KOPDAR kota TUBAN


PERTEMUAN PEWARIS REGIONAL JAWA TIMUR

TUBAN, 29 OKTOBER 2016

.

Kegiatan Pewaris Sanggar Rasa Sejati tidak hanya didunia maya (internet) saja, namun adapula kegiatan nyata berupa pertemuan dan latihan bersama. Selain sebagai ajang silaturahim, juga mempererat tali persaudaran antar anggota, latihan bersama ilmu RS, momen bertanya-jawab seputar kajian ilmu RasaSejati ataupun konsultasi kehidupan. Bermula dari diskusi di grup WhatsApp Pewaris, pertemuan regional Jawa Timur kali ini diadakan di rumah Ki Wanoko (Pewaris Master), Kota Tuban. Berikut reportasenya.

Rombongan sedulur dari Jogjakarta berangkat hari Sabtu siang. Berkumpul di basecamp Sanggar RasaSejati yaitu di kediaman Ki Umar Jogja. Estimasi lama perjalanan sekitar 7 jam, berangkat jam 2 siang akan tiba di Tuban jam 9 malam. Namun kenyataannya sampai lokasi tepat tengah malam (mundur 2 jam). Dikarenakan hari Sabtu (weekend) jalanan kota Jogja, Solo dan Ngawi macet. Beberapa kali mobil kami berhenti untuk istirahat, Sholat dan makan. Alhamdulillah, walaupun perjalanan melelahkan namun tidak ada kendala yang berarti.

Begitu sampai di rumah Ki Wanoko, telah berkumpul para sedulur RS yang sudah datang lebih dulu. Ada Kang Gholib tetangga satu kota dengan Ki Wanoko. Lalu Kang Fajar yang berangkat dari Denpasar, Bali. Kemudian Kang Achmad dan Kang Angga dari Lumajang Jawa Timur. Ditemani dengan suguhan camilan dan kopi hitam menambah semangat pertemuan malam itu. Semoga Allah senantiasa mencurahkan keluasan rejeki kepada tuan rumah yang telah menjamu kami para sedulur RS dengan sangat baik.

img-20161103-wa0005Agenda pertemuan kali ini adalah pertama silaturahim, bertatap muka dengan para sedulur RS yang selama ini hanya berkomunikasi via online di Whatsapp. Diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan. Setelah berbincang-bincang sejenak, mandi dan nyruput kopi, langsung dilanjutkan acara kedua adalah Ritual Ruwat, khususnya bagi Pewaris yang belum melaksanakan ruwat. Sebagaimana telah ditetapkan dalam kurikulum terbaru ilmu RS. Ruwat ini merupakan rukyah dalam budaya orang Jawa, sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama, tidak menggunakan barang haram dan hanya meminta pertolongan kepada gusti Allah ta’ala. Kali ini di ruwat langsung oleh Ki Umar Jogja menggunakan media sarana yang sebelumnya telah disiapkan oleh Ki Wanoko dan Kang Gholib. Ruwat ini bermanfaat untuk menghilangkan sengkala, sial-apes, khodam Jin yang melekat di badan termasuk melunturkan susuk, ilmu hitam, santet dan sihir.

Para sedulur tampaknya merasakan sensasi yang berbeda-beda, misalnya ada yang merasa badan bercahaya. Saat prosesi ruwat Kangmas Angga merasakan ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya, lalu badan & pikiran terasa ringan. “Menilik dari kesalahan saya pribadi, dahulu senang sekali mengamalkan sesuatu (berbagai ilmu). Tapi ibarat menanam pohon, belum lagi tumbuh, sudah sibuk mengamalkan ilmu yang lain. Akhirnya sinyal kalang kabut, pikiran jadi berat. Menurut Ki Wanoko: berdampak negatif di dalam tubuh. Hampir lebih dari 2 tahun saya berusaha menetralisir, berusaha menghilangkannya meminta tolong kepada para guru spiritual  dan para kyai. 😭 Subhanalloh, ketika di ruwat ki guru Umar seketika di guyur air ruwat di bahu kanan dan kiri terasa seperti ada yang lepas seperti lepasnya baju.” Demikian penuturan Kang Angga, yang baru beberapa bulan yang lalu bergabung menjadi anggota Sanggar Rasa Sejati ini memberikan kesaksiannya mengikuti acara Ruwat ini.

Pernah suatu ketika ada pasien yang datang ke rumah Ki Umar, seorang wanita yang di antar oleh calon suaminya. Belum lagi diruwat, daun sarana ruwat baru disentuhkan ditangan si wanita (pasien) ia merasakan panas. Saat hendak melaksanakan ruwat, badan terasa malas untuk bergerak, lalu disusul rasa hendak muntah, kepala pening dan rasa yang tidak enak lainnya. Tapi berkat dukungan dari calon suaminya, akhirnya dapat melaksanakan ritual ruwat ini. Usut punya usut memang si pasien sering datang ke berbagai dukun ghaib dan diberi berbagai macam sarana mistik. Alhamdulillah, setelah ruwat akhirnya ia sembuh / sehat.

img-20161030-wa0004Adalah Kang Gholib, sedulur RS yang satu ini tak mau ketinggalan, dimana saja ada prosesi ritual Ruwat Sanggar RASASEJATI, beliau selalu mengikutinya. Sebab sudah merasakan manfaatnya. Bi idznillah energi yang sifatnya negatif akan kalis, lenyap dan badan kembali enteng, fit, sehat bugar, tentram diajak berdzikir.

Setelah ruwat, kemudian booster energi metafisika Nurul Ghaibiyyah melalui sarana Air Kelapa Hijau dan Air dalam Kendi yang dibawa oleh Kangmas Inti dari Jogja. Awalnya tidak ada niatan untuk memakai Air Kelapa Hijau, tapi rupanya Ki Wanoko sore itu mendadak dapat mandat dari Ki Umar Jogja untuk mencari Kelapa Hijau 3 butir.

Sebelum Ritual Ruwat, semua sarana termasuk Kelapa Hijau tersebut diritual (didoakan) oleh Ki Umar Jogja selama sekitar 1 jam di dalam kamar rumah Ki Wanoko. Setelah selesai ruwat, dan para sedulur yang hadir meminum Air yang sudah didoakan atau di asma. Air Kendi dan Air Kelapa Hijau ini fungsinya untuk membooster energi / pengisian transfer energi dari Guru ke Pewaris. Hal langka yang hanya didapat saat pertemuan seperti ini saja. Dan juga bermanfaat untuk membantu mempercepat mengeluarkan residu toksin dari dalam tubuh akibat karena kurang tidur.

Awalnya memang tidak ada niat untuk memakai Air kelapa dalam acara ini, sebab sebenarnya itu untuk keperluan saya pribadi, karena sudah dari kemarin malam (sebelum berangkat ke Tuban) tidak tidur. Tapi saya rasa para sedulur juga membutuhkannya, maka saya minta untuk disediakan kelapa 3 butir agar cukup untuk semua yang hadir.” jawab Ki Umar. Dan selama 3 hari 2 malam itu Ki Umar tidak tidur.

img-20161030-wa0002Setelah itu dilanjutkan acara diskusi, tanya-jawab, berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kajian Ilmu Rasa Sejati. Karena banyaknya materi (semalam suntuk), jadi tidak semua dapat ditulis disini. Antara lain testimoni / pengalaman Pewaris dari amalan Wirid Al Hikmah yang besar sekali fadhilahnya, bermanfaat lahir dan batin, sebaik-baik wirid doa pelapang segala hajat dan problem kehidupan. Pendalaman Meditasi Rasa Sejati, manunggaling Tridaya (rasa, cipta lan karsa) guna mewujudkan manusia yang berbudi dan berkarya yang luhur. Lalu juga mengupas lanjutan diskusi Ilmu Kasyaf dan Bashiroh dari grup WA. Kaifiyyah membuka tabir (kasyaf) dan menajamkan mata batin (bashiroh) dengan ilmu Pramana Jati yang sudah diijazahkan di Sanggar Rasa Sejati.

Serta wejangan untuk selalu waspada (OJO GUMUNAN) terhadap upaya-upaya penipuan berkedok paranormal, seperti jual-beli jimat, contoh kasus: Batu berkhodam yang bisa bergerak sendiri dicawan berisi air perasan jeruk purut. Jawab Ki Umar: “Itu murni natural bukan khodam ghaib. Benda yang memiliki kadar kapur tinggi memang bisa bergerak seperti itu.” Contohnya adalah keong buntet yang biasa ditemukan dipinggir pantai. Coba ambil, letakan dalam cawan / piring yang diberi air jeruk atau air cuka, dan lihat apa yang terjadi. Begitupula dengan batu yang katanya batu Mani gajah. Serta rumput bujang yang biasa dipakai sebagai bahan ajimat bulu Perindu, banyak tumbuh dipersawahan dan bukit-bukit, dapat bergerak (melilit) sendiri.

Perlu juga waspada kepada trik-trik paranormal guna menyakinkan pasien / kliennya. Seperti  Penyembuhan penyakit dengan cara transfer pengambilan benda santet dari dalam tubuh, biasanya wujudnya paku. Pasien akan sangat percaya dengan omongan si Paranormal bahwa dirinya di santet, karena si pasien melihat sendiri bagaimana ketika tangan paranormal mengusap bagian badan yang sakit lalu benar-benar keluar paku-paku. Atau mulut paranormal mengisap dibadan yang sakit (tanpa pembedahan) lalu keluar darah, nanah dan cairan kotor dari mulutnya, dan dikatakan bahwa penyakitnya sudah disedot keluar. Boleh jadi semua itu hanya trik atau ilmu sulap. Ternyata si pasien bukannya sembuh tapi akhirnya malah meninggal dunia. Sebabnya karena tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Lalu Ki Umar Jogja mengisahkan beberapa pengalamannya dalam menangani kasus semacam ini.

tuban002Kesimpulannya dalam hal ini ada 2 kemungkinan, pertama, Si Paranormal benar-benar berniat jahat, usil dengan memanfaatkan ilmu trik / sulap. Kedua, si paranormal sebenarnya berniat baik menolong sesama, tetapi ia terpedaya oleh ilmunya / Khodam JIN. Ia tidak tahu bahwa itu ilusi yang menyesatkan. Maka dalam pertemuan kali ini Ki Umar mewanti-wanti agar para Pewaris senantiasa mengasah RASA (Tridaya) pribadinya masing-masing, agar tidak mudah gumunan, dapat membedakan yang benar dan salah (tipuan).

Tak terasa waktu cepat berlalu, jam 8 pagi kami semua mulai berkemas, berpindah tempat menuju ke rumah Kang Gholib, untuk silaturahim. Dan ternyata disana sudah disediakan menu sarapan Pagi yang sangat istimewa. Alhamdulillah, semoga menjadi berokah bagi semua, terutama Kang Ghalib sekeluarga. Tidak banyak pembahasan disini, sedangkan hari semakin beranjak siang. Dan besok Senin para sedulur sudah harus kembali bekerja / beraktifitas masing-masing. Maka kami mohon pamit. InsyaAllah semoga kelak dapat berjumpa kembali dalam pertemuan selanjutnya, Amiin.

Admin,

Tuban, 30 Oktober 2016

Join the Forum discussion on this post




You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.




%d blogger menyukai ini: