ini, semoga kedamaian tetap senantiasa menyeliputi hati kita. Dan hanya dengan dzikir kepada gusti Allah sajalah hati terasa damai yang sejati. Itulah salah satu karunia dari acara dzikir tadi malam.

      Nuwun,

  • slamet 379 mengatakan:

    assalamu’alaikum warohmatullahi Wabarokatu
    saya berharap semoga ada lagi ritual seperti ini Ki Guru.semoga yg akan datang saya bisa ikut.melihat para pewaris yg ikut semua pada merasakan energi kebersamaan nya ^_^

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Wa alaikum salam.

      Jika banyak pewaris yang merasakan sensasi getaran rasa dan melihat cahaya dalam batinnya, semoga dapat menambah keyakinan kita, bahwa ini ilmu yang sejati, bukan rekayasa/tipuan/sulap. Semoga jadi ilmu yang berkah dan manfaat bagi kehidupan ekonomi para Pewaris. Rejeki mengalir deras & bebas hutang.

      InsyaAllah, selama saya masih ada umur & sehat, acara ini kelak akan dibuka lagi. Mohon doanya selalu.

      Nuwun

  • puji adi r mengatakan:

    Alhamdulilah guru ritual berjalan lancar , saya juga ikut ritual ini.. Getaran dzikir para sedulur pewaris sangat terasa , suasana sejuk . Dan saya mersakan cahaya putih menyinari kepada saya.. Apa ada tandanya guru ?? Salam buat sedulur semua saya pewaris dari bandung.. Salam rahayu

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Penampakan cahaya yang sama banyak dialami oleh sedulur yang lain. Ada pula yang bercerita kepada saya: tampak cahaya di tangan kiri dan tasbihnya. InsyaAllah jadi berkah. Sebab setiap amalan dzikir ada cahayanya. Amalan puasa ada cahayanya. Amalan kebajikan ada cahayanya. Selama kita istiqomah dalam mengamalkan wirid AL HIKMAH akan semakin terang cahaya ghaibnya.
      Tentu saja semua harus didukung oleh adab belajar ilmu yang baik, melalui ijasah dari Guru, bukan sekedar comot dari internet tanpa ada yang membimbing, dikhawatirkan yang hadir khodam Jin. Bukan dapat manfaat malah dapat mudharat/sial/apes.

      Nuwun

  • abdgholib mengatakan:

    Al hamdulillah dalem nunut ritual kolo wongi ndalu ki guru

  • Alfa Robest mengatakan:

    alhamdulillah terima kasih ki umar semoga berkah berlimpah untuk kita semua… Aamiin

  • Arman wiro mengatakan:

    Alhamdulillah..ritual y berjalan dgn lancar,
    Semoga Ki guru serta para.pewaris yg mengikuti akan diberikan rezki yg melimpah,lancar & berkah..Aamiin

  • Dery Prasetya Ananda mengatakan:

    Alhamdulillah Ki Umar masih ingat 😀
    sudah sangat lama. . . Semenjak saya menghilang hehe
    banyak hal Ki yang ingin murid ceritakan.. Saya juga ingin bercerita beberapa tahun sering sekali merasakan kontak ghaib bila bertemu/berbapapasan/berhadapan dengan seseorang yg punya ilmu ghaib. Padahal sudah lumayan lama saya berhenti sejenak mengamalkan ilmu-ilmu yang selama ini Ki umar berikan, namun beberapa lama ini saya serasa dipanggil kembali Ki.. ada sebab akibatnya, yang pastinya Ki umar sudah tau apa penyebab nya 😉
    Hehe…
    Hmm, File Ijazah Resmi yang dahulu ki Umar ijazahkan juga menghilang saat laptop saya rusak. Dan saya lihat dari beberapa ijazah terbaru ada banyak sekali perubahan di kurikulum ilmu dan juga beberapa ilmu yang tidak ki Umar babarkan seperti angkatan saya terdahulu. Berapa tahun ya semenjak saya menghilang. 4 tahun mungkin hehe

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Salam
      Kan saya sudah pernah bilang: kalo ilmu Rasa Sejati tidak akan pernah hilang, permanen menyatu dalam jiwa raga para Pewaris.
      Join saja ke grup Whatapps pewaris jika hendak mendapatkan ijasah kurikulum ilmu yang baru.

      Semoga tambah sukses untuk usahanya.

  • Abdul Ghofar mengatakan:

    Alhamdulillah energi doanya masih terasa sampai sekarang Guru.. Warung bubur ayam kami juga alhamdulillah laris manis tiga hari ini.kemarin adik saya datang dari jateng memberikan sejumlah uang titipan dari ibu untuk anak saya katanya.. Hehee… Matur sembah nuwun Guru semoga panjenengan selalu dilimpahi Rahmat dan keberkahan oleh Alloh Swt aamiin.

  • puji adi r mengatakan:

    Terima kasih kepada ki umar selaku guru atas bimbingan , wejangan dan balasan komentar saya , alhamdulilah setelah mengikuti ritua,l khasiat nya terasa kepada istri saya , bisnis istri saya alhamdulilah ada peningkatan ,meskipun saya belum mendapat pekerjaan, mohon doa ki umar dan para sedulur semoga saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sesuai yang diharapkan … Semoga kita semua diberikan rezeki yang melimpah dan diberikan rahmat pertolongan – Nya . Amin

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Alhamdulillah, segala puji & syukur hanya untuk Allah.

      Begitulah, Daya UB meliputi seluruh keluarga. Maka alangkah baiknya jika ritual UB dilakukan berjamaah dengan istri & anak2 (jika mampu), insyaAllah semakin banyak yang berdoa akan tambah berkahnya.

      Coba mulai hari ini amalkan wirid UB selama 7 malam, insyaAllah hajat anda untuk dapat pekerjaan lekas terlaksana.
      Jika belum juga berhasil, silahkan hubungi saya. Akan kami bantu. Jangan mudah putus asa, rahmat & pertolongan Allah sangat dekat.

      Nuwun,

  • puji adi r mengatakan:

    alhamdulilah terima kasih guru . saya akan amalkan .

    • puji adi r mengatakan:

      alhamdulilah saat ini ada tawaran 3 pekerjaan untuk saya guru , tetapi saya bingung untuk memilih . 1.admin legal bpkb , 2 marketing tv kabel , 3 marketing mobil, mohon pencerahn untuk murid agar bisa memilih pekerjaan yg terbaik dari segi penghasilan. mohon pencerahan guru.

  • atpakturmad Turmudi mengatakan:

    Assalamualikum ki Umar, saya ingin menjadi Pewaris Rasasejati. Bolehkah saya menjadi Pewaris rasa Sejati langsung silaturahim ke rumah njenengan Ki?Mohon diberikan kontak dan alamat njenengan (PM via email) terima kasih. Mohon Maaf.

  • Mushochib mengatakan:

    Ki Umar bagaimana caranya mendapatkan UB? Matur sembah nuwun Ki

    • Ki Umar Jogja mengatakan:

      Salam.
      Sudah menjadi anggota Pewaris??
      Sebab kami hanya memberikan bimbingan ilmu UB hanya kepada para Pewaris Sanggar Maya RASA SEJATI saja. Jika anda sudah menjadi Pewaris silahkan kirim pesan via email atau Whatapp ke nomor diatas untuk mendapatkan ijasahnya. Jangan lupa sertakan NAMA + NIP.
      Nuwun

  • Masno 111220123 mengatakan:

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Ki Umar…
    Saya kemarin sangat ingin mengikuti ritual UB, alhamdulillah gagal karena saya sampai detik waktu yg ditentukan tidak bisa memenuhi/ menyediakan sarananya. Saya berkeyakinan, ini belum rezeki saya.
    Mohon maaf yg sebesar2nya sebelumnya Ki, klo boleh sy mengusulkan. Mungkin perlu diadakan dzikir bersama secara rutin sebulan sekali atau selapan sekali. Agar para pewaris bisa meningkat imtaq dan keilmuan nya Terutama bagi para pewaris yg bebal seperti saya ini.
    Sekali lagi mohon maaf Ki, kalau usulan sy ini tdk berkenan. Dan atas bimbingannya kami haturkan terimakasih. Semoga barokah bagi keluarga besar Rasa sejati. Aamiin.
    Wassalam’alaikum wrwb

  • rachmat yusuf maulana mengatakan:

    subhanallah terimakasih ki umar atas wejangan yg sgt berharga ini .. kesempurnaan hanya miliki Allah kitalah yg Wajib Berusaha





%d blogger menyukai ini: